Kekaisaran Seleukia: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
k (cosmetic changes)
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
'''Kekaisaran Seleukia''' ({{lang-el|Σελεύκεια}}, ''{{lang|grc-Latn|Seleύkeia}}'') adalah negara [[Bangsa Yunani kuno|Yunani]]-[[Bangsa Makedonia kuno|Makedonia]] yang terbentuk melalui penaklukan [[Aleksander Agung]].<ref name=" Jones, Kenneth Raymond 2006 174 ">{{cite book|author= Jones, Kenneth Raymond|title= Provincial reactions to Roman imperialism: the aftermath of the Jewish revolt, A.D. 66-70, Parts 66-70|publisher= University of California, Berkeley|year= 2006|page=174|isbn= 0-542-82473-6, 9780542824739|quote=... and the Greeks, or at least the Greco-Macedonian Seleucid Empire, replace the Persians as the Easterners. }}</ref><ref name=" Society for the Promotion of Hellenic Studies (London, England) 1993 211 ">{{cite book|author= Society for the Promotion of Hellenic Studies (London, England)|title= The Journal of Hellenic studies, Volumes 113-114|publisher= Society for the Promotion of Hellenic Studies|year= 1993|page=211|quote= The Seleucid kingdom has traditionally been regarded as basically a Greco-Macedonian state and its rulers thought of as successors to Alexander. }}</ref><ref name=" Baskin, Judith R. ; Seeskin, Kenneth 2010 37 ">{{cite book|author= Baskin, Judith R. ; Seeskin, Kenneth|title= The Cambridge Guide to Jewish History, Religion, and Culture|publisher= Cambridge University Press|year= 2010|page=37|isbn= 0-521-68974-0, 9780521689748|quote= The wars between the two most prominent Greek dynasties, the Ptolemies of Egypt and the Seleucids of Syria, unalterably change the history of the land of Israel…As a result the land of Israel became part of the empire of the Syrian Greek Seleucids. }}</ref><ref name=" Glubb, Sir John Bagot 1967 34 ">{{cite book|author= Glubb, Sir John Bagot|title=Syria, Lebanon, Jordan|publisher=Thames & Hudson|year=1967|page=34|oclc=585939|quote= In addition to the court and the army, Syrian cities were full of Greek businessmen, many of them pure Greeks from Greece. The senior posts in the civil service were also held by Greeks. Although the Ptolemies and the Seleucids were perpetual rivals, both dynasties were Greek and ruled by means of Greek officials and Greek soldiers. Both governmennts made great efforts to attract immigrants from Greece, thereby adding yet another racial element to the population. }}</ref> Pada puncak kejayaannya, kekaisaran ini meliputi [[Anatolia]] tengah, [[Levant]], [[Mesopotamia]], [[Persia]], dan juga [[Turkmenistan]], [[Pamir Mountains|Pamir]] serta sebagian [[Pakistan]] modern.
 
Keaisaran Seleukia merupakan pusat penting [[kebudayaan Hellenistik]] yang menjaga keberlangsungan adat [[Bangsa Yunani|Yunani]] dan tempat elit politik Yunani-Makedonia mendominasi, sebagian besar di daerah perkotaan.<ref name=" Glubb, Sir John Bagot 1967 34 "/><ref name="Steven C. Hause, William S. Maltby 2004 76">{{cite book|author=Steven C. Hause, William S. Maltby|title=Western civilization: a history of European society|publisher=Thomson Wadsworth|year=2004|page=76|isbn=0-534-62164-3, 9780534621643|quote= The Greco-Macedonian Elite. The Seleucids respected the cultural and religious sensibilities of their subjects but preferred to rely on Greek or Macedonian soldiers and administrators for the day-to-day business of governing. The Greek population of the cities, reinforced until the second century BCE by emigration from Greece, formed a dominant, although not especially cohesive, elite. }}</ref><ref name=" Victor, Royce M. 2010 55 ">{{cite book|author= Victor, Royce M.|title= Colonial education and class formation in early Judaism: a postcolonial reading|publisher= Continuum International Publishing Group|year= 2010|page= 55|isbn= 0-567-24719-8, 9780567247193|quote= Like other Hellenistic kings, the Seleucids ruled with the help of their “friends” and a Greco-Macedonian elite class separate from the native populations whom they governed. }}</ref><ref name=Brit>'''Britannica''','' Seleucid kingdom'', 2008, O.Ed.</ref> Populasi Yunani di kota-kota yang menjadi elit dominan merupakan para emigran dari Yunani.<ref name=" Glubb, Sir John Bagot 1967 34 "/><ref name="Steven C. Hause, William S. Maltby 2004 76"/> Ekspansi Seleukia ke Anatolai dan [[Yunani]] secara tiba-tiba terhenti setelah [[Perang Romawi-Suriah|kekalahan Seleukia]] oleh [[Angkatan darat Romawi|pasukan Romawi]]. Usaha mereka untuk mengalahkan musuh bebuyutan mereka [[Kerajaan Ptolemaik|Mesir Ptolemaik]] dipersulit oleh tuntutan-tuntutan Romawi. Sebagian besar wilayah kekaisaran ditaklukan oleh [[Kekaisaran Parthia|bangsa Parthia]] di bawah [[Mithridates I dari Parthia]] pada pertengahan abad ke-2 SM, namuntetapi para raja Seleukia terus memerintah wilayah yang kecil di [[Suriah]] hingga invasi oleh [[Kerajaan Armenia (antiquity)|raja Armenia]] [[Tigranes Agung]] dan akhirnya Seleukia diruntuhkan oleh jenderal [[Romawi kuno|Romawi]] [[Pompeius]].
 
