Buka menu utama

Perubahan

2.903 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
k
{{main|PRRI/Permesta}}
 
Dalam operasi militer, [[PRRI/Permesta|PRRI]] di [[Sumatera]], C-47 Dakota merupakan bagian dari operasi gabungan, dimana ia bertugas untuk memberikan perlindungan udara (air cover), dan juga pasokan logistik serta pasukan. Dalam operasi tersebut, andilnya cukup besar dengan menerjunkan [[Korps Pasukan Khas|Pasukan Gerak Tjepat]] ([[PGT]]) [[AURI]] dan [[RPKAD]] dan mereka tergabung dalam tim Komando X Ray dipimpin oleh [[Letnan Satu|LU]] ([[Letnan Satu|Letnan Udara]]) Sugiri Sukani, sehingga [[TNI]] mengusai lapangan terbang [[Simpang Tiga, Aceh Besar|Simpang Tiga]], [[Pekanbaru]] pada [[12 Maret]] [[1958]]. Begitu juga lapangan terbang [[Polonia]], [[Medan]] berhasil dikuasai pada [[17 Maret]] [[1958]]. Penguasaan kedua lapangan terbang ini membuat pihak pemberontak tidak bisa mempergunakannya sebagai lapangan aju. Tercatat tidak kurang dari 26 pesawat C-47 Dakota dikerahkan ke [[Tanjung Pinang]], sebagai pangkalan aju.{{Sfn|Saragih|2019|p=35}}
 
Selanjutnya pesawat-pesawatnya digeser ke [[Sulawesi]], untuk penumpasan [[Permesta]], dengan sandi Operasi Merdeka, yang terbagi menjadi Operasi Mena dan Operasi Saptamarga. Dalam pemberontakan ini, pihak musuh didukung oleh [[B-26 Invader]] dan [[P-51 Mustang]] yang didukung oleh penerbang-penerbang asing. Kali ini, pesawat ini bertugas untuk penerjunan pasukan beserta perbengkalannya guna merebut pangkalan udara dari tangan pemberontak.{{Sfn|Saragih|2019|p=35}}
==Pengguna==
 
===== Operasi Trikora =====
Dalam operasi ini pihak [[TNI AU]] melibatkan kekuatan yang sangat besar hingga membentu AULA (Angkatan Udara Mandala), sebagai salah satu unsur Komando Mandala. Dalam operasi ini, pesawat ini dipergunakan untuk mempersiapkan pangkalan-pangkalan aju di perbatasan [[Maluku]] dan [[Irian Barat]], seperti [[Morotai]], [[Amahai, Maluku Tengah|Amahai]], [[Letwuan, Hoat Sorbay, Maluku Tenggara|Letfuan]], [[Kota Kendari|Kendari]], [[Kupang]], [[Kota Gorontalo|Gorontalo]], [[Namlea]], Laha, [[Langgur]], Doka Barat dan [[Selaru, Kepulauan Tanimbar|Selaru]].{{Sfn|Saragih|2019|p=35}}
 
Penyiapan ini dilakukan oleh C-47 Dakota dengan registrasi T-477 dan T-474 dengan mendarat di landasan [[Kendari]] yang antara lain diterbangkan oleh [[LU I]] Suhardjo. Dalam operasi inilah timbul ide untuk mempersenjatai pesawat ini sehingga bisa memiliki kemampuan serang. Sehingga, ia tidak hanya membantu pergeseran pasukan maupun medis udara, ia dapat digunakan sebagai bantuan tembakan udara.{{Sfn|Saragih|2019|p=36}}
 
Perubahan atas dua pesawat ini dilakukan oleh tim Depo Pesbang 10 [[Bandara Husein Sastranegara|Lanud Husein Sastranegara]], [[Bandung]]. Perubahan yang dilakukan dengan menempatkan masing-masing 3 pucuk senapan kaliber 12,7 mm yang ditempatkan di jendela-jendela di belakang sayap. Dan Dakota C-47 hasil modifikasi ini dikenal dengan julukan '''"C-47 Dakota Gunship"'''.{{Sfn|Saragih|2019|p=36}}
 
===== Operasi Seroja =====
Dalam operasi inilah dipergunakan untuk pertama kalinya C-47 Dakota Gunship yang bertugas mendampingi [[B-26 Invader]] dalam melakukan serangan udara langsung guna menghadapi senapan mesin pihak [[Fretilin]]. Ujicoba modifikasi ini, dengan penembakan di [[Pameungpeuk, Pameungpeuk, Garut|Pameungpeuk]], [[Jawa Barat]] dan Lanud Penfui, [[Kupang]]. Namun akhirnya pesawat tidak dipergunakan karena berdasarkan informasi intelejen, kekuatan musuh telah melemah.{{Sfn|Saragih|2019|p=36}}
 
 
Sebagai pengabdian terakhirnya dan juga untuk mengenang peranan, pengabdian dan jasa-jasanya dalam menegakkan kedaulatan [[NKRI]] dan juga pembinaan potensi dirgantara, maka satu pesawat ditempatkan di kantor [[Wing Udara 1]], [[Lanud Halim Perdanakusuma]], lainnya ditempatkan di [[Lakespra Dr Saryanto]] serta di [[Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala]], [[Yogyakarta (kota)|Yogyakarta]].{{Sfn|Saragih|2019|p=37}}
 
==Operator==
[[File:C-47A Skytrain.jpg|right|thumb|<center>Sebuah Dakota dalam peringatan perang [[Inggris Raya]] dengan pintu parasut terbuka di [[Duxford]] tahun [[2008]]]]
{{Div col|colwidth=18em}}
6.281

suntingan