Buka menu utama

Perubahan

4 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
Dalam agama Islam, kelompok anarkisme melakukan interpretasi terhadap konsep bahwa Islam adalah agama yang bercirikan penyerahan total terhadap [[Allah]] ([[bahasa Arab]] allāhu الله), yang berarti menolak peran otoritas manusia dalam bentuk apa pun. Anarkis-Islam menyatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai otoritas di bumi ini serta menolak ketaatan terhadap otoritas manusia dalam bentuk fatwa atau imam. Hal ini merupakan elaborasi atas konsep ''“tiada pemaksaan dalam beragama”''. Konsep anarkisme-islam kemudian berkembang menjadi konsep-konsep lainnya yang mempunyai kemiripan dengan ideologi sosialis seperti pandangan terhadap hak milik, penolakan terhadap riba, penolakan terhadap kekerasan dan mengutamakan ''self-defense'', dan lain-lain. Kelompok-kelompok dalam Islam yang sering diasosiasikan dengan anarkisme antara lain: [[Sufisme]] dan [[Kelompok Hashshashin]].
 
Salah seorang tokoh muslim [[anarkis]] yang berpengaruh yaitu [[Peter Lamborn Wilson]], yang selalu menggunakan nama pena Hakim Bey. Dia mengombinasikan ajaran sufisme dan neo-pagan dengan anarkisme dan [[situasionisme]]. Dia juga merupakan seorang yang terkenal dengan konsepnya ''Temporary Autonomus Zones''[http://www.hermetic.com/bey/taz_cont.html].
 
[[Yakoub Islam]], seorang anarkis muslim, pada [[25 Juni]] [[2005]] mempublikasikan ''Muslim Anarchist Charter (Piagam Muslim Anarkis)'', yang berbunyi:
Pengguna anonim