Irigasi: Perbedaan antara revisi

1 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
Dengan memanfaatkan pasang-surut air di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua dikenal apa yang dinamakan Irigasi Pasang-Surat (Tidal Irigation)[http://www.maff.go.jp/nouson/sekkei/kaigai/english/e_indonesia2.html].
Teknologi yang diterapkan di sini adalah: pemanfaatan lahan pertanian di dataran rendah dan daerah rawa-rawa, di mana air diperoleh dari sungai pasang-surut di mana pada waktu pasang air dimanfaatkan. Di sini dalam dua minggu diperoleh 4 sampai 5 waktu pada air pasang. Teknologi ini telah dikenal sejak Abad XIX. Pada waktu itu pendatang di Pulau Sumatera memanfaatkan rawa sebagai kebun kelapa. Di Indonesia terdapat 5,6 juta Ha dari 34 Ha yang ada cocok untuk dikembangkan. Hal ini bisa dihubungkan dengan pengalaman Jepang di Wilayah Sungai Chikugo untuk wilayah Kyushu, di mana di sana dikenal dengan sistem irigasi ''Ao-Shunsui'' yang mirip.
 
 
==Daftar Irigasi di Indonesia== [http://sda.pu.go.id/IRIGASI/New_irigasi2007.ASP]
Pengguna anonim