Fosil peralihan: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
[[Berkas:Archaeopteryx lithographica (Berlin specimen).jpg|jmpl|230px|Spesimen ''[[Archaeopteryx]]'' (makhluk peralihan antara [[dinosaurus]] dan [[burung]]) yang ditemukan di [[Berlin]]. Fosil ''[[Archaeopteryx]]'' sendiri pertama kali ditemukan di London, hanya dua tahun setelah diterbitkannya ''[[On the Origin of Species]]''.]]
'''Fosil peralihan''' atau '''bentuk peralihan''' atau '''fosil transisi''' adalah sisa-sisa bentuk kehidupan yang menjadi [[fosil]] dan menunjukkan ciri-ciri dari dua kelompok [[taksonomi]] yang berbeda. Fosil peralihan merupakan fosil organisme yang berada di dekat titik percabangan ketika garis keturunan individual utama ([[kladistika|klad]]) [[Divergensi genetis|terpisah]]. Fosil peralihan memiliki ciri-ciri umum dari organisme pada kedua bagian pemisahannya, namuntetapi karena kurang lengkapnya rekaman fosil, biasanya tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti seberapa dekatnya suatu fosil peralihan dengan titik pasti pemisahannya.
 
Fosil peralihan berguna sebagai pengingat bahwa pembagian taksonomi merupakan buatan manusia yang telah diberlakukan dalam kontinum variasi. [[Daftar fosil peralihan|Banyak bukti]] mengenai keberadaan fosil peralihan, termasuk di antaranya adalah fosil peralihan antara [[Daftar fosil evolusi manusia|manusia dan primata lainnya]], antara [[tetrapoda]] dan [[ikan]], dan antara [[Asal usul burung|burung dan dinosaurus]]. Istilah "mata rantai yang hilang" sering sekali digunakan dalam tulisan-tulisan populer mengenai evolusi manusia untuk merujuk kepada celah yang dianggap ada dalam catatan evolusi hominid. Istilah ini biasanya digunakan untuk merujuk kepada setiap temuan fosil peralihan terbaru. Akan tetapi, para ilmuwan tidak menggunakan istilah "mata rantai yang hilang" karena istilah ini tidak akurat dan menyesatkan.
|colspan="2"|<small>Diagram-diagram ini menunjukkan spesies-spesies [[Homininae]] yang diketahui pada tahun-tahun tersebut. Tiap spesies ditunjukkan dalam kotak yang memperlihatkan jangkauan kapasitas kranial dari tiap spesimen spesies yang bersangkutan, dan jangkauan waktu kehidupan tiap spesies di bumi. Rangkaian diagram ini menunjukkan bagaimana "mata rantai yang hilang" atau celah antara tiap spesies dalam rekaman fosil menjadi terisi seiring ditemukannya lebih banyak fosil.</small>
|}
Pada tahun 1859, ketika buku ''[[On the Origin of Species]]'' karya [[Charles Darwin]] pertama kali diterbitkan, rekaman fosil yang ada sangatlah minim, dan Darwin mengungkapkan bahwa kurangnya fosil peralihan merupakan "tantangan yang paling jelas dan paling berbahaya terhadap teori saya", namuntetapi dia menjelaskannya dengan menghubungkannya dengan ketidaksempurnaan yang ekstrem dari rekaman geologis.<ref>{{harvnb|Darwin|1859|pp = [http://darwin-online.org.uk/content/frameset?viewtype=text&itemID=F373&pageseq=297 279–280]}}</ref> Dia mengamati koleksi yang terbatas pada waktu itu, namuntetapi menggambarkan informasi yang tersedia sebagai pola penunjuk yang mengikuti teorinya mengenai [[Evolusi|keturunan dengan perubahan]] melalui [[seleksi alam]].<ref>{{harvnb|Darwin|1859|pp = [http://darwin-online.org.uk/content/frameset?viewtype=text&itemID=F373&pageseq=359 341–343]}}</ref> Dan memang, ''[[Archaeopteryx]]'' ditemukan hanya dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1861, dan menunjukkan bentuk peralihan klasik antara [[dinosaurus]] dan [[burung]]. Sejak saat itu, banyak sekali fosil peralihan yang telah ditemukan dan kini dianggap bahwa ada banyak bukti mengenai bagaimana semua [[Kelas (biologi)|kelas]] [[vertebrata]] saling berkaitan, banyak di antaranya dalam bentuk fosil peralihan.<ref name = "NS2645">{{Cite journal|publisher = [[New Scientist]]|date = 2008-02-27|issue = 2645|pages = 35–40|url = http://www.newscientist.com/article/mg19726451.700-evolution-what-missing-link.html?full=true|title = Evolution: What missing link?|first = D|last = Prothero|ref = harv}}</ref>
 
