Cinta Puteri: Perbedaan revisi

8 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
Akibatnya saat Puteri ketahuan menjalin hubungan dengan seorang pemuda sederhana bernama Erwin (16), Retno sangat menentangnya. Ia memaksa sang putri datang ke acara makan malam I Gusti Dewa (24) seorang pangeran dari Denpasar, Bali. Namun, Puteri yang sempat bertemu Dewa di jalan raya kehilangan simpati.
 
Pasalnya ketika itu, Dewa melecehkannya dengan memberi uang sambil diantarkan ke Tokyo. Yang lebih mengejutkan, Dewa meminta Puteri menjadi istrinya dan dijanjikan bakal dipenuhi semua keinginannya. Retno berusaha membujuk, namuntetapi Puteri tetap menolak.
 
Dengan cerdik, Dewa memberikan yen Jepang dalam jumlah banyak kepada Retno supaya diperkenankan meminang Puteri dan memboyong gadis itu ke Bali. Keruan saja, Puteri yang makin kesal menolak dan mengancam bakal bunuh diri kalau sang ibu tetap nekat menikahkannya.
Beberapa waktu kemudian, Puteri mendapat tawaran syuting di Bali oleh sebuah agensi pimpinan Bagus. Karena sang ibu harus menemani adiknya Tasya (15) ujian, Puteri nekat pergi seorang diri. Ternyata semua adalah bagian dari rencana Dewa, Puteri diberi obat tidur hingga tak sadarkan diri.
 
Ketika bangun, tahu-tahu ia telah dinikahkan dengan Dewa. Retno yang terkejut berusaha menghubungi Puteri, namuntetapi oleh penjaga pribadi Dewa, sang putri dan suaminya disebut tengah berbulan madu ke Jepang. Retno tidak curiga, apalagi ia diberikan koper berisi hadiah mahal.
 
Di Bali, Puteri yang tersiksa berusaha kabur namun kerap menemui kegagalan, pasalnya Dewa dan keempat penjaga terus memantaunya secara diam-diam. Gadis itu dipaksa pulang dan terus disiksa, akibatnya Dewa semakin tertekan karena harus menanggung semuanya sendirian.
 
=== Episode 19 ===
David memarahi Vischa yang dianggap ceroboh, namuntetapi sang kekasih menjelaskan kalau dirinya telah membuat perjanjian dengan Dewa. Rupanya, Tia masih belum sadar kalau Ayu telah menukar sampel darahnya.
 
Setelah mendapatkan donor darah, keadaan Puteri mulai membaik. Begitu sadar, ada kabar lain yang telah menanti Puteri : dirinya dinyatakan positif hamil. Keruan saja, Puteri dan Dewa begitu gembira.
Ucapan itu membuat Dewi marah, ia langsung memanggil pengawal untuk membawa Ayu pergi. Begitu perayaan berakhir, tiba-tiba muncul David bersama Vischa dan Renno.
 
Awalnya Dewa berniat mengusir ketiganya, namuntetapi David mengatakan bahwa Dewa berhutang budi karena Vischa sudah memberikan darahnya pada Puteri. Kehadiran David, Ayu, dan Renno membuat Puteri ketakutan, namuntetapi Dewa berjanji bakal selalu melindunginya.
 
Ketika bangun, Puteri mendapati dirinya mengalami pendarahan. Dengan panik, Dewa membawa Puteri ke rumah sakit. Erick (38), dokter yang menangani Puteri, diancam oleh David, Vischa, Renno, dan Ayu, namuntetapi seorang jururawat bernama Wawan mendengar semuanya.
 
Wawan membantu Puteri melahirkan bayinya yang diberi nama Nirmala, kemudian memperingati Dewa dan Puteri akan bahaya yang mengancam. Kepada yang lain, Wawan mengaku kalau bayi Puteri meninggal, padahal bayi tersebut diserahkan padanya oleh Dewa untuk dirawat.
 
Meski begitu, Vischa rupanya sudah tahu kalau Puteri berbohong soal bayinya. David marah besar, namuntetapi Puteri dan Dewa tetap bungkam. Sambil bergegas, Renno mengejar Wawan ke pelabuhan.
 
Namun Wawan lebih gesit, ia berhasil menyelamatkan diri bersama Nirmala. Di tempat lain, David memasukkan Dewa dan Puteri ke dalam sebuah mobil, yang kemudian didorong ke jurang dan meledak.
Tidak terasa 2 tahun kemudian, Puteri (17) dan Dewi (18) telah tumbuh dewasa. Dewi memiliki kekasih bernama Erwin (14) yang adalah seorang playboy dan kerap ikut menindas Puteri bersama Juwita (15) dan Nina (16).
 
Puteri selalu diam dan tidak melawan, namuntetapi ia dibantu oleh sahabatnya Ricky (19) dan Rita (15). Meski kerap ditindas, Puteri selalu berusaha menutupi kesalahan Dewi dari kepala sekolahnya Krisna dan Anita sang guru. Keruan saja, Ricky curiga hal itu dilakukan karena Puteri takut dengan Dewi.
 
Suatu ketika, Dewi marah besar pada Puteri karena gadis itu diantar Ricky pulang ke rumah, ia langsung mengadu pada Retno. Diam-diam, Retno mengancam bakal mendorong Puteri dari balkon bila gadis malang itu berani mengadu pada Wawan.
268.871

suntingan