Masjid Raya Sumatra Barat: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Sampai 2012, pengerjaan pembangunan masjid telah melewati empat tahap. Tahap pertama untuk menyelesaikan struktur bangunan menghabiskan waktu dua tahun sejak dimulai pada awal tahun 2008. Tahap kedua dilanjutkan dengan pengerjaan ruang salat dan tempat wudu pada 2010. Tahap ketiga selama tahun berikutnya meliputi pemasangan keramik lantai dan eksterior masjid. Tiga tahap pertama berjalan dengan mengandalkan akomodasi APBD Sumatra Barat sebesar Rp103,871 miliar, Rp15,288 miliar, dan Rp31 miliar.<ref name=":3">http://simas.kemenag.go.id/index.php/profil/masjid/3843/</ref> Memasuki tahap keempat yang dimulai pada pertengahan 2012, pengerjaan menggunakan kontrak tahun jamak. Tahap keempat menggandalkan anggaran sebesar Rp25,5 miliar untuk menyelesaikan ''ramp'', teras yang melandai ke jalan. Pekerjaan pembangunan sempat terhenti selama tahun 2013 karena ketiadaan anggaran dari provinsi.
 
Terkait keterbatasan pendanaan, alokasi APBD Sumatra Barat untuk pembangunan masjid semula direncanakan hanya sebagai dana stimulan. Pada awalnya, panitia pembangunan yang diketuai oleh [[Marlis Rahman]] sempat menghimpun sumbangan masyarakat untuk membantu pembangunan masjid disamping melakukan kerja sama dengan pihak swasta dan negara Timur Tengah. Bantuan dari masyarakat dan perantau, termasuk donasi via [[nada sambung]] hanya berjalan untuk tahap pertama pembangunan. Adapun bantuan dari luar negeri, Pemerintah Arab Saudi telah berencana mengirimkan bantuan untuk mendukung pembangunan masjid pada tahun 2009. Namun, bantuan dari Arab Saudi bernilai 50 juta dolar Amerika Serikat datang bersamaan dengan [[gempa bumi Sumatra Barat 2009]] sehingga pemerintah pusat melalui [[Badan Perencanaan Pembangunan Nasional]] mengalihkan peruntukan bantuan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra Barat.<ref>[http://padangmedia.com/1-Berita/62885-DPRD-Akan-Panggil-BNPB-terkait-500-M-Dana-Hibah-Arab-Saudi-.html "DPRD Akan Panggil BNPB terkait 500 M Dana Hibah Arab Saudi"]. 2 Agustus 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/06/12/119573-rp-400-m-bantuan-gempa-arab-saudi-peruntukannya-ditentukan-bappenas "Rp 400 M Bantuan Gempa Arab Saudi Peruntukannya Ditentukan Bappenas"]. ''Republika''. 12 Juni 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/09/10/07/80590-arab-saudi-akan-bantu-korban-gempa-50-juta-dolar "Arab Saudi akan Bantu Korban Gempa 50 Juta Dolar"]. ''Republika''. 7 Oktober 2009.</ref><ref name=":3" />
 
Pada 2009, [[Kerajaan Arab Saudi]] telah berencana mengirimkan bantuan untuk mendukung pembangunan masjid. Namun, bantuan dari Arab Saudi bernilai 50 juta dolar Amerika Serikat datang bersamaan dengan [[gempa bumi Sumatra Barat 2009|gempa bumi yang melanda Sumatra Barat]] sehingga pemerintah pusat melalui [[Badan Perencanaan Pembangunan Nasional]] mengalihkan peruntukan bantuan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.<ref>[http://padangmedia.com/1-Berita/62885-DPRD-Akan-Panggil-BNPB-terkait-500-M-Dana-Hibah-Arab-Saudi-.html "DPRD Akan Panggil BNPB terkait 500 M Dana Hibah Arab Saudi"]. 2 Agustus 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/06/12/119573-rp-400-m-bantuan-gempa-arab-saudi-peruntukannya-ditentukan-bappenas "Rp 400 M Bantuan Gempa Arab Saudi Peruntukannya Ditentukan Bappenas"]. ''Republika''. 12 Juni 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/09/10/07/80590-arab-saudi-akan-bantu-korban-gempa-50-juta-dolar "Arab Saudi akan Bantu Korban Gempa 50 Juta Dolar"]. ''Republika''. 7 Oktober 2009.</ref><ref name=":3" />
 
Meski tidak rutin, Masjid Raya Sumbar telah mulai digunakan untuk ibadah sejak awal tahun 2012, terutama [[Salat Jumat]] dan [[Salat Id|Salat Ied]]. Masjid ini mulai menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan tingkat Sumatera Barat seperti [[Tabligh Akbar|tablig akbar]] dan pertemuan diadakan. Pemerintah provinsi memusatkan kegiatan wirid rutin jajaran [[pegawai negeri sipil]] untuk memperkenalkan masjid.<ref name="alternatif">{{cite web|url=http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/239884/masjid-raya-sumbar-alternatif-tempat-shalat-id.html|title=Masjid Raya Sumbar Alternatif Tempat Shalat Id|date=14 Agustus 2012|work=[[Lembaga Kantor Berita Nasional Antara|ANTARA]]|accessdate=21 Desember 2014}}</ref><ref name="efektivitas">{{cite web|url=http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13596:melihat-efektifitas-pengajian-di-masjid-raya-sumbar&catid=12:refleksi&Itemid=82|title=Melihat Efektivitas Pengajian di Masjid Raya Sumbar|date=21 Maret 2012|work=[[Harian Haluan]]|accessdate=21 Desember 2014}}</ref> Frekuensi pemakaian masih terbatas karena belum rampungnya fasilitas listrik dan ketiadaan air bersih.<ref name="dikebut">{{cite web|url=http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=31939|title=Pembangunan Masjid Raya Sumbar Dikebut|date=16 Juli 2012|work=[[Padang Ekspres]]|accessdate=21 Desember 2014}}</ref>