Karbala: Perbedaan antara revisi

1 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
Kemasyhuran Karbala di antara kaum [[Syiah]] dikarenakan [[Pertempuran Karbala]] pada [[10 Oktober]] [[680]]. [[Husain bin Ali|Husain]] dan adiknya [[Abbas bin Ali|Abbas]] dikubur oleh seseorang dari suku Bani Asad, dan kemudian dikenal dengan nama [[Mashad al-Husain]]. Karbala berkembang di sekeliling makam tersebut.
 
Karbala dan makam itu berkembang pesat karena suksesnya para pemimpin Muslim, namuntetapi menderita kerusakan akibat diserang tentara. Makam asli dihancurkan oleh Khalifah [[Bani Abbasiyah]] [[al-Mutawakkil]] tahun [[850]] namun dibangun kembali tahun [[979]] lalu terbakar tahun [[1086]] sebelum dibangun kembali.
 
Seperti kota [[Najaf]], Karbala dilanda krisis air yang dapat terselesaikan pada awal abad ke-18 dengan membangun sebuah bendungan di kanal Husayniyya. Pada [[1737]] Karbala menggantikan [[Isfahan]] di [[Iran]] sebagai tempat tujuan utama bagi penerima beasiswa kaum Syiah. Ia mengalami kerusakan yang parah tahun [[1801]]. Setelah penyerangan itu, syekh asal Karbala mendirikan sebuah negara republik yang berakhir akibat kekuasaan [[Kesultanan Usmaniyah]] tahun [[1843]]. Peristiwa ini menyebabkan banyak pelajar dan cendekiawan pindah ke [[Najaf]], yang dijadikan sebagai pusat keagamaan Syiah..
268.871

suntingan