Jeringau: Perbedaan revisi

3.757 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
pemindahan dari Acorus calamus L.
k (Robot: Perubahan kosmetika)
(pemindahan dari Acorus calamus L.)
 
Dalam [[bahasa Jawa]], tumbuhan ini dikenal sebagai ''dlingo''.
 
== Nama dalam bahasa lain ==
Nama Inggris : Sweet Flag, Sweet root, Calamus Nama Indonesia : Dringo, Jerangau Nama Daerah : Jeurunger (Aceh), Jerango (Gayo), Jarango (Batak), Daringo (Sunda), Dlingo (Jawa Tengah), jaranggu (Minangkabau), Ai wahu(Ambon) (Balakumbahan, 2010).<ref>{{Cite web|url=http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:0U1BuA4-jhgJ:repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/38044/Chapter%2520II.pdf?sequence=4&isAllowed=y+&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id|title=21 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Jerangau (Acorus calamus) Jerangau merupakan tumbuhan spora air yang banyak dijumpai di k|website=webcache.googleusercontent.com|access-date=2019-06-11}}</ref>
 
== Botani ==
Dringo (''A. calamus L''.) mempunyai rimpang yang berbau wangi. Kulit rimpangnya berwarna coklat muda dengan warna putih di dalamnya. Daunnya tebal dan keras berbentuk seperti pedang. Apabila daunnya dikoyakkan akan menghasilkan bau yang wangi. Jerangau merupakan tanaman yang mengandung minyak atsiri. Tanaman jerangau berkembang biak melalui tunas rimpang yang akan tumbuh menjadi sulur serta individu tanaman baru (Anonim I, 2006).<ref>{{Cite web|url=http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:0U1BuA4-jhgJ:repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/38044/Chapter%2520II.pdf?sequence=4&isAllowed=y+&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id|title=21 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Jerangau (Acorus calamus) Jerangau merupakan tumbuhan spora air yang banyak dijumpai di k|website=webcache.googleusercontent.com|access-date=2019-06-11}}</ref>
 
== Penggunaan ==
Dringo (''A. calamus L''.) adalah salah satu tumbuhan penyusun ramuan anti malaria dan kanker serta termasuk peringkat ke–17 sebagai tumbuhan yang paling banyak digunakan pada semua ramuan di seluruh etnis yang diteliti. Hasil Ristoja 2012 menunjukkan Dringo digunakan oleh 104 etnis di Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit selain malaria dan kanker, antara lain demam, sakit perut, kecacingan, perawatan bayi dan pasca melahirkan, serta masuk angin (Wahyono dkk., 2012).<ref>{{Cite web|url=https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:CD9a0Hmqs3cJ:https://media.neliti.com/media/publications/53747-ID-none.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id|title=KERAGAMAN GENETIK DRINGO (Acorus calamus L.) BERDASARKAN INTER–SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR)|website=webcache.googleusercontent.com|access-date=2019-06-11}}</ref> Dringo (''A. calamus L''.) dimanfaatkan sebagai tanaman obat anggota famili Acoraceae. Genus Acorus hanya beranggotakan 2 spesies yaitu A. calamus and A. gramineus (Liao and Hsiao, 1998). Dringo mengandung senyawa kimia monoterpen, seskuiterpen, fenilpropanoid, flavonoid, kuinin dan senyawa α dan β-asaron (Raja et al., 2009; Yende et al., 2008).<ref>{{Cite web|url=https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:CD9a0Hmqs3cJ:https://media.neliti.com/media/publications/53747-ID-none.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id|title=KERAGAMAN GENETIK DRINGO (Acorus calamus L.) BERDASARKAN INTER–SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR)|website=webcache.googleusercontent.com|access-date=2019-06-11}}</ref> Kandungan kimia tersebut bervariasi tergantung genotipe dan level ploidi tanamannya. Dringo diploid dilaporkan tidak mengandung β-asaron, sedangkan pada triploid kadar β-asaron sebesar 3–19%. Dringo tetraploid yang berasal dari India, Taiwan dan Indonesia mengandung β-asaron mencapai 96% (McGaw et al., 2002; Bertea et al., 2005).<ref>{{Cite web|url=https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:CD9a0Hmqs3cJ:https://media.neliti.com/media/publications/53747-ID-none.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id|title=KERAGAMAN GENETIK DRINGO (Acorus calamus L.) BERDASARKAN INTER–SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR)|website=webcache.googleusercontent.com|access-date=2019-06-11}}</ref>
=== Pandangan Yahudi ===
Dalam bahasa [[Ibrani]], jeringau disebut ''qaneh besem'' (בֶּשֶׂם, BESEM, lit. manis; dan קָנֶה, QANEH), yaitu semacam tangkai atau alang-alang yang merupakan tumbuhan aromatik. Jeringau ini biasa digunakan sebagai minyak urapan dalam upacara atau ritual:
Jeringau biasanya digunakan oleh orang [[Banjar]] sebagai penghalau [[kuyang]] dan pengusir roh-roh jahat. Jeringau juga digunakan sebagai pewarna merah pada ritual [[Mangkok Merah]].
 
== PralanaPranala luar ==
http://www.sarapanpagi.org/tumbuhan-ganja-di-alkitab-vt4408.html#p24162