=== Contoh ===
 
=== Peralihan vs moyang ===
Ada suatu kesalahpahaman yang disebabkan oleh suatu konsep bahwa bentuk peralihan antara dua kelompok [[taksonomi]] berbeda pastilah merupakan moyang secara langsung bagi satu atau dua kelompok keturunannya. Ini ditambah lagi oleh fakta bahwa tujuan taksonomi evolusioner adalah untuk berusaha mengidentifikasi taksa yang merupakan moyang bagi taksa lainnya. Akan tetapi, hampir tidak mungkin untuk dapat yakin bahwa setiap bentuk yang ditunjukkan dalam rekaman [[fosil]] merupakan leluhur langsung dari makhluk lainnya. Pada kenyataannya, karena evolusi merupakan suatu proses yang bercabang yang menghasilkan pola rumit mirip semak yang menunjukkan spesies yang saling berkaitan dan bukannya suatu proses linear yang menghasilkan perkembangan mirip tangga, dan karena tidak lengkapnya rekaman fosil, agak tidak mungkin jika bentuk apapun yang ditunjukkan dalam rekaman fosil merupakan leluhur langsung bagi yang lainnya. [[Kladistika]] sangat tidak menekankan konsep mengenai satu kelompok taksonomi sebagai nenek moyang bagi yang lainnya, malah menekankan konsep mengidentifikasi taksa bersaudara yang saling memiliki leluhur yang sama secara lebih terkini daripada dengan kelompok lainnya. Ada beberapa kasus pengecualian, misalnya beberapa fosil mikro [[plankton]] laut, yang mana rekaman fosilnya cukup lengkap untuk menunjukkan secara cukup yakin bahwa fosil-fosil tertentu mewakili populasi yang sebenarnya merupakan nenek moyang bagi populasi setelahnya yang merupakan sepesies yang berbeda, namuntetapi secara umum fosil peralihan dianggap memiliki ciri-ciri yang menunjukkan ciri anatomi peralihan dari leluhur bersama yang sebenarnya bagi beberapa taksa dan bukannya leluhur itu sendiri.<ref>{{harvnb|Prothero|2007|pp=133–135}}</ref>
 
== Mata rantai yang hilang ==
}}</ref> dan semakin banyak pula penemuan fosil peralihan yang dulunya dianggap sebagai "mata rantai yang hilang". Ini menjadikan istilah "mata rantai yang hilang" sebagai istilah yang tidak akurat.
 
Istlah "mata rantai yang hilang" digunakan oleh [[Charles Lyell]] dalam cara yang cukup berbeda dalam karyanya, ''Elements of Geology'', pada tahun 1851, namuntetapi menjadi terkenal dengan maknanya yang sekarang berkat kemunculan istilah ini dalam karya Lyell lainnya yang berjudul ''[[Geological Evidences of the Antiquity of Man]]'' pada tahun 1863 pada halaman xi. Pada masa itu para geolog mengabaikan penafsiran injil secara harfiah dan secara umum dipercaya bahwa akhir [[periode glasial terakhir]] menandai kemunculan pertama umat manusia, suatu pendapat yang dikemukakan oleh Lyell dalam karyanya ''Element of Geology''. Sementara itu ''Geological Evidences of the Antiquity of Man'' mendasarkan pada temuan-temuan baru untuk menempatkan asal usul manusia jauh lebih tua pada masa lalu geologis yang lebih purba. Tulisan Lyell, yang jelas dan hidup, memicu imajinasi publik, dan menginspirasi [[Jules Verne]] dalam karyanya ''[[Journey to the Center of the Earth]]'', serta menginspirasi juga edisi kedua dari ''La Terre avant le déluge'' karya [[Louis Figuier]] pada tahun 1867, yang menyertakan ilustrasi dramatis mengenai pria dan wanita purba yang mengenakan kulit binatang dan membawa-bawa kapak batu, menggantikan ilustrasi [[Taman Eden]], yang ditampilkan pada edisi pertamanya pada tahun 1863.<ref>{{harvnb|Browne|2002|pp = 130, 218, 515}}</ref>
 
