Rahwana: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
== Asal usul ==
 
Ibu Rahwana bernama [[Kaikesi]], seorang puteri Raja [[Detya]] bernama [[Sumali]]. Sumali memperoleh anugerah dari [[Brahma]] sehingga ia mampu menaklukkan para raja dunia. Sumali berpesan kepada Kekasi agar ia menikah dengan orang yang istimewa di dunia. Di antara para [[resi]], Kekasi memilih Wisrawa sebagai pasangannya. Wisrawa memperingati Kekasi bahwa bercinta di waktu yang tak tepat akan membuat anak mereka menjadi jahat, namuntetapi Kekasi menerimanya meskipun diperingatkan demikian. Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah [[brahmana]], setengah [[rakshasa]]. Saat lahir, Rahwana diberi nama "Dasanana" atau "Dasagriwa", dan konon ia memiliki sepuluh kepala. Beberapa alasan menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah pantulan dari permata pada kalung yang diberikan ayahnya sewaktu lahir, atau ada yang menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah simbol bahwa Rahwana memiliki kekuatan sepuluh tokoh tertentu.
 
== Tapa kepada Brahma ==
 
Saat masih muda, Rahwana mengadakan tapa memuja Dewa selama bertahun-tahun. Karena berkenan dengan pemujaannya, brahma muncul dan mempersilakan Rahwana mengajukan permohonan. Mendapat kesempatan tersebut, Rahwana memohon agar ia hidup abadi, namuntetapi permohonan tersebut ditolak oleh Brahma. Sebagai gantinya, Rahwana memohon agar ia kebal terhadap segala serangan dan selalu unggul di antara para [[Dewa (Hindu)|dewa]], makhluk surgawi, [[rakshasa]], [[detya]], [[danawa]], segala naga dan makhluk buas. Karena menganggap remeh manusia, ia tidak memohon agar unggul terhadap mereka. Mendengar permohonan tersebut, Brahma mengabulkannya, dan menambahkan kepandaian menggunakan senjata dewa dan ilmu sihir.
 
== Raja Alengka ==
== Penculikan Sita ==
 
Setelah pos jaga para raksasa di [[Yanasthana]] dihancurkan oleh [[Rama]] dan [[Laksmana]], berita tersebut disampaikan kepada Rahwana. Menteri Rahwana yang bernama Akampana menyarankan agar Rahwana mau menculik [[Sita]], namuntetapi niat tersebut ditolak oleh [[Marica]]. Setelah adik perempuan Rahwana yang bernama [[Surpanaka]] mengadu bahwa dua orang kesatria telah melukainya, Rahwana marah besar. Ia segera menuju ke kediaman Marica untuk meminta bantuan, tanpa memedulikan nasihat baik dari Marica. Setelah rencana disusun, Marica menyamar menjadi kijang kencana untuk mengalihkan perhatian Rama, sedangkan Rahwana menyamar menjadi seorang [[brahmana]] tua yang lemah. Ketika Rama dan Laksmana berada jauh, Rahwana segera menjangkau Sita, dan setelah itu Sita dibawa kabur. Sita disekap di taman Asoka, letaknya di dalam lingkungan istana Rahwana di [[kerajaan Alengka]]. Di sana, Rahwana berkali-kali mencoba merayu Sita namun tidak pernah berhasil.
 
== Pertempuran dan kematian ==
268.871

suntingan