Garay: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
[[FileBerkas:Balangingi_Garay_ships_by_Rafael_Monleón_(1890).png|pra=https://en.wikipedia.org/wiki/File:Balangingi_Garay_ships_by_Rafael_Monle%C3%B3n_(1890).png|jmpl|250x250px|Kapal garay suku Banguingui oleh Rafael Monleón (1890)]]
'''Garay''', juga dikenal sebagai '''panco '''atau '''penjajap''', adalah kapal perang tradisional asli masyarakat Banguingui. Pada abad ke-18 dan ke-19, mereka biasanya digunakan untuk pembajakan oleh orang-orang Banguingui dan Iranun terhadap kapal dagang tidak bersenjata dan untuk menyerang permukiman pantai di wilayah sekitar Laut Sulu. Namanya berarti "tersebar" atau "pengembara" dalam bahasa Sama dari Banguingui.
[[FileBerkas:The_'Tartar'_of_Captain_Forrest_(1863).png|pra=https://en.wikipedia.org/wiki/File:The_'Tartar'_of_Captain_Forrest_(1863).png|jmpl|250x250px|Ilustrasi 1863 tentang ''Tartar'', sebuah garay dari Sulu yang dipesan Thomas Forrest pada ekspedisi tahun 1774 ke New Guinea]]<br />
 
== Sejarah ==
[[FileBerkas:Garay_sketches_by_Rafael_Monleón_(1890).png|pra=https://en.wikipedia.org/wiki/File:Garay_sketches_by_Rafael_Monle%C3%B3n_(1890).png|jmpl|333x333px|Ilustrasi ''Garay'' oleh Rafael Monleón (1890)]]
Kebanyakan garay dibangun di galangan kapal [[Parang, Sulu|Parang]], Sulu pada akhir abad ke-18. Selama awal abad ke-19, skuadron garay [[Banguingui, Sulu|Banguingui]] secara teratur mengganggu selat Palawan selatan dari bulan Maret hingga November setiap tahun. Mereka menyerbu daerah pesisir di utara [[Kalimantan]] untuk mencari budak serta memutuskan perdagangan ke [[Brunei Darussalam|Kesultanan Brunei]]. Serangan-serangan ini sangat mempengaruhi perekonomian Brunei, yang mengarah pada penurunannya. Banguingui konon memiliki pepatah: "Sulit menangkap ikan, tetapi mudah menangkap orang Kalimantan."<ref name="suluz">{{cite journal|author=James Francis Warren|year=1985|title=The Prahus of the Sulu Zone|url=http://researchrepository.murdoch.edu.au/id/eprint/18216/1/prahus.pdf|journal=Brunei Museum Journal|volume=6|pages=42&ndash;4542–45}}</ref>
 
== Deskripsi ==
Garay lebih kecil, lebih cepat, dan lebih bisa bermanuver daripada kapal perang [[lanong]] Iranun. Mereka lebih lebar dengan lambung agak bulat dengan sarat air yang dangkal. Mereka memiliki tiang ''tripod'' tunggal yang terbuat dari tiga tiang bambu, yang dilengkapi dengan [[layar tanja]]. Mereka juga memiliki layar depan dan kadang-kadang layar ''mizzen'', yang dilengkapi dengan layar cakar kepiting segitiga yang lebih kecil. Ketika angin kencang, layar utama diturunkan dan hanya layar depan dan layar ''mizzen'' yang digunakan.<ref name="warren2">{{cite book|author=James Francis Warren|title=Iranun and Balangingi: Globalization, Maritime Raiding and the Birth of Ethnicity|publisher=NUS Press|year=2002|pages=53&ndash;5653–56|isbn=9789971692421|url=https://nuspress.nus.edu.sg/products/iranun-and-balangingi}}</ref><ref name="yule">{{cite book|author=Yule, Henry & Burnell, Arthur Coke|title=Hobson-Jobson: Being a Glossary of Anglo-Indian Colloquial Words and Phrases and of Kindred Terms Etymological, Historical, Geographical and Discursive|publisher=John Murray|year=1886|page=509|url=https://books.google.com.ph/books?id=baFHAQAAMAAJ&dq=pangaio+ship&source=gbs_navlinks_s}}</ref>
 