== Pembagian wilayah kekaisaran Aleksander (323-281 SM) ==
[[Aleksander Agung]] telah menaklukkan [[Kekaisaran Persia]] dalam waktu yang sangat singkat dan meninggal dalam usia muda. Ia meninggalkan sebuah kekaisaran yang sangat luas yang sebagian telah dipengaruhi oleh budaya Helenis, tanpa ahli waris yang dewasa. Karena itu, jenderal-jenderalnya ([[Diadokhoi]]) saling memperebutkan kekuasaan atas kekaisarannya.
 
[[Seleukos I Nikator|Seleukos]], salah seorang jenderalnya, mengangkat dirinya sendiri sebagai penguasa di [[Babilonia]] pada [[312 SM]]. Tanggal ini dijadikannya sebagai tanda pendirian Kekaisaran Seleukia. Ia memerintah bukan hanya atas Babilonia, tetapi juga atas keseluruhan wilayah timur yang luas dari Kekaisaran Aleksander. Setelah kemenangannya dan juga kemenangan [[Lysimakhos]] atas [[Antigonos Monophtalmos]] dalam [[Pertempuran Ipsus]] pada [[301 SM]], Seleukos menguasai wilayah timur [[Anatolia]] dan bagian utara [[Suriah]]. Di Suriah ia mendirikan sebuah ibu kota yang baru di [[Antiokhia di Orontes]], sebuah kota yang dinamainya sesuai dengan nama ayahnya. Sebuah ibu kota alternatif dibangun di [[Seleukia di Tigris]], di utara Babilonia. Kekaisaran Seleukia mencapai puncak keluasannya setelah ia mengalahkan orang yang pernah menjadi sekutunya Lysimakhos, pada [[Pertempuran Korupedion|Korupedion]] pada [[281 SM]]. Seleukos memperluas kekuasaannya hingga mencakup bagian barat Anatolia. Ia berharap untuk menguasai pula tanah-tanah Lysimakhus di Eropa - terutama [[Thrakia]] dan bahkan [[Makedonia]] sendiri, namuntetapi ia dibunuh oleh [[Ptolemaios Keraunos]] ketika ia tiba di Eropa. Anaknya dan penggantinya, [[Antiokhos I Soter]], terbukti tidak mampu meneruskan apa yang tidak bisa diselesaikan ooleh ayahnya dalam menaklukkan wilayah Eropa dari kekaisaran Aleksander, namuntetapi demikian ia toh tetap mewarisi sebuah wilayah yang sangat luas terdiri atas hampir semua bagian Asia dari Kekaisaran itu. Para saingannya adalah [[Antigonos II Gonatas]] di [[Makedonia]] dan [[Ptolemaios II Philadelphos]] di [[Mesir]].
 
