Buka menu utama

Perubahan

124 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
k
 
===== Operasi militer penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta =====
{{main|PRRI/Permesta}}
Dalam operasi militer ini, C-47 Dakota merupakan bagian dari operasi gabungan, dimana ia bertugas untuk memberikan perlindungan udara (air cover), dan juga pasokan logistik serta pasukan. Dalam operasi tersebut, andilnya cukup besar dengan menerjunkan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) AURI dan RPKAD dan mereka tergabung dalam tim Komando X Ray dipimpin oleh LU (Letnan Udara) Sugiri Sukani, sehingga TNI mengusai lapangan terbang Simpang Tiga, Pekanbaru pada 12 Maret 1958. Begitu juga lapangan terbang Polonia, Medan berhasil dikuasai pada 17 Maret 1958. Penguasaan kedua lapangan terbang ini membuat pihak pemberontak tidak bisa mempergunakannya sebagai lapangan aju. Tercatat tidak kurang dari 26 pesawat C-47 Dakota dikerahkan ke Tanjung Pinang, sebagai pangkalan aju.{{Sfn|Saragih|2019|p=35}}
 
Dalam operasi militer, ini[[PRRI/Permesta|PRRI]] di [[Sumatera]], C-47 Dakota merupakan bagian dari operasi gabungan, dimana ia bertugas untuk memberikan perlindungan udara (air cover), dan juga pasokan logistik serta pasukan. Dalam operasi tersebut, andilnya cukup besar dengan menerjunkan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) AURI dan RPKAD dan mereka tergabung dalam tim Komando X Ray dipimpin oleh [[Letnan Satu|LU]] ([[Letnan Satu|Letnan Udara]]) Sugiri Sukani, sehingga TNI mengusai lapangan terbang Simpang Tiga, [[Pekanbaru]] pada [[12 Maret]] [[1958]]. Begitu juga lapangan terbang [[Polonia]], [[Medan]] berhasil dikuasai pada [[17 Maret]] [[1958]]. Penguasaan kedua lapangan terbang ini membuat pihak pemberontak tidak bisa mempergunakannya sebagai lapangan aju. Tercatat tidak kurang dari 26 pesawat C-47 Dakota dikerahkan ke [[Tanjung Pinang]], sebagai pangkalan aju.{{Sfn|Saragih|2019|p=35}}
 
==Pengguna==
6.365

suntingan