Bahasa Jawa Muria: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Perubahan kosmetik tanda baca)
k
'''Dialek Pantai Utara Timur '''adalah sebuah dialek [[bahasa Jawa]] yang sering disebut '''dialek Muria''' karena dituturkan di wilayah sekitar kaki [[gunung Muria]], yang meliputi wilayah Jepara, Kudus, Pati, Blora, Rembang di provinsi [[Jawa Tengah]], selain itu dialek yang sama juga digunakan di kabupaten Tuban dan Bojonegoro di provinsi [[Jawa Timur]].
 
Ciri khas dialek ini adalah digunakannya akhiran -em atau -nem (dengan e pepet) menggantikan akhiran -mu dalam bahasa Jawa untuk menyatakan kata ganti posesif orang kedua tunggal. Akhiran -em dipakai jika kata berakhiran huruf konsonan, sementara -nem dipakai jika kata berakhiran vokal. Misalnya kata kathok yang berarti celana menjadi kathokem, klambi yang berarti baju menjadi klambinem, dan sebagainya.
9.019

suntingan