Muara Teweh: Perbedaan revisi

165 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
 
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Groepsportret bij een houten Dajak beeld in Moearatewe TMnr 60040648.jpg|jmpl|250px|Etnis Dayak di Muara Teweh di awal abad ke-20]]
 
Di kota Muara Teweh pernah terdapat benteng peninggalan Belanda. Lokasinya dahulu terletak pada lokasi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Barito Utara yang sekarang. Sebagai ibu kota Kabupaten, hingga sekitar menjelang tahun 1962 masih belum terdapat kendaraan roda empat di kota ini. Transportasi darat di dalam kota biasanya dilakukan dengan menggunakan sepeda roda dua sebagai alternatif berjalan kaki. Sedangkan hubungan transportasi dengan kota-kota lain disekitarnya, umumnya dengan memanfaatkan transportasi sungai, melalui sungai Barito. Di pinggiran sungai Barito ini dapat pula terlihat ''rumah-rumah apung'' yang dalam bahasa setempat disebut ''[[rumah lanting]]''. Kendaraan roda 4 baru masuk di kota ini sekitar tahun 1962, di mulai dengan hadirnya 1 buah mobil jeep (''Gaz'') dan 1 buah truck, kendaraan dinas yang dimiliki oleh militer.Dan di dekat teluk mati ada kapal onrush millik belanda pernah tenggelam di teluk itu