Buka menu utama

Perubahan

14 bita dihapus ,  8 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Bidang keilmuan di Yunani Kuno juga mengalami perubahan besar pada permulaan abad pertama SM.{{sfn|Dickey|2007|page=6}}{{sfn|Fox|1986|page=351}} Pada masa tersebut, hampir semua naskah puisi klasik sudah distandardisasi, dan karya para pujangga dari [[Zaman Klasik Yunani]] juga sudah banyak dikomentari.{{sfn|Dickey|2007|page=6}} Akibatnya, tidak banyak hal baru yang dapat dibuat oleh para ahli dari naskah-naskah tersebut.{{sfn|Dickey|2007|page=6}} Banyak ahli yang mulai melakukan sintesis dan pengerjaan ulang terhadap komentar-komentar para cendekiawan Aleksandria dari abad-abad sebelumnya, dan ini bukanlah suatu karya yang baru.{{sfn|Dickey|2007|page=6}}{{sfn|Fox|1986|page=351}}{{efn|Perubahan semacam ini juga dapat diamati dalam bidang filsafat. Banyak filsuf yang mulai menyintesis pandangan filsuf-filsuf sebelumnya daripada mencetuskan gagasan mereka sendiri.{{sfn|Fox|1986|page=351}}}} Cendekiawan-cendekiawan lain mengambil jalan lain dan mulai menulis komentar untuk puisi-puisi para penulis pascaklasik, termasuk penyair-penyair Aleksandria seperti Kalimakos dan Apolonios dari Rodos.{{sfn|Dickey|2007|page=6}} Sementara itu, tradisi kecendekiawanan Aleksandria kemungkinan dibawa ke [[Roma]] pada abad pertama SM oleh [[Tiranion dari Amisos]] (sekitar tahun 100–25 SM), salah satu murid Dionisios Traks.{{sfn|Dickey|2007|page=6}}
 
=== Terbakar akibat ulah Yulius KaesarKaisar ===
[[Berkas:César (13667960455).jpg|jmpl|Jenderal Romawi [[Julius Caesar|Yulius KaesarKaisar]] terpaksa membakar kapal-kapalnya sendiri saat terjadinya [[Pengepungan Aleksandria (47 SM)|Pengepungan Aleksandria]] pada tahun 48 SM.{{sfn|Haughton|2011}} Banyak penulis kuno yang melaporkan bahwa apinya menjalar ke Perpustakaan Aleksandria dan melalap paling tidak sebagian dari koleksi perpustakaan tersebut.{{sfn|Haughton|2011}} Namun, perpustakaan ini tampaknya berhasil bertahan sebagian atau dibangun ulang tidak lama sesudahnya.{{sfn|Haughton|2011}}]]
 
Pada tahun 48 SM, ketika [[Perang Saudara Caesar|perang saudara tengah berkecamuk]] di [[Republik Romawi]], Yulius KaesarKaisar [[Pengepungan Aleksandria (47 SM)|dikepung di Aleksandria]]. Pasukannya membakar kapal-kapal mereka sendiri untuk menahan armada yang dimiliki oleh saudara [[Kleopatra]], [[Ptolemaios XIV]].{{sfn|MacLeod|2000|page=7}}{{sfn|Haughton|2011}} Api menjalar ke daerah perkotaan yang terletak dekat dengan dermaga dan mengakibatkan kehancuran.{{sfn|Watts|2008|page=149}}{{sfn|Haughton|2011}} Seorang filsuf dan dramawan Romawi dari abad pertama Masehi yang bernama [[Seneca Muda]] pernah mengutip sebuah pernyataan dari ''[[Ab Urbe Condita Libri]]'' karya [[Livius]] (yang ditulis antara tahun 63 hingga 14 SM), yang mengatakan bahwa kebakaran tersebut menghancurkan 40.000 gulungan di Perpustakaan Aleksandria.{{sfn|MacLeod|2000|page=7}}{{sfn|Watts|2008|page=149}}{{sfn|Haughton|2011}}{{sfn|McKeown|2013|page=150}} Tokoh [[platonisme]] Yunani yang bernama [[Plutarkos]] (sekitar tahun 46–120 M) pernah menulis dalam ''Kehidupan KaesarKaisar'': "[K]etika musuh berupaya memutus komunikasi lewat laut, ia terpaksa mengalihkan ancaman tersebut dengan membakar kapal-kapalnya sendiri, yang (...) kemudian menjalar dan menghancurkan perpustakaan agung."{{sfn|Haughton|2011}} Namun, sejarawan Romawi [[Cassius Dio|Kasius Dio]] (sekitar tahun 155–235 M) menulis bahwa ada "banyak tempat" yang terbakar, termasuk bangunan-bangunan lain seperti "galangan kapal dan tempat penyimpanan gandum dan buku, yang dikatakan berjumlah besar dan merupakan yang terbaik."{{sfn|Casson|2001|page=46}}{{sfn|Watts|2008|page=149}}{{sfn|Haughton|2011}} Namun, [[Florus]] dan [[Lucan|Lukanus]] menulis bahwa yang terbakar adalah armada itu sendiri dan "rumah-rumah di dekat laut".<ref name="El-AbbadiFathallah2008">{{cite book|last=Cherf|first=William J.|editor-last1=El-Abbadi|editor-first1=Mostafa|editor-last2=Fathallah|editor-first2=Omnia Mounir|title=What Happened to the Ancient Library of Alexandria?|chapter-url=https://books.google.com/books?id=Gz2wCQAAQBAJ&pg=PA70|year=2008|publisher=BRILL|location=Leiden|isbn=978-90-474-3302-6|page=70|chapter=Earth Wind and Fire: The Alexandrian Fire-storm of 48 B.C.}}</ref>
 
