Stasiun Nganjuk: Perbedaan revisi

48 bita dihapus ,  8 bulan yang lalu
k
Update peruntukan jalur pasca aktifnya jalur ganda di lintas Nganjuk-Babadan per 30 April 2019.
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Update peruntukan jalur pasca aktifnya jalur ganda di lintas Nganjuk-Babadan per 30 April 2019.)
| ticketting = Sistem tiket ''online''; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.
Terdapat fasilitas ala [[Bandar udara|bandara]] berupa ''check-in'' mandiri untuk pencetakan ''boarding pass'' khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
| track = 4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
| platform = 3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi; tidak ada peron pulau antara jalur 2 dan 3)
* jalur 2: sepur lurus arah Madiun
* jalur 3: sepur raya jalur tunggal dari arah Madiun dan juga sepur lurus jalur ganda arah Kertosono
| platform = 3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
| parking = Ya
| boardingpass = Ya
'''Stasiun Nganjuk (NJ)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦔꦚ꧀ꦗꦸꦏ꧀}}, ''Sêtasiyun Nganjuk'') merupakan [[stasiun kereta api]] kelas I yang terletak di [[Mangundikaran, Nganjuk, Nganjuk]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +56 m ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VII Madiun]]. Stasiun ini terletak agak masuk sedikit dari [[jalan raya]] [[Nganjuk, Nganjuk|Nganjuk]]-[[Kertosono, Nganjuk|Kertosono]] dan di sebelah barat stasiun ini terdapat [[perlintasan sebidang]] yang membelah jalan menuju [[Kota Kediri|Kediri]].
 
Awalnya stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus dan jalur 4 yang jarang sekali digunakan. Setelah [[jalur ganda]] dioperasikan pada segmen lintas antaramulai dari stasiun ini danhingga [[Stasiun Baron]] dioperasikan per 14 Maret 2019 dan hingga [[Stasiun Babadan]] per 30 April 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan stasiun sebagai jalur 4 yang baru. Jalur 2 yang lama sudah dibongkar untuk perluasan peron, jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah [[Stasiun Madiun|Madiun]] saja, serta jalur 4 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur raya [[jalur tunggal]] dari arah Madiun dan jugalurus jalur ganda untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]]. Selain itu, sistem persinyalannya telah digantikandiganti dengan sistem persinyalan elektrik.
 
Arsitektur bangunan bagian depan sudah mengalami renovasi dan pemugaran walaupun masih tetap ada nuansa arsitektur [[Belanda]], sedangkan ''overkapping'' ([[kanopi]]) stasiun yang menaungi jalur 1--21–2 dan Kantor Resor Jalan Rel di samping stasiun masih terlihat kental dengan gaya Belanda. Selain itu, ruang tunggu stasiun ini berada di teras dalam serta di antara jalur 1 dan 2. Stasiun ini menggunakan selasar jalur untuk menempatkan ruang/kursi tunggu penumpang karena teras dalamnya sangat terbatas dan sempit.
 
Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan [[Jawa]], saat ini stasiun ini sedang dirombak besar-besaran.
* [[Kereta api Sri Tanjung|Sri Tanjung]], tujuan [[Stasiun Lempuyangan|Yogyakarta]] via [[Stasiun Madiun|Madiun]]-[[Stasiun Purwosari|Solo]] dan tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] bersambung [[Stasiun Banyuwangi Baru|Banyuwangi]] via [[Stasiun Jombang|Jombang]]
 
=== PersilanganPapasan dan persusulan ===
[[Kereta api Bima|KA Bima]] tujuan [[Stasiun Gambir|Jakarta]] (KA 46/43) bersilangberpapasan dengan [[Kereta api Argo Wilis|KA Argo Wilis]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] (KA 6) yang melintas langsung.
 
== Jadwal kereta api ==