Buka menu utama

Perubahan

1 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
k
Perubahan kosmetik
Kisah Bahtera ini telah diuraikan secara panjang lebar di dalam berbagai [[agama Abrahamik]], yang mencampurkan solusi-solusi teoretis dengan masalah-masalah praktis semisal bagaimana cara Nuh membuang kotoran-kotoran binatang, atau dengan penafsiran-penafsiran alegoris yang mengajak manusia menuju jalan keselamatan dengan mematuhi perintah Tuhan.
 
Pada awal abad ke-18, perkembangan [[geologi]] dan [[biogeografi]] sebagai ilmu pengetahuan telah membuat sedikit sejarawan alam yang merasa mampu membenarkan penafsiran yang harafiah atas kisah Bahtera ini. Namun, para pakar kitab terus meneliti gunung dimanadi mana kapal tersebut berlabuh. Namun begitu, Alkitab menyatakan bahwa kapal itu berlabuh di daerah timur laut [[Turki]] dan Al-Qur'an berpendapat bahwa kapal itu mendarat di [[Gunung Judi]].<ref>{{Quran-s|Hud|11|44}}</ref>
 
== Naratif ==
268.871

suntingan