Kutipan dari Kasius Dio telah menimbulkan penafsiran bahwa kebakarannya tidak menghancurkan seluruh perpustakaan, tetapi hanya tempat penyimpanan yang terletak di dekat dermaga yang dipakai oleh perpustakaan tersebut untuk menyimpan gulungan.{{sfn|Casson|2001|page=46}}{{sfn|Watts|2008|page=149}}{{sfn|Haughton|2011}}{{sfn|Tocatlian|1991|page=256}} Terlepas dari perdebatan ini, Perpustakaan Agung Aleksandria tidak hangus dilalap api.{{sfn|Casson|2001|page=46}}{{sfn|Watts|2008|page=149}}{{sfn|Haughton|2011}}{{sfn|Tocatlian|1991|page=256}} [[Strabo]] menulis bahwa ia pernah mengunjungi Mouseion sekitar tahun 20 SM, beberapa dasawarsa setelah kebakaran yang dipicu oleh pasukan Yulius KaesarKaisar, dan hal ini menyiratkan bahwa perpustakaan ini selamat dari bencana kebakaran atau dibangun lagi tak lama sesudahnya.{{sfn|Casson|2001|page=46}}{{sfn|Haughton|2011}} Walaupun begitu, cara Strabo dalam menjelaskan Mouseion menunjukkan bahwa lembaga ini sudah tidak semasyhur sebelumnya.{{sfn|Haughton|2011}} Strabo sendiri memang membicarakan Mouseion, tetapi ia tidak menyebut soal perpustakaan ini secara terpisah, sehingga terdapat kemungkinan bahwa perpustakaan ini benar-benar sudah merosot statusnya pada masa itu.{{sfn|Haughton|2011}} Nasin Mouseion setelah kunjungan Strabo tidak diketahui secara pasti.{{sfn|MacLeod|2000|page=7}}
 
Selain itu, Plutarkos mencatat dalam ''Kehidupan Markus Antonius'' bahwa pada tahun-tahun menjelang [[Pertempuran Aktion]] pada tahun 33 SM, [[Mark Antonious]] konon telah menyerahkan semua gulungan di Perpustakaan Pergamon yang berjumlah 200.000 kepada [[Kleopatra]].{{sfn|Casson|2001|page=46}}{{sfn|Watts|2008|page=149}} Plutarkos sendiri memberikan catatan bahwa sumber pernyataan ini kadang-kadang tidak dapat diandalkan, dan terdapat kemungkinan bahwa kisah ini hanyalah sebuah propaganda yang dimaksud untuk menunjukkan bahwa Markus Antonius setia kepada Kleopatra dan Mesir dan bukan kepada Roma.{{sfn|Casson|2001|page=46}} Namun, menurut pendapat Casson, kalaupun kisah ini memang dikarang, kisah tersebut tidak dapat dipercaya kecuali jika Perpustakaan Agung Aleksandria benar-benar masih ada.{{sfn|Casson|2001|page=46}} Sementara itu, Edward J. Watts berpendapat bahwa hadiah dari Markus Antonius mungkin dimaksudkan untuk mengisi kembali koleksi perpustakaan.{{sfn|Watts|2008|page=149}}