Gagasan mengenai "mata rantai yang hilang" antara manusia dan hewan "yang lebih rendah" tetap tersimpan dalam imajinasi publik.<ref name="hm">{{cite web|url=http://www.hoxfulmonsters.com/2009/06/why-the-term-missing-links-is-inappropriate/|title=Why the term “missing links” is inappropriate|date=10 June 2009|publisher=Hoxful Monsters|accessdate=10 September 2011}}</ref> Konsep ini menjadi semakin terkenal dengan ditemukannya ''[[Australopithecus africanus]]'' ([[Bocah Taung]]), ''[[Australopithecus sediba]]'',<ref name="sediba">{{cite web|url=http://www.telegraph.co.uk/science/science-video/8751396/The-missing-link-scientists-discover-our-earliest-ancestors.html|title=The 'missing link' - scientists discover our 'earliest' ancestors|date=10 September 2011|publisher=The Telegraph|accessdate=10 September 2011}}</ref><ref name="zimmer2">{{cite web|title=The Verge of Human|url=http://blogs.discovermagazine.com/loom/2011/09/08/the-verge-of-human/|date=8 September 2011|author=Carl Zimmer|publisher=Discover Magazine|accessdate=10 September 2011}}</ref> ''[[Homo erectus]]'' ([[Manusia Peking]], [[Manusia Jawa]], [[Bocah Turkana]]), dan fosil-fosil [[Hominina]] lainnya.<ref name="cbc">{{cite web|url=http://www.cbc.ca/news/technology/quirks-quarks-blog/2010/04/its-not-a-missing-link.html|title=It's not a missing link|date=9 April 2010|publisher=CBC News|accessdate=10 September 2011|archiveurl=http://web.archive.org/web/20110403112645/http://www.cbc.ca/news/technology/quirks-quarks-blog/2010/04/its-not-a-missing-link.html|archivedate=3 April 2011}}</ref><ref name="zimmer">{{cite web|title=Darwinius: It delivers a pizza, and it lengthens, and it strengthens, and it finds that slipper that’s been at large under the chaise lounge for several weeks…|url=http://blogs.discovermagazine.com/loom/2009/05/19/darwinius-it-delivers-a-pizza-and-it-lengthens-and-it-strengthens-and-it-finds-that-slipper-thats-been-at-large-under-the-chaise-lounge-for-several-weeks/|date=19 March 2009|author=Carl Zimmer|publisher=Discover Magazine|accessdate=10 September 2011}}</ref>
* 'Tidak ada fosil peralihan.' Ini adalah klaim yang dinyatakan oleh kelompok-kelompok semacam [[Answers in Genesis]] dan [[Institute for Creation Research]].<ref name = "NS2645"/><ref name="Lloyd2009"/><ref name = "CC200">{{Cite web|url = http://www.talkorigins.org/indexcc/CC/CC200.html|title = Claim CC200: There are no transitional fossils.|accessdate = 2009-04-30|date = 2006-11-05|publisher = [[TalkOrigins Archive]]|last = Isaak|first = M}}</ref><ref>{{Cite web|title = The Scientific Case for Creation|url = http://www.creationscience.com/onlinebook/LifeSciences27.html|publisher = [[Walt Brown (creationist)|Center for Scientific Creation]]|accessdate = 2009-05-03}}</ref> Klaim semacam ini mungkin didasarkan pada kesalahpahaman konsep mengenai apa yang dianggap sebagai ciri-ciri peralihan.<ref name = "CC200"/> Klaim ini juga dianggap sebagai siasat yang digunakan oleh para kreasionis untuk memutarbailkkan atau mendiskreditkan teori evolusi dan disebut sebagai "kebohongan kreasionis yang paling disukai".<ref>{{cite news|last=Cockcroft|first=Lucy|title=Creationists 'peddle lies about fossil record'|url=http://www.telegraph.co.uk/earth/earthnews/3334415/Creationists-peddle-lies-about-fossil-record.html|accessdate=15 April 2011|newspaper=[[The Daily Telegraph]]|date=28 Feb 2008}}</ref> Sementara itu beberapa kreasionis memperdebatkan kurangnya bentuk peralihan.<ref>[http://creation.com/qa#bad_arguments CMI: Arguments creationists shouldn't use.]</ref>
* 'Tidak ada fosil yang ditemukan memiliki organ tubuh yang tidak berfungsi secara penuh.'<ref>{{Cite web|url = http://www.answersingenesis.org/tj/v14/i2/vestigial.asp|accessdate = 2009-04-30|date = 2000-08-01|title = Do any vestigial organs exist in humans?|last = Bergman|first = J|publisher = [[Answers in Genesis]]}}</ref> Pada kenyataanya, banyak contoh organ [[Vestigialitas|vestigial]] (tidak memiliki fungsi penuh) pada makhluk hidup, misalnya kaki paus,<ref name = "whalelegs">{{Cite web|url = http://ngm.nationalgeographic.com/ngm/data/2001/11/01/html/ft_20011101.4.html|title = Evolution of Whales @ nationalgeographic.com|publisher = [[National Geographic Society]]|accessdate = 2008-11-07}}</ref> sayap burung yang tak dapat terbang, panggul dan paru-paru ular, serta banyak sekali organ dalam tubuh manusia, di antaranya adalah [[tulang sulbi|tulang ekor]], [[Plica semilunaris dari konjungtiva|plica semilunaris]], dan [[Umbai cacing|usus buntu]].
* [[Henry M. Morris]] dan para kreasionis lainnya mengklaim bahwa evolusi memperkirakan perubahan bertahap yang berkelanjutan pada rekaman fosil, dan telah salah memahami rekaman yang hanya ada sebagian sebagai "celah sistematis". Pada kenyataannya, makhluk biologis membutuhkan keadaan yang sangat khusus dan jarang supaya dapat berubah menjadi fosil, akibatnya hanya sebagian kecil dari keseluruhan bentuk kehidupan yang pernah menghuni bumi yang dapat ditemukan dalam bentuk fosil dan tiap temuan fosil hanya merupakan satu kilasan kecil dari proses evolusi itu sendiri. Proses peralihan itu sendiri hanya dapat diilustrasikan dan dikuatkan dengan fosil peralihan, namuntetapi fosil peralihan tidak akan pernah menunjukkan satu titik pasti yang tepat berada di tengah di antara bentuk terpisah yang berbeda.<ref name = "CC200"/>
 
=== Keseimbangan bersela ===
268.871

suntingan