[[Berkas: SeleucosI.jpg|jmpl|350px|kiri|Mata uang perak dari [[Seleukos I Nikator]], pendiri dari [[Dinasti Seleukid]] pada 323 SM]]
== Wilayah yang terlalu luas ==
[[Berkas:Diadochen1.png|jmpl|ka|float|300px|Kekaisaran Seleukia diperlihatkan dalam warna kuning]]
Namun demikian, bahkan sebelum kematian Seleukos, wilayah timur yang sangat luas dari Dinasti Seleukid terbukti sulit untuk dikuasai. Seleukos menyerang [[Sejarah India|India]] ([[wilayah Punjab|Punjab]] [[Sejarah Pakistan|Pakistan]] modern) pada [[304 SM]], namuntetapi dikalahkan oleh [[Chandragupta Maurya]] ([[Sandrokottos]]), pendiri [[Kekaisaran Maurya]]. Dikatakan bahwa Chandragupta menurunkan pasukan yang terdiri atas 100.000 orang dan 9.000 gajah perang, dan memaksa Seleukos untuk menyerahkan wilayah-wilayah di bagian timur dan selatan dari [[Afganistan]] sekarang. Perdamaian diperkuat oleh sebuah aliansi yang dijamin oleh pernikahan Chandragupta dengan anak perempuan Seleukos. Sebagai gantinya, Chandragupta memberikan kepadanya tidak kurang dari 500 ekor gajah, selain tentaranya sendiri yang kelak memainkan peranan penting dalam kemenangannya di Ipsus.
 
Seleukos mengutus seorang duta besar yang bernama [[Megasthenes]] ke istana Chandragupta, yang berulang kali mengunjungi [[Pataliputra]] (kini [[Patna, India|Patna]] di negara bagian Bihar), ibu kota Chandragupta. Megasthenes menulis gambaran yang terinci tentang India dan pemerintahan Chandragupta, yang sebagian telah dilestarikan bagi kita melalui [[Diodoros Sikolos]].
 
== Perang saudara dan kehancuran lebih jauh ==
Setelah kematian Antiokhos IV Epiphanes, Kekaisaran Seleukia menjadi semakin tidak stabil. Berbagai perang saudara yang kerap kali terjadi menggoyahkan kekuasaan sentral. Anak Epiphanes yang masih muda, [[Antiokhos V Eupator]], mula-mula digulingkan oleh anak Seleukos IV, [[Demetrios I Soter]] pada [[161 SM]]. Demetrios I berusaha memulikan kekuasaan Seleukia di Yudea khususnya, namuntetapi ia digulingkan pada [[150 SM]] oleh [[Aleksander Balas]] – seorang penipu yang (dengan dukungan Mesir) mengaku-ngaku sebagai anak Epiphanes. Aleksander Balas memerintah hingga [[145 SM]], ketika ia digulingkan oleh anak Demetrios I, [[Demetrios II Nikator]]. Namun demikian Demetrios II terbukti tidak mampu mengendalikan seluruh kerajaan. Sementara ia memerintah Babilonia dan Suriah bagian timur dari [[Damaskus]], sisa-sisa pendukung Balas – mula-mula mendukung anak Balas, [[Antiokhos VI]], dan kemudian mendukung jenderal yang merebut kekuasaan [[Diodotos Tryfon]] – ditahan di [[Antiokhia]].
 
Sementara itu, terlepasnya daerah kekuasaan Kekaisaran terus berlangsung. Pada [[143 SM]], orang-orang Yahudi telah sepenuhnya mengukuhkan kemerdekaan mereka. Ekspansi Parthia juga berlanjut terus. Pada [[139 SM]], Demetrios II dikalahkan dalam pertempuran oleh orang-orang Parthia dan ditangkap. Pada saat ini, keseluruhan Dataran Tinggi Iran telah jatuh ke tangan Parthia. Saudara laki-laki Demetrios Nikator, [[Antiokhos VII]], akhirnya mampu memulihkan kesatuan dan kekuatan untuk sementara waktu ke wilayah kekuasaan Seleukia, namuntetapi ia terbukti tidak setara dengan ancaman Parthia. Ia terbunuh dalam pertempuran dengan orang-orang Parthia pada [[129 SM]], yang menyebabkan keruntuhan terakhir kekuasaan Seleukia atas Babilonia. Setelah kematian Antiokhos VII, seluruh kekuasaan Seleukia praktis hancur, karena berbagai pihak memperebutkan kekuasaan atas apa yang tersisa dari wilayah Seleukia dalam perang saudara yang tidak habis-habisnya.
 
== Keruntuhan Kekaisaran Seleukia ==
268.871

suntingan