Buka menu utama

Perubahan

265 bita dihapus ,  7 bulan yang lalu
Jumlah koleksi Perpustakaan Aleksandria tidak dapat ditentukan secara pasti. Koleksinya sendiri terdiri dari gulungan-gulungan [[papirus]]. Walaupun [[kodeks]] sudah mulai digunakan setelah tahun 300 SM, tidak ada sumber sejarah yang menunjukkan bahwa Perpustakaan Aleksandria pernah mengganti gulungan-gulungannya menjadi [[perkamen]], kemungkinan karena kota Aleksandria memiliki ikatan yang kuat dengan perdagangan papirus. Sebenarnya keberadaan Perpustakaan Aleksandria sendiri secara tidak langsung menjadi penyebab pembuatan material perkamen, karena perpustakaan ini sangat butuh papirus, sehingga hanya sedikit papirus yang diekspor dari Mesir dan materi alternatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di tempat lain.<ref>Murray, S. A., (2009). The library: An illustrated history. New York: Skyhorse Publishing, hlm. 14</ref>
 
Satu karya tulisan mungkin terdiri dari beberapa gulungan, dan pembagian suatu karya menjadi "buku-buku" merupakan aspek utama dalam pekerjaan editorial. Raja [[Ptolemaios II Filadelfos]] (309–246 SM) konon pernah memasang target sebesar 500.000 gulungan untuk perpustakaan ini.<ref>Tarn, W.W. 1928. Ptolemy II. ''The Journal of Egyptian Archaeology'', 14(3/4), 246–260.</ref> Katalog ''Pinakes'' karya Kalimakos hanya tersisa dalam bentuk beberapa penggalan, dan tidak dapatTidak diketahui secara pasti seberapa besar dan seberagam apa koleksi Perpustakaan Aleksandria sebelumnya. Pada puncaknyaabad pertama SM, perpustakaan ini konon hampirdilaporkan memiliki setengah40.000 jutagulungan, 400.000 gulungan, atau bahkan 700.{{sfn|Lyons|2011|p=26}}000 Walaupungulungan. paraNamun, sejarawantidak masihdiketahui memperdebatkanada angkaberapa pastinya,banyak perkiraannyakarya berkisaryang antaradisimpan 40.000di gulunganperpustakaan ini, 400.000karena gulungan,satu dankarya bahkanbisa adaterdiri yangdari memperkirakan 700.000sejumlah gulungan.{{sfn|Wiegand|Davis|2015|p=20}}
 
Sebagai sebuah lembaga penelitian, perpustakaan ini mengisi koleksinya dengan karya-karya baru dalam bidang matematika, astronomi, fisika, ilmu alam, dan bidang-bidang lainnya. Di tempat ini para cendekiawannya berkecimpung dalam [[kritik teks]]tual. Suatu karya seringkali memiliki lebih dari satu versi, dan kritik teksual secara komparatif sangat penting untuk merekonstruksi naskah aslinya. Setelah itu, salinan naskah yang dianggap sebagai versi resmi kemudian akan dibuat untuk para cendekiawan, anggota keluarga kerajaan, dan pecinta buku yang kaya di berbagai belahan dunia, dan hal ini memberikan pemasukan bagi perpustakaan ini.<ref name="Kennedy1999">Kennedy, George. ''The Cambridge History of Literary Criticism: Classical Criticism,'' New York: University of Cambridge Press, 1999.</ref>