Stasiun Nganjuk: Perbedaan revisi

370 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
k
Jumlah jalur dan peron
k
k (Jumlah jalur dan peron)
| ticketting = Sistem tiket ''online''; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.
Terdapat fasilitas ala [[Bandar udara|bandara]] berupa ''check-in'' mandiri untuk pencetakan ''boarding pass'' khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
| track = 4 (jalur 3: sepur lurus)
* jalur 2: sepur lurus arah Madiun
| platform = 3 (satu peron sisi yang rendah, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang rendah)
* jalur 3: sepur raya jalur tunggal dari arah Madiun dan juga sepur lurus jalur ganda arah Kertosono
| platform = 3 (satu peron sisi yang rendah, satudan dua peron pulau yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang rendah)
| parking = Ya
| boardingpass = Ya
| persinyalan = Elektrik tipe [[Len Industri|Sinyal ''Interlocking'' Len]]-02
}}
'''Stasiun Nganjuk (NJ)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦔꦚ꧀ꦗꦸꦏ꧀}}, ''Sêtasiyun Nganjuk'') merupakan [[stasiun kereta api]] kelas I yang terletak di [[Mangundikaran, Nganjuk, Nganjuk]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +56 m ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VII Madiun]]. Stasiun ini terletak agak masuk sedikit dari [[jalan raya]] [[Nganjuk, Nganjuk|Nganjuk]]-[[Kertosono, Nganjuk|Kertosono]] dan di sebelah barat stasiun ini terdapat [[perlintasan sebidang]] yang membelah jalan menuju [[Kota Kediri|Kediri]]. Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus dan jalur 4 yang saat ini jarang sekali digunakan.
 
Awalnya stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus dan jalur 4 yang jarang sekali digunakan. Setelah [[jalur ganda]] pada segmen lintas antara stasiun ini dan [[Stasiun Baron]] dioperasikan per 14 Maret 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan sebagai jalur 4 yang baru. Jalur 2 yang lama sudah dibongkar untuk perluasan peron, jalur 3 yang lama dijadikan sebagai jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah [[Stasiun Madiun|Madiun]] saja, jalur 4 yang lama dijadikan sebagai jalur 3 yang baru sebagai sepur raya [[jalur tunggal]] dari arah Madiun dan juga jalur ganda untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]]. Selain itu, sistem persinyalannya telah digantikan dengan sinyal elektrik.
 
Arsitektur bangunan bagian depan sudah mengalami renovasi dan pemugaran walaupun masih tetap ada nuansa arsitektur [[Belanda]], sedangkan ''overkapping'' (kanopi stasiun) sepur dan Kantor Resor Jalan Rel di samping stasiun masih terlihat kental dengan gaya Belanda. Selain itu, ruang tunggu stasiun ini berada di teras dalam serta di antara jalur 1 dan 2. Stasiun ini menggunakan selasar jalur untuk menempatkan ruang/kursi tunggu penumpang karena teras dalamnya sangat terbatas dan sempit.
 
Terkait dengan pembangunan [[jalur ganda]] lintas selatan Jawa, saat ini stasiun ini sedang menjalani perombakan. Diagram tata letak stasiun ini sedang menjalani perubahandirombak besar-besaran. Setelah jalur ganda ini beroperasi, sistem persinyalan mekanik digantikan dengan sinyal elektrik terbaru produksi [[Len Industri|PT Len Industri]]. Jalur ganda antara stasiun ini dan [[Stasiun Baron]] sudah dioperasikan sejak 14 Maret 2019.
 
Kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah [[Kereta api Argo Wilis|KA Argo Wilis]] dan [[Kereta api Gaya Baru Malam Selatan|Gaya Baru Malam Selatan]].