Buka menu utama

Perubahan

6 bita dihapus ,  4 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
|retired=
|status=Tidak diproduksi, dalam pelayanan (di [[Kolombia]], [[El Salvador]] dan [[Afrika Selatan]])
|primary user= [[Pasukan Udara TentaraAngkatan Darat Amerika Serikat]]
|more users= [[Royal Air Force|Angkatan Udara AS]]<br/>[[Angkatan Laut Amerika Serikat|Angkatan Laut AS]]<br/> [[TNI AU]]
|produced=<!--years in production, e.g. 1970-1999, still in active use but no longer built-->
Pesawat ini digunakan secara luas oleh [[Sekutu (Perang Dunia II)|Sekutu]] selama [[Perang Dunia II]] dan tetap di garis depan pelayanan dengan berbagai operator [[militer]] selama [[1950]].
 
Selain itu pesawat ini juga dipergunakan oleh [[TNI AU]] sebagai bagian dari alut sista (alat utama sistem senjata) yang diterima [[Indonesia]] atas pengakuan kedaulatannya dari [[Belanda]] dan pernah memperkuat [[Skadron Udara 2]], [[Skadron Udara 1]] dan [[Daum (taksaka)|Skadron DAUM]].
 
Di [[TNI AU]], ia telah turut serta dalam operasi militer penumpasan pemberontakan [[RMS]], [[DI/TII]], [[PRRI/Permesta]], [[Operasi Trikora]] dan [[Operasi Seroja]]. Pesawat ini di [[Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara]], berkiprah dari tahun [[1950-an]] hingga akhirnya di tahun [[1978]] diabadikan sebagai salah satu koleksi alat utama sistim senjata (alutsista) dari [[Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala]], [[Yogyakarta]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]].{{Sfn|Tarigan|2015|p=95}}
[[Berkas:C-47s_at_Tempelhof_Airport_Berlin_1948.jpg|jmpl|C-47 sedang menurunkan muatan di [[Bandar Udara Berlin Tempelhof|Bandara Tempelhof, Berlin]] selama operasi [[Blokade Berlin|Berlin Airlift]]|al=]]
 
=== <!-- About 2,000 C-47s (received under [[Lend-Lease]]) in British and Commonwealth service [[British military aircraft designation systems|took the name "Dakota"]], possibly inspired by the acronym "DACoTA" for Douglas Aircraft Company Transport Aircraft.<ref>[http://www.boeing.com/history/products/c-47-skytrain.page "History: Douglas C-47 Skytrain Military Transport"]. Boeing. Retrieved: 14 July 2015.</ref> The C-47 also earned the informal nickname "[[Albatross|gooney bird]]" in the European theatre of operations.<ref name="Proceedings">O'Rourke, G.G, CAPT USN. "Of Hosenoses, Stoofs, and Lefthanded Spads". ''United States Naval Institute Proceedings'', July 1968.</ref> Other sources<ref>''C-47/R4D Skytrain units of the Pacific and CBI'', David Isby, Osprey Combat Aircraft #66, Osprey Publishing Limited, 2007</ref> attribute this name to the first aircraft, a USMC R2D—the military version of the DC-2—being the first aircraft to land on Midway Island, previously home to the long-winged albatross known as the gooney bird which was native to Midway. --> C-47 Dakota di TNI AU ===
=== C-47 Dakota di TNI AU ===
Tiga pesawat ini, termasuk salah satu alut sista yang diserahkan oleh [[Belanda]] kepada [[Indonesia]], ketika mereka mengakui kedaulatannya, dimana pada masa itu, kekuasaannya diserahkan kepada negara [[Republik Indonesia Serikat]] sejak tanggal [[27 Desember]] [[1949]].{{Sfn|Saragih|2019|p=29}} Berdasarkan Surat Perintah [[KASAU]] No. 0493,Pr/KSAU/50 tanggal [[1 Agustus]] [[1950]], ia ditempatkan di [[Skadron Udara 2]] yang berkedudukan di [[Pangkalan Udara Andir]] ([[Pangkalan Udara Andir|PU Andir]]), di [[Bandung]]. Pada saat itu para penerbangnya hanyalah{{Sfn|Saragih|2019|p=31}} :
 
* [[LU II]] Sjamsudin Noor
 
Pada [[1 Januari]] [[1951]], [[Skadron Udara 2]] yang tadinya berkedudukan di [[Pangkalan Udara Andir|PU Andir]], [[Bandung]] dipindahkan ke [[Pangkalan Udara Cililitan]] yang selanjutnya membawahi semua pesawat Dakota termasuk yang tadinya ada di [[Skadron Udara 1]]. Sedangkan mantan [[Skadron Udara 2]] yang di [[Pangkalan Udara Andir|PU Andir]], dirubah menjadi [[Dinas Angkutan Udara Militer|Skadron DinasDjawatan Angkutan Udara Militer]] ([[Daum (taksaka)|DAUM]]).{{Sfn|Saragih|2019|p=32}} [[Daum (taksaka)|DAUM]] dengan pesawat C-47 Dakota bertugas sebagai penerbangan reguler, menjelajah ke seluruh Pangkalan Udara [[AURI]] untuk menjaga kontinuitas pasokan logistik, sehingga ia juga berfungsi sebagai jembatan udara nusantara untuk menyatukannya.{{Sfn|Saragih|2019|p=32}}
 
==== Operasi ====
6.366

suntingan