Para rasul: Perbedaan revisi

6.269 bita dihapus ,  8 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|-
| Matias || Murid Yohanes Pembaptis, pengganti Yudas Iskariot || || || || 1:35-42; || 1:20-26; || ||
|}<!--
 
== Rasul-rasul lain dalam Kitab Suci Perjanjian Baru ==<!--
=== Para lelakiLelaki pengikut Yesus ===
{| class="wikitable sortable" style="text-align:left"
|-
! scope="col" style="width:200px;"|PersonOrang calledyang apostledisebut rasul
! scope="col" style="width:150px;"|WhereDalam inKitab ScriptureSuci
! scope="col" style="width:500px;"|NotesKeterangan
|-
| [[Barnabas]] || {{Bibleref2|ActsAlkitab|Kisah Para Rasul 14:14}} || —
|-
| [[AndronicusAndronikus ofdari PannoniaPanonia|AndronicusAndronikus]] anddan [[Junia (New Testament person)|JuniaYunias]] || {{Bibleref2|RomAlkitab|Roma 16:7}} || PaulPaulus statesmenyebutkan thatbahwa AndronicusAndronikus anddan JuniaYunias wereadalah "of note among the apostles." This has been traditionally interpreted in one of two ways:
* That Andronicus and Junia were "of note among the apostles," that is, distinguished apostles.<ref name="May Metzger">May, Herbert G. and Bruce M. Metzger. ''The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha''. 1977.</ref>
* That Andronicus and Junia were "well known ''among'' the apostles" meaning "well known ''to'' the apostles"
|}
 
=== Perempuan-perempuan pengikut Yesus ===
In Luke (10:38–42), [[Mary, sister of Lazarus]], is contrasted with her sister [[Martha]], who was "cumbered about many things" while Jesus was their guest, while Mary had chosen "the better part," that of listening to the master's discourse. John names her as the "one who had anointed the Lord with perfumed oil and dried his feet with her hair" (11:2). In Luke, an unidentified "sinner" in the house of a Pharisee anoints Jesus' feet. In Medieval Catholic folklore, Mary, the sister of Lazarus, was seen as the same as Mary Magdalene.
 
Other gospel writers differ as to which women witness the [[crucifixion]] and witness to the [[resurrection]]. Mark includes [[Mary Jacobe|Mary, the mother of James]] and [[Salome (disciple)|Salome]] (not to be confused with [[Salome|Salomé]] the daughter of Herodias) at the crucifixion and Salome at the tomb. John includes [[Mary, the wife of Cleopas|Mary the wife of Clopas]] at the crucifixion.
 
===The SeventyTujuh puluh murid disciples===
{{mainutama|SeventyTujuh disciplespuluh murid}}
 
The "seventy disciples" or "seventy-two disciples" (known in the [[Eastern Christianity|Eastern Christian]] traditions as the "Seventy Apostles") were early emissaries of [[Jesus]] mentioned in the [[Gospel of Luke]] {{bibleverse-nb||Luke|10:1–24}}. According to Luke, the only [[gospel]] in which they appear, Jesus appointed them and sent them out in pairs on a specific mission which is detailed in the text.
In [[Western Christianity]], they are usually referred to as [[Disciple (Christianity)|disciples]],<ref>[http://www.newadvent.org/cathen/05029a.htm Catholic Encyclopedia: Disciple]: "The disciples, in this disciples, in this context, are not the crowds of believers who flocked around Christ, but a smaller body of His followers. They are commonly identified with the seventy-two (seventy, according to the received Greek text, although several Greek manuscripts mention seventy-two, as does the Vulgate) referred to (Luke 10:1) as having been chosen by Jesus. The names of these disciples are given in several lists (Chronicon Paschale, and Pseudo-Dorotheus in Migne, P.G., XCII, 521-524; 543-545; 1061–1065); but these lists are unfortunately worthless."</ref> whereas in Eastern Christianity they are usually referred to as [[Apostle (Christian)|Apostles]].<ref>{{cite web|url=http://ocafs.oca.org/FeastSaintsLife.asp?FSID=100017|title=Synaxis of the Seventy Apostles|work=oca.org}}</ref> Using the original [[Greek language|Greek words]], both titles are descriptive, as an ''apostle'' is one sent on a [[Mission (Christian)|mission]] (the Greek uses the verb form: ''apesteilen'') whereas a ''disciple'' is a student, but the two traditions differ on the scope of the words ''apostle'' and ''disciple''.
 
