Pengguna:RusdianaDablang/bak pasir: Perbedaan antara revisi

5.406 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
=== Publikasi ===
== Penerapan ==
Kimia analitik memiliki aplikasi termasuk dalam [[forensik|ilmu forensik]], bioanalisis, analisis klinis, [[kimia lingkungan|analisis lingkungan]], dan analisis bahan. Penelitian kimia analitik sebagian besar didorong oleh kinerja (sensitivitas, batas deteksi, selektivitas, ketahanan, rentang dinamis, rentang linier, akurasi, presisi, dan kecepatan), dan biaya (pembelian, operasi, pelatihan, waktu, dan ruang). Di antara cabang-cabang utama spektrometri atom analitik kontemporer, yang paling luas dan universal adalah spektrometri optik dan massa.<ref>{{cite journal |doi=10.1070/RC2006v075n04ABEH001174 |title=Prospects in analytical atomic spectrometry |year=2006 |last1=Bol'Shakov |first1=Aleksandr A |last2=Ganeev |first2=Aleksandr A |last3=Nemets |first3=Valerii M |journal=Russian Chemical Reviews |volume=75 |issue=4 |pages=289|arxiv = physics/0607078 |bibcode = 2006RuCRv..75..289B }}</ref> Dalam analisis unsur langsung sampel padat, pemimpin baru adalah laser-breakdown dan spektrometri massa ablasi laser, dan teknik terkait dengan transfer produk ablasi laser ke dalam plasma yang digabungkan secara induktif. Kemajuan dalam desain dioda laser dan osilator parametrik optik mempromosikan perkembangan dalam spektrometri fluoresensi dan ionisasi dan juga dalam teknik penyerapan di mana penggunaan rongga optik untuk meningkatkan panjang jalur penyerapan yang efektif diharapkan untuk berkembang. Penggunaan metode berbasis plasma dan laser semakin meningkat. Ketertarikan terhadap analisis absolut (tanpa standar) telah dihidupkan kembali, khususnya dalam spektrometri emisi.
 
Upaya besar sedang dilakukan dalam menyusutkan teknik analisis ke ukuran chip. Meskipun ada beberapa contoh sistem seperti itu yang bersaing dengan teknik analisis tradisional, potensi keuntungan termasuk ukuran atau portabilitas, kecepatan, dan biaya. (sistem total analisis mikro (μTAS) atau lab-on-a-chip). Kimia skala mikro mengurangi jumlah bahan kimia yang digunakan.
 
Banyak perkembangan meningkatkan analisis sistem biologis. Contoh bidang yang berkembang pesat di bidang ini adalah genomik, pengurutan DNA dan penelitian terkait dalam sidik jari genetik dan DNA microarray; proteomik, analisis konsentrasi dan modifikasi protein, terutama sebagai respons terhadap berbagai stresor, pada berbagai tahap perkembangan, atau di berbagai bagian tubuh, metabolisme, yang berkaitan dengan metabolit; transkriptomik, termasuk mRNA dan bidang terkait; lipidomika - lipid dan bidang yang terkait; peptidomik - peptida dan bidang terkaitnya; dan metalomik, berurusan dengan konsentrasi logam dan terutama dengan pengikatannya dengan protein dan molekul lain.
Kimia analitik telah memainkan peran penting dalam pemahaman ilmu dasar untuk berbagai aplikasi praktis, seperti aplikasi biomedis, pemantauan lingkungan, kontrol kualitas manufaktur industri, ilmu forensik dan sebagainya.<ref>{{Cite web|url=https://www.acs.org/content/acs/en/careers/college-to-career/areas-of-chemistry/analytical-chemistry.html|title=Analytical Chemistry - American Chemical Society|website=American Chemical Society|language=en|access-date=2017-05-26}}</ref>
 
[[Gambar:protein pattern analyzer.jpg|200px|thumb|kiri|Persiapan robot dari sampel [[MALDI]] [[spektrometri massa]] pada pembawa sampel]]
Perkembangan terbaru dari otomasi komputer dan teknologi informasi telah memperluas kimia analitik ke sejumlah bidang biologis baru. Misalnya, mesin pengurutan DNA otomatis adalah dasar untuk menyelesaikan proyek genom manusia yang mengarah pada kelahiran genomik. Identifikasi protein dan pengurutan peptida dengan spektrometri massa membuka bidang baru [[proteomik]].<ref>{{cite journal|last1=Tabb|first1=DL|last2=Vega-Montoto |first2=L |last3=Rudnick |first3=PA |last4=Variyath|first4=AM|last5=Ham|first5=AJ|last6=Bunk|first6=DM|last7=Kilpatrick|first7=LE|last8=Billheimer|first8=DD|last9=Blackman|first9=RK|last10=Cardasis|first10=HL|last11=Carr|first11=SA|last12=Clauser|first12=KR|last13=Jaffe|first13=JD|last14=Kowalski|first14=KA|last15=Neubert|first15=TA|last16=Regnier|first16=FE|last17=Schilling|first17=B|last18=Tegeler|first18=TJ|last19=Wang|first19=M|last20=Wang|first20=P|last21=Whiteaker|first21=JR|last22=Zimmerman|first22=LJ|last23=Fisher|first23=SJ|last24=Gibson|first24=BW|last25=Kinsinger|first25=CR|last26=Mesri|first26=M|last27=Rodriguez|first27=H|last28=Stein|first28=SE|last29=Tempst|first29=P|last30=Paulovich|first30=AG|last31=Liebler|first31=DC|last32=Spiegelman|first32=C|title=Repeatability and reproducibility in proteomic identifications by liquid chromatography-tandem mass spectrometry |journal=Journal of Proteome Research|date=5 February 2010 |volume=9 |issue=2 |pages=761–76 |pmid=19921851 |doi=10.1021/pr9006365 |pmc=2818771}}</ref>
 
Kimia analitik telah menjadi bidang yang sangat diperlukan dalam pengembangan nanoteknologi. Instrumen karakterisasi permukaan, [[mikroskop elektron]] dan mikroskop probe pemindaian memungkinkan para ilmuwan untuk memvisualisasikan struktur atom dengan karakterisasi kimia.<ref>{{ Cite journal |title =In situ and tomographic characterization of damage and dislocation processes in irradiated metallic alloys by transmission electron microscopy|author1=Kacher, J. |author2=Cui, B. |author3=Robertson, I.M. |journal = Journal of Materials Research|year =2015|volume =30|issue =9|pages =1202–1213 |doi = 10.1557/jmr.2015.14|bibcode=2015JMatR..30.1202K }}</ref>
 
== Referensi ==
{{reflist|2}}
6.983

suntingan