Mereka juga didorong oleh dayung. Garay besar bisa memiliki sekitar 30 hingga 60 dayung, biasanya disusun menjadi dua baris, satu di atas yang lain. Mereka dikayuh oleh orang-orang yang termasuk dalam kasta ''alipin'', atau oleh budak yang ditangkap. Lambungnya sebagian atau seluruhnya bergeladak. Geladak terbuat dari bilah bambu yang dibelah, dibagi menjadi beberapa bagian persegi yang dapat dilepas sesuai kebutuhan. Sebagian besar panjang kapal ditutupi oleh struktur mirip rumah yang beratap daun [[nipah]]. Panggung yang ditinggikan di atas tungku tanah liat digunakan untuk memasak. Di sisi-sisi lambung ada "jembatan gantung", yang lebarnya sekitar 0,3-0,61 m. Kapal ini tidak memiliki kemudi pusat, tetapi memiliki dua dayung kemudi yang terletak di dekat buritan.<ref name="warren2" /><ref name="yule" />
Garay terbesar memiliki panjang sekitar 70 hingga 80 kaki (21 hingga 24 m) dan dapat memuat hingga 80 orang, tetapi sebagian besar garay rata-rata memiliki panjang 60 hingga 70 kaki (18 hingga 21 m) dengan sekitar 60 orang. Garay yang lebih kecil juga ada, dengan kru rata-rata 25 hingga 30 orang. Garay besar dapat berfungsi sebagai kapal induk bagi [[Kakap (perahu)|salisipan]] kecil (seperti ''banca'' tertutup, terlindung dari panah dan tombak), yang dapat membawa 15 orang tambahan.<ref name="warren2" />
 
Garay dipimpin oleh seorang nakhoda yang pada gilirannya dipimpin oleh seorang pemimpin skuadron, bernama panglima. ''Julmuri'' (sobat pertama) bertanggung jawab atas kru dan juga mengendalikan kemudi (''bausan''). Perwira lain, ''julbato'' tetap di haluan kapal dan mengawasi adanya karang dan kapal musuh. ''Julbato'' juga bertanggung jawab atas jangkar (''sao'').<ref name="galang">{{cite journal|author=Ricardo E. Galang|year=1941|title=Types of Watercraft in the Philippines|url=https://archive.org/details/act3868.0075.001.umich.edu|journal=The Philippine Journal of Science|volume=75|issue=3|pages=291&ndash;306291–306}}</ref>
 
Garay tidak memiliki cadik (tidak seperti lanong dan kapal perang karakoa lainnya). Terlepas dari ini, garay umumnya secara keliru disebut sebagai prahu atau proa (keduanya kapal cadik) dalam catatan sejarah. Namun, jembatannya dapat berfungsi sebagai semacam cadik jika mana lambung terbanjiri, menjaga kapal tetap terapung. Dalam sumber-sumber [[Suku Melayu|Melayu]], [[Suku Jawa|Jawa]], dan [[Portugal|Portugis]], garay juga kadang-kadang (secara keliru) disebut sebagai penjajap atau panco. Namun, istilah-istilah ini merujuk secara khusus pada [[Pangajava|penjajap]] (''mangaio'' dalam bahasa orang Iranun), sejenis kapal perang yang sangat panjang dan sempit yang digunakan di Nusantara. Mereka berbeda dari garay dalam lebar mereka (penjajap sangat sempit), dan penjajap besar biasanya memiliki cadik dan dua layar tanja.<ref name="warren2" /><ref name="manguin">{{cite book|editor=Geoff Wade & Li Tana|author=Pierre-Yves Manguin|chapter=Lancaran, Ghurab and Ghali: Mediterranean Impact on War Vessels of Early Modern Southeast Asia|title=Anthony Reid and the Study of the Southeast Asian Past|publisher=Institute of Southeast Asian Studies|series=|year=2012|pages=155, 158, 173|isbn=9789814311960|url=https://books.google.com.ph/books?id=XNsk7tLkMU4C&lpg=PP1&pg=PA158#v=onepage&q&f=false}}</ref>
== Lihat juga ==
 
* [[Kora-kora|Kora kora]]
* [[Lanong]]
* [[Lancaran (kapal)|Lancaran]]
* [[Pencalang]]
* [[Padewakang]]
 
== Referensi ==
<br />
<references />
 
[[Kategori:Jenis kapal]]
[[Kategori:Jenis kapal perang]]
[[Kategori:Jenis kapal layar]]
<references />
[[Kategori:Kapal layar]]
[[Kategori:Kapal perang]]