=== Jati diri penulis injil ===
===Authorship of the Gospels===
{{main|Gospel|Synoptic Gospels}}
{{See also|Authorship of the Bible#Table IV: New Testament}}
The [[Gospel of Mark]] was written anonymously.{{sfn|Sanders|1995|pp=63–64}} Early Christian tradition, first attested by [[Papias of Hierapolis]], ascribes it to [[John Mark]], a companion and interpreter of the [[apostle Peter]].{{sfn|Burkett|2002|pp=155–56}} Hence its author is often called [[Mark the Evangelist|Mark]], even though most modern scholars are doubtful of the Markan tradition and instead regard the author as unknown.{{sfn|Reddish|2011|p=36}} It was probably written c. AD 66–70, during [[Nero]]'s persecution of the Christians in Rome or the Jewish revolt, as suggested by internal references to war in Judea and to persecution.{{sfn|Perkins|1998|p=241}} The author used a variety of pre-existing sources, such as conflict stories (Mark 2:1–3:6), [[apocalyptic literature|apocalyptic]] discourse (4:1–35), and collections of sayings (although not the [[Gospel of Thomas]] and probably not the [[Q source]]).{{sfn|Boring|2006|pp=13–14}}
 
AccordingMenurut totradisi Church traditionGereja, [[Luke the Evangelist]], the companionrekan ofseperjalanan PaulPaulus, isadalah believed to have authored thepenulis [[GospelInjil of LukeLukas]], thoughkendati anonymouslyinjil writtenini andtidak lackingmenyebut annama author'spenulisnya. name; but while this view is still occasionally put forward the scholarly consensus emphasises the many contradictions between Acts and the authentic Pauline letters.{{sfn|Theissen|Merz|1998|p=32}}{{sfn|Ehrman|2005|pp=172, 235}} The most probable date for its composition is aroundsekitar tahun 80 sampai tahun 80–110110 ADM, and there is evidence that it was still being revised well into the 2nd century.{{sfn|Perkins|2009|pp=250–53}}-->
 
== Pengutusan ==
=== Yesus mengutus kedua belas murid ===
{{Ayat|buku=Matius|pasal=10|ayat=5|sampaiayat=15}}, {{Ayat|buku=Markus|pasal=6|ayat=6|sampaiayat=13}}, dan {{Ayat|buku=Lukas|pasal=9|ayat=1|sampaiayat=6}} menceritakan bagaimana Yesus mengutus kedua belas muridnya kepada orang-orang Israel untuk memberitakan bahwa "Kerajaan Sorga sudah dekat", menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta, dan mengusir setan. Yesus menasihati supaya mereka tidak membawa bekal apa-apa melainkan hanya menerima tawaran tumpangan di rumah orang lain. Tidak dituliskan kapan pengutusan ini berakhir.
<!--perlu ditulis ulang-->
<!--
Ketiga [[Injil Sinoptik]] mencatat keadaan di mana beberapa murid Yesus direkrut, Matius hanya memaparkan perekrutan Simon dan Andreas serta Yakobus dan Yohanes. Ketiga Injil Sinoptik menyatakan bahwa keempat orang ini direkrut tidak seberapa lama sesudah Yesus kembali daripadang gurun usai [[Cobaan Yesus|dicobai oleh iblis]].
 
Simon dan Andreas, menurut Matius, adalah dua rasul yang pertama kali ditunjuk, dan Matius mengidentifikasi mereka sebagai [[nelayan|penjala ikan]]. Markus tidak mengidentifikasi Simon sebagai orang yang disebut juga dengan nama Petrus sampai Simon diperkenalkan secara panjang-lebar dalam narasinya, namun Matius langsung menghubungkan nama Simon dan nama Petrus begitu pertama kali tokoh itu disebut-sebut. Hal ini berefek pada ayat-ayat selanjutnya di mana Yesus memberikan nama Petrus kepada Simon. Ayat tersebut dalam Injil Markus difahami bahwa Yesus memberikan kepada Simon sebuah nama baru yaitu Petrus, sedangkan dalam Injil Matius difahami bahwa Yesus mulai menggunakan sebuah nama panggilan yang sebelumnya sudah dimiliki Simon. Baik Andreas maupun Petrus adalah nama-nama Yunani, yang menurut France merupakan refleksi sifat multikultural dari Galilea di masa itu, sekalipun terdapat bukti bahwa nama ''Andreas'' telah dipergunakan orang-orang Yahudi sebagai nama diri sejak sekurang-kurangnya tahun [[169 SM]] pada awal periode pengaruh helenisme. (Patut pula dicermati bahwa Petrus diidentifikasi oleh Paulus dalam surat-suratnya sebagai ''Kefas'', yakni padanan Bahasa Aram untuk nama Yunani ''Petrus'', baik Kefas maupun Petrus berarti "batu karang"). ''Simon'' adalah bentuk Yunani dari nama Ibrani ''Syimeon'', sebuah nama Yahudi yang umum digunakan untuk menyebut beberapa individu yang terdapat dalam karya-karya tulis sezaman seperti karya [[Flavius Yosefus|Josephus]], juga dalam [[Perjanjian Lama]].
 
