Buka menu utama

Perubahan

713 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
'''Masjid Raya Sumatra Barat '''adalah masjid terbesar di [[Sumatra Barat]], terletak menghadap [[Jalan Khatib Sulaiman, Padang|Jalan Khatib Sulaiman]], [[Padang Utara, Padang|Kecamatan Padang Utara]], [[Kota Padang|Kota Padang.]] Diawali peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007, pembangunannya tuntas pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp325–330 miliar menggunakan dana APBD Sumatra Barat dibantu [[Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia|APBN]]. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dari provinsi.
 
Meski tidak rutin, Masjid Raya Sumatra Barat telah dipusatkan sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan skala regional seperti [[Tabligh Akbar|tablig akbar]], pertemuan jemaah, dan penyelenggaraan Salat Ied hingga Salat Jumat setiap minggunya. Sejak awal tahun 2012, pemerintah provinsi memusatkan kegiatan wirid rutin jajaran [[pegawai negeri sipil]] untuk memperkenalkan masjid.<ref name="alternatif">{{cite web | url = http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/239884/masjid-raya-sumbar-alternatif-tempat-shalat-id.html | title = Masjid Raya Sumbar Alternatif Tempat Shalat Id | work = [[Lembaga Kantor Berita Nasional Antara|ANTARA]] | date = 14 Agustus 2012 | accessdate = 21 Desember 2014}}</ref><ref name="efektivitas">{{cite web | url = http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13596:melihat-efektifitas-pengajian-di-masjid-raya-sumbar&catid=12:refleksi&Itemid=82 | title = Melihat Efektivitas Pengajian di Masjid Raya Sumbar | work = [[Harian Haluan]] | date = 21 Maret 2012 | accessdate = 21 Desember 2014 }}</ref> Namun, frekuensi pemakaian masjid untuk aktivitas ibadah masih terbatas karena belum rampungnya fasilitas listrik dan ketiadaan air bersih.<ref name="dikebut">{{cite web | url = http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=31939 | title = Pembangunan Masjid Raya Sumbar Dikebut | work = [[Padang Ekspres]] | date = 16 Juli 2012 | accessdate = 21 Desember 2014 }}</ref>
 
Konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai atas, terhubung dengan teras yang melandai ke jalan. Denah masjid berbentuk persegi yang melancip di empat penjurunya, mengingatkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah [[suku Quraisy]] di Mekkah berbagi kehormatan memindahkan batu [[Hajar Aswad]]. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau [[rumah gadang|''rumah gadang'']].
 
Masjid Raya Sumatra Barat menurut rencana dibangun dengan biaya sekitar Rp500 miliar karena rancangannya didesain dengan konstruksi tahan gempa. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada 2015 meminta anggaran pembangunan dipangkas.<ref>https://sumbar.antaranews.com/berita/155751/masjid-raya-sumbar-mahal-karena-tahan-gempa</ref><ref>https://sumbar.antaranews.com/berita/155688/jk-minta-anggaran-masjid-raya-sumbar-direvisi</ref> Pemangkasan anggaran membuat desain masjid berubah, termasuk jumlah menara dari awalnya empat menjadi satu.<ref>https://www.harianhaluan.com/news/detail/62961/rp19-miliar-untuk-menara-masjid-raya</ref><ref>https://www.antaranews.com/berita/631694/masjid-sumbar-akan-dilengkapi-menara-85-meter-untuk-lihat-pemandangan</ref>
 
== Pembangunan ==
 
Terkait keterbatasan pendanaan, alokasi APBD Sumatra Barat untuk pembangunan masjid semula direncanakan hanya sebagai dana stimulan. Pada awalnya, panitia pembangunan yang diketuai oleh [[Marlis Rahman]] sempat menghimpun sumbangan masyarakat untuk membantu pembangunan masjid disamping melakukan kerja sama dengan pihak swasta dan negara Timur Tengah. Bantuan dari masyarakat dan perantau, termasuk donasi via [[nada sambung]] hanya berjalan untuk tahap pertama pembangunan. Adapun bantuan dari luar negeri, Pemerintah Arab Saudi telah berencana mengirimkan bantuan untuk mendukung pembangunan masjid pada tahun 2009. Namun, bantuan dari Arab Saudi bernilai 50 juta dolar Amerika Serikat datang bersamaan dengan [[gempa bumi Sumatra Barat 2009]] sehingga pemerintah melalui [[Badan Perencanaan Pembangunan Nasional]] mengalihkan peruntukan bantuan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra Barat.<ref>[http://padangmedia.com/1-Berita/62885-DPRD-Akan-Panggil-BNPB-terkait-500-M-Dana-Hibah-Arab-Saudi-.html "DPRD Akan Panggil BNPB terkait 500 M Dana Hibah Arab Saudi"]. 2 Agustus 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/06/12/119573-rp-400-m-bantuan-gempa-arab-saudi-peruntukannya-ditentukan-bappenas "Rp 400 M Bantuan Gempa Arab Saudi Peruntukannya Ditentukan Bappenas"]. ''Republika''. 12 Juni 2010.</ref><ref>[http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/09/10/07/80590-arab-saudi-akan-bantu-korban-gempa-50-juta-dolar "Arab Saudi akan Bantu Korban Gempa 50 Juta Dolar"]. ''Republika''. 7 Oktober 2009.</ref>
 
Meski tidak rutin, Masjid Raya Sumatra BaratSumbar telah dipusatkanmulai sebagaidigunakan tuanuntuk rumahibadah kegiatansejak awal tahun 2012, terutama [[Salat Jumat]] dan [[Salat Id|Salat Ied]]. Kegiatan keagamaan skalatingkat regionalSumatera Barat seperti [[Tabligh Akbar|tablig akbar]], pertemuan jemaah, dan penyelenggaraanpertemuan Salatdiadakan Ieddi hinggaMasjid SalatRaya Jumat setiap minggunyaSumbar. Sejak awal tahun 2012, pemerintahPemerintah provinsi memusatkan kegiatan wirid rutin jajaran [[pegawai negeri sipil]] untuk memperkenalkan masjid.<ref name="alternatif">{{cite web | url = http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/239884/masjid-raya-sumbar-alternatif-tempat-shalat-id.html | title = Masjid Raya Sumbar Alternatif Tempat Shalat Id|date=14 Agustus 2012| work = [[Lembaga Kantor Berita Nasional Antara|ANTARA]] | date = 14 Agustus 2012 | accessdate = 21 Desember 2014}}</ref><ref name="efektivitas">{{cite web | url = http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13596:melihat-efektifitas-pengajian-di-masjid-raya-sumbar&catid=12:refleksi&Itemid=82 | title = Melihat Efektivitas Pengajian di Masjid Raya Sumbar|date=21 Maret 2012| work = [[Harian Haluan]] | date = 21 Maret 2012 | accessdate = 21 Desember 2014 }}</ref> Namun, frekuensiFrekuensi pemakaian masjid untuk aktivitas ibadah masih terbatas karena belum rampungnya fasilitas listrik dan ketiadaan air bersih.<ref name="dikebut">{{cite web | url = http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=31939 | title = Pembangunan Masjid Raya Sumbar Dikebut|date=16 Juli 2012| work = [[Padang Ekspres]] | date = 16 Juli 2012 | accessdate = 21 Desember 2014 }}</ref>
 
=== Pemakaian perdana ===