Tradisi mengikat kaki: Perbedaan antara revisi

3 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
k (Bot: Mengganti kategori yang dialihkan Artikel mengandung aksara Tionghoa menjadi Artikel mengandung aksara Han)
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
== Sejarah ==
 
Asal usul praktik ini tak diketahui secara jelas, namuntetapi diperkirakan tradisi ini telah mulai ada sejak zaman [[Dinasti Xia]]. Catatan sejarah mengenai tradisi ini mulai ditemukan sejak zaman [[Dinasti Song]].
 
Tradisi ini dibangun atas dasar pandangan masyarakat bahwa berkaki kecil adalah lambang kecantikan seorang wanita. Di zaman Dinasti Song, tradisi ini hanya dipraktikkan oleh wanita dari kelas menengah dan atas. Sampai pada zaman [[Dinasti Ming]] baru dipraktikkan secara luas oleh wanita dari [[suku Han]]. Tentunya ada beberapa pengecualian di beberapa etnis tertentu semisal etnis [[Hakka]] di mana kaum wanitanya harus turun membantu di ladang.
 
Di zaman [[Dinasti Qing]], kekaisaran mengeluarkan beberapa kali larangan untuk mengikat kaki, namuntetapi karena pengaruh tradisi ini sangat dalam sehingga larangan ini tidak begitu diindahkan di kalangan suku Han. Sedangkan tradisi ini tidak begitu populer di kalangan [[suku Manchu]].
 
== Metode ==
== Latar belakang tradisi mengikat kaki ==
 
Tradisi mengikat kaki berdasar kepada beberapa latar belakang budaya pada zaman kuno di Cina. Ini yang menyebabkan walaupun praktik ini sangat tidak manusiawi terhadap wanita, namuntetapi tetap dapat bertahan selama ribuan tahun dalam sejarah [[kebudayaan Cina]].
 
Beberapa unsur budaya yang melatar-belakangi tradisi ini adalah:
268.871

suntingan