Meskipun Yesus hanya secara singkat meminta mereka untuk bergabung dengannya, kedua tokoh tersebut dilukiskan serta-merta memberikan persetujuan mereka, dan menelantarkan jala mereka. Secara tradisional keserta-mertaan mereka menaati panggilan Yesus dipandang sebagai contoh dari kuasa ilahi, sekalipun pernyataan ini tidak terdapat dalam injil itu sendiri. Solusi alternatif dan yang jauh lebih biasa adalah bahwasanya Yesus sebelumnya sudah bersahabat dengan kedua orang itu, sebagaimana yang diimplikasikan oleh Injil Yohanes, yang menyatakan bahwa Andreas dan seorang murid lagi yang tidak disebutkan namanya adalah murid [[Yohanes Pembaptis]], dan mulai mengikuti Yesus segera sesudah [[Pembaptisan Yesus|Yesus dibaptis]]. Sebagai seorang [[tukang kayu]] (Markus 6:3), agaknya Yesus pernah turut membuat dan memperbaiki perahu-perahu nelayan, dan karena itu memperoleh kesempatan untuk berinteraksi serta berkawan dengan para nelayan seperti Simon dan Andreas.
 
Dari perihal Simon dan Andreas meninggalkan jala mereka itu, Albright dan Mann memperkirakan bahwa Matius menekankan pentingnya penyangkalan diri pada saat menjadi penganut Kekristenan, karena pekerjaan sebagai nelayan itu menghasilkan keuntungan, meskipun membutuhkan biaya awal yang besar, dan meninggalkan segala-galanya merupakan suatu pengorbanan yang penting. Bagaimanapun juga, sikap Simon dan Andreas yang meninggalkan apa yang secara efektif merupakan milik duniawi mereka yang terpenting itu, telah dijadikan teladan oleh para [[asketik]] Kristiani di kemudian hari.
 
Matius menggambarkan Yesus bertemu dengan Yakous dan Yohanes, juga nelayan dan kakak-beradik, segera sesudah merekrut Simon dan Andreas. Jika Matius mengidentifikasi Yakobus dan Yohanes sebagai putera-putera [[Zebedeus]], yang juga hadir dalam perahu mereka, maka Markus tidak membuat proklamasi serupa (Markus melakukannya dalam [[Injil Markus|Markus 1:19]]). Lukas menambahkan pada keterangan Matius dan Markus bahwa Yakobus dan Yohanes bekerja dalam satu tim bersama Simon dan Andreas. Matius mencatat bahwa pada saat mereka dipanggil, Yakobus dan Yohanes sedang memperbaiki jala-jala mereka, namun segera bergabung dengan Yesus tanpa ragu-ragu. Keterangan ini paralel dengan keterangan Markus dan Lukas, namun Matius mengimplikasikan bahwa kedua pria itu juga meninggalkan ayah mereka (karena dia ada dalam perahu yang ditinggalkan kedua puteranya), dan menurut Carter hal ini harus diinterpretasikan bahwa Matius memandang Yesus sebagai salah satu dari figur yang menolak struktur masyarakat patriarki tradisional, di mana sang ayah memegang kendali atas anak-anaknya; akan tetapi kebanyakan sarjana hanya menginterpretasikannya bahwa Matius bermaksud menjadikan dua kakak-beradik ini terlihat lebih berbakti daripada dua kakak-beradik sebelumnya.
 
Injil-Injil sinoptik selanjutnya menggambarkan bahwa di kemudian hari, setelah memulai karyaNya, tatkala mengajar, Yesus tertatap seorang pemungut cukai di kios cukainya. Pemungut cukai itu, menurut beberapa Injil bernama ''Lewi'', dan menurut beberapa Injil lainnya bernama ''Matius'', diminta Yesus untuk menjadi salah satu muridNya. Matius/Lewi dikatakan menerima tawaran itu kemudian mengundang Yesus untuk menghadiri sebuah jamuan makan bersama rekan-rekannya. Para pemungut cukai dipandang sebagai penjahat dalam masyarakat Yahudi, dan kaum [[Farisi]] dalam Injil-Injil Sinoptik digambarkan menanyai Yesus mengapa Dia mau saja dijamu orang-orang yang bereputasi buruk itu. Jawaban yang diberi Yesus untuk pertanyaan tersebut kini sangat terkenal: ''bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang-orang benar, melainkan orang-orang berdosa'' (Markus 2:17).-->
 
== Rasul-rasul lain ==
=== Matias ===
Sesudah Yudas Iskariot mengkhianati Kristus dan bunuh diri karena rasa bersalahnya sebelum [[Kebangkitan Yesus|kebangkitan]] Yesus, jumlah para rasul tinggal sebelas orang. Menurut ''[[Kisah Para Rasul]]'' 1:16–20, Petrus berkata, "Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu… Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini… Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.'" Jadi antara [[Kenaikan Yesus Kristus|kenaikan Kristus]] dan hari [[Pentakosta]], para rasul yang tersisa memilih rasul yang kedua belas dengan cara [[membuang undi]], cara tradisional Yahudi untuk mengetahui kehendak Allah. Undian tersebut jatuh pada [[Matias]], yang kemudian menjadi yang terakhir dari '''Kedua belas Rasul''' dalam [[Perjanjian Baru]].
21.271

suntingan