Buka menu utama

Perubahan

2 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
Perubahan kosmetik
Perkembangan antropologi budaya terjadi dalam konteks akhir abad ke-19, saat pertanyaan tentang kebudayaan manakah yang "[[primitif]]" dan yang mana yang "[[peradaban|beradab]]", tidak hanya ada dalam benak [[Karl Marx|Marx]] dan [[Sigmund Freud|Freud]] tetapi juga banyak orang lainnya. [[Kolonialisme]] dan prosesnya semakin sering membuat pemikir asal [[Eropa]] berhubungan, secara langsung atau tidak langsung, dengan bangsa lain yang "primitif"<ref name=":3">Renato Rosaldo, ''Culture and Truth'', Beach Press, 1993</ref>. Keadaan yang berbeda antara berbagai kelompok manusia, yang sebagian memiliki teknologi modern dan maju seperti mesin dan telegraf, sedangkan sebagian lain tidak memiliki apa-apa kecuali komunikasi tatap muka dan masih hidup dengan gaya [[Paleoliti]], menarik perhatian angkatan pertama antropolog budaya.
 
Sejajar dengan perkembangan antropologi budaya di [[Amerika Serikat]], di [[Inggris]] [[antropologi sosial]], dimanadi mana "kesosialan" merupakan paham inti yang berpusat pada penelitian mengenai kedudukan dan peranan sosial, kelompok, lembaga dan hubungan antaranya, berkembang sebagai [[disiplin]] [[akademis]]. Suatu istilah perangkum, yaitu antropologi sosial-budaya, mengacu baik ke antropologi budaya maupun sosial<ref name=":4">D. T. Campbell, "The two distinct routes beyond kin selection to ultrasociality: Implications for the Humanities and Social Sciences", ''The Nature of Prosocial Development: Theories''
and Strategies D. Bridgeman'' (ed.), pp. 11-39, Academic Press, New York, 1983''</ref>
 
Perkembangan antropologi budaya terjadi dalam konteks akhir abad ke-19, saat pertanyaan tentang kebudayaan manakah yang "[[primitif]]" dan yang mana yang "[[peradaban|beradab]]", tidak hanya ada dalam benak [[Karl Marx|Marx]] dan [[Sigmund Freud|Freud]] tetapi juga banyak orang lainnya. [[Kolonialisme]] dan prosesnya semakin sering membuat pemikir asal [[Eropa]] berhubungan, secara langsung atau tidak langsung, dengan bangsa lain yang "primitif"<ref name=":3"/>. Keadaan yang berbeda antara berbagai kelompok manusia, yang sebagian memiliki teknologi modern dan maju seperti mesin dan telegraf, sedangkan sebagian lain tidak memiliki apa-apa kecuali komunikasi tatap muka dan masih hidup dengan gaya [[Paleoliti]], menarik perhatian angkatan pertama antropolog budaya.
 
Sejajar dengan perkembangan antropologi budaya di [[Amerika Serikat]], di [[Inggris]] [[antropologi sosial]], dimanadi mana "kesosialan" merupakan paham inti yang berpusat pada penelitian mengenai kedudukan dan peranan sosial, kelompok, lembaga dan hubungan antaranya, berkembang sebagai [[disiplin]] [[akademis]]. Suatu istilah perangkum, yaitu antropologi sosial-budaya, mengacu baik ke antropologi budaya maupun sosial<ref name=":4"/>
 
== Sejarah singkat ==
268.871

suntingan