Bima Haria Wibisana: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Bot: Perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 51:
Sekembalinya dari Amerika, Bima meneruskan pekerjaannya di Bappenas serta mengajar di MPKP, [[Universitas Indonesia]]. Pada tahun 1998, di era pemerintahan Presiden [[B. J. Habibie|Prof. Dr. B.J. Habibie]], Bima diberikan amanah dan dilantik oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas [[Boediono|Prof. Dr. Boediono]] sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Pengkajian Ekonomi Makro. Di tahun yang sama, lahir anak bungsu laki-laki yang diberi nama Imtinan Nadhim Pinandita. Tidak lama kemudian Bima ditugaskan sebagai Direktur Investasi Pasar Modal, dan Direktur Aparatur Negara di Bappenas.
 
Ketika Tsunami menerpa Aceh pada tahun 2004, Bima diberikan amanah sebagai Deputi Bidang Kelembagaan BRR Aceh-Nias dan dilantik di Istana Negara oleh Presiden [[Susilo Bambang Yudhoyono]]. Setelah itu, Bima kemudian ditugaskan menjadi Staf Ahli Bidang Pengembangan Kebijakan. Tugas ini diembannya hingga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh berakhir pada tahun 2009. Pada tahun 2010, bersama [[Agus Rahardjo]], Bima ditugaskan membantu [[Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah|LKPP]] dan dilantik oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas [[Armida Alisjahbana|Prof. Dr. Armida Alisjahbana]] sebagai Deputi Bidang Pengembangan SDM, dan kemudian menjadi Deputi Pengembangan Sistem Informasi dan Monev. Dalam kapasitas ini Bima memimpin sebuah tim untuk membangun ''Electronic Procurement'' dan ''e-Catalog''. Pada tahun 2012, E-Proc dan e-Catalog ini meraih penghargaan tertinggi ''FutureGov Award'' di Chiang Mai, Thailand dalam kategori ''Technology Leadership.''<ref>{{Cite web|url=http://www.unpan.org/PublicAdministrationNews/tabid/115/mctl/ArticleView/ModuleID/1467/articleId/34126/Default.aspx|title=FutureGov Awards Celebrate Government ICT Achievements -UNPAN - United Nations Public Administration Network|website=www.unpan.org|access-date=2019-04-29}}</ref>
 
Pada awal tahun 2013, Bima dipromosikan dan dilantik oleh Menpan-RB [[Azwar Abubakar|Dr. Azwar Abubakar]] menjadi Wakil Kepala BKN, dan pada bulan Mei, 2015, Bima dilantik oleh Menpan-RB Prof Dr. [[Yuddy Chrisnandi]] untuk menjalankan amanah sebagai Kepala BKN. Tugas yang penuh dengan tantangan dan masih diembannya hingga saat ini. Di BKN inilah, pada tahun 2014 Bima memperkenalkan penggunaan CAT sebagai intrumen dalam seleksi CPNS. Inovasi CAT ini tidak luput dari perhatian dunia. Pada tahun yang sama, di Kuala Lumpur, Malaysia, Bima kembali mendapatkan penghargaan ''FutureGov Award'' lainnya dalam kategori ''Best Goverment Organization''. Dalam Pertemuan Tahunan WB dan IMF di Bali pada tahun 2018, Inovasi CAT ini berhasil masuk dalam 15 besar ''World Public Sector Performance Innovations'', dan mendapat penghargaan terbaik dalam kategori C''ivil Service Management''.