Damarwulan-Minakjinggo: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Rachmat-bot (bicara | kontrib)
k Robot: Perubahan kosmetika
LaninBot (bicara | kontrib)
k namun (di tengah kalimat) → tetapi
Baris 34:
Ancaman Blambangan semakin gawat. Minakjinggo minta penyerahan Majapahit dan Ratu Kencana Wungu (Minati Atmanegara) untuk dijadikan permaisurinya. Suatu malam, Ratu Kencana Wungu mendapat ilham, bahwa seorang pemuda bernama Damarsasongko alias Damarwulan yang dapat mengalahkan Minakjinggo, Raja Blambangan. Maka ia minta Logender untuk mencari pemuda itu. Hal ini membuat iri hati kedua putranya. Damarwulan telah dikawinkan dengan Anjasmoro diutus ke Blambangan. Begitu melihat Damarwulan, kedua istri Minakjinggo, Dewi Wahita (Wieke Widowati) dan Dewi Puyengan (Chetty Hawafara) jatuh hati padanya. Dengan bantuan kedua istri Minakjinggo, akhirnya Damarwulan berhasil memenggal kepala Minakjinggo dengan senjata Gada Besi Kuning milik Minakjinggo yang dicuri oleh Dewi Wahita. Dalam perjalanan pulang, Damarwulan dihadang Layang Seto dan layang Kumitir.
 
Damarwulan dibuang ke jurang, berhasil diselamatkan oleh arwah ayahnya. Layang Seto dan Layang Kumitir menghadap Ratu Kencana Wungu. Timbul keraguan siapakah yang membunuh Minakjinggo. Damarwulan diadu berduel melawan Layang Seto dan Layang Kumitir. Kemenangan Damarwulan mendapatkan hadiah naik tahta Majapahit dan memperistri Kencana Wungu. Atas petunjuk ayahnya Layang Kumitir bergabung dengan kerajaan lain untuk memberontak. Layang Seto membujuk dua pendekar yang masih saudara Damarwulan untuk mengalahkan Damarwulan. Timbulah perang antar saudara, namuntetapi bisa dilerai oleh arwah ayah Damarwulan. Dua pendekar tadi akhirnya bergabung dengan Damarwulan untuk menyerang para pemberontak istana Majapahit.<ref>[http://perfilman.pnri.go.id/filmografi.php?1=1&a=view&recid=FILM-M1053 Laman Damarwulan-Minakjinggo], diakses pada 10 Maret 2010</ref>
 
== Referensi ==