Pengguna:RusdianaDablang/Bak pasir: Perbedaan revisi

1.029 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
== Reaksi ==
Stabil hingga sekitar 100 ° C.<ref [6]name=brauer/>
 
Tembaga (II) hidroksida bereaksi dengan larutan amonia untuk membentuk larutan biru tetramminecopperion kompleks [Cu[kompleks logam amina|tetramin tembaga]] [Cu(NH3NH<sub>3</sub>) <sub>4</sub>] <sup>2+ ion kompleks</sup>. Ini mengkatalisasi oksidasi larutan amonia dengan adanya dioksigen, sehingga menimbulkan nitrit tembaga ammina, seperti Cu (NO2NO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>( NH<sub>3</sub>)<sub>n</sub>.<ref>{{cite journal|author = Y. Cudennec|title = Etude cinétique de l'oxydation de l'ammoniac en présence d'ions cuivriques|journal = Comptes Rendus de l'Académie des Sciences, Série IIB |volume = 320 | issue = 6 |pages = 309–316|year = 1995|display-authors=etal}}</ref><ref>{{cite journal|author = Y. Cudennec|title = Synthesis and study of Cu(NO<sub>2</sub>)2(NH3)4 and Cu(NO2)2(NH3)2|journal n.= [10]European [11]Journal of Solid State and Inorganic Chemistry|volume = 30 |issue = 1-2 |pages = 77–85|year = 1993|display-authors=etal}}</ref>
 
Tembaga (II) hidroksida bersifat amfoterik ringan. Ini sedikit larut dalam alkali pekat, membentuk [Cu (OH) 4] 2 -. [12] [6]
 
Tembaga (II) hidroksida bersifat amfoterik[[amfoter]] ringan. Ini sedikit larut dalam alkali pekat, membentuk [[Cu (OH) <sub>4</sub>]<sup>2−</sup>.<ref>Pauling, 2Linus -(1970). [12]''General [6]Chemistry''. Dover Publications, Inc. (p 702).</ref><ref name=brauer/>
 
=== Reagen untuk kimia organik ===
Tembaga (II) hidroksida memiliki peran yang agak khusus dalam [[reaksi organik|sintesis organik]]. Seringkali, ketika digunakan untuk tujuan ini, disiapkan di situ dengan mencampurkan garam tembaga (II) larut dan kalium hidroksida.
 
Kadang-kadang digunakan dalam sintesis [[aril]] [[amina]]. Misalnya, tembaga (II) hidroksida mengkatalisis reaksi [[etilendiamina]] dengan 1-bromoanthraquinone atau 1-amino-4-bromoanthraquinone untuk membentuk 1 - ((2-aminoetil) amino) antrakuinon atau 1-amino-4 - ((2-aminoetil ) amino) antrakuinon, masing-masing:<ref [13]name=Tsuda>{{cite journal|doi=10.1002/047084289X.rc228|author1= Tsuda, T.|title=Copper(II) Hydroxide|journal=Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis|year=2001}}</ref>
 
:[[File:Ullmann redrawn.tif|600px|center]]
Kadang-kadang digunakan dalam sintesis aril amina. Misalnya, tembaga (II) hidroksida mengkatalisis reaksi etilendiamina dengan 1-bromoanthraquinone atau 1-amino-4-bromoanthraquinone untuk membentuk 1 - ((2-aminoetil) amino) antrakuinon atau 1-amino-4 - ((2-aminoetil ) amino) antrakuinon, masing-masing: [13]
Tembaga (II) hidroksida juga mengubah [[asam hidrazida]] menjadi asam karboksilat pada suhu kamar. Konversi ini berguna dalam sintesis [[asam karboksilat]] dengan adanya [[gugus fungsi]] rapuh lainnya. Hasilnya umumnya sangat baik seperti halnya produksi [[asam benzoat]] dan [[asam oktanoat]]: [13]<ref name=Tsuda/>
 
:[[File:Carboxylic acid synthesis .tif|600px|center]]
Ullmann digambar ulang .tif
Tembaga (II) hidroksida juga mengubah asam hidrazida menjadi asam karboksilat pada suhu kamar. Konversi ini berguna dalam sintesis asam karboksilat dengan adanya gugus fungsi rapuh lainnya. Hasilnya umumnya sangat baik seperti halnya produksi asam benzoat dan asam oktanoat: [13]
 
Sintesis asam karboksilat .tif
[[^
== Penggunaan ==
Tembaga (II) hidroksida dalam larutan amonia, yang dikenal sebagai pereaksi Schweizer, memiliki kemampuan menarik untuk melarutkan selulosa. Properti ini menyebabkannya digunakan dalam produksi rayon, serat selulosa.
6.983

suntingan