Buka menu utama

Perubahan

2.194 bita ditambahkan ,  8 bulan yang lalu
Sebagai sebuah lembaga penelitian, perpustakaan ini mengisi koleksinya dengan karya-karya baru dalam bidang matematika, astronomi, fisika, ilmu alam, dan bidang-bidang lainnya. Di tempat ini para cendekiawannya berkecimpung dalam [[kritik teks]]tual. Suatu karya seringkali memiliki lebih dari satu versi, dan kritik teksual secara komparatif sangat penting untuk merekonstruksi naskah aslinya. Setelah itu, salinan naskah yang dianggap sebagai versi resmi kemudian akan dibuat untuk para cendekiawan, anggota keluarga kerajaan, dan pecinta buku yang kaya di berbagai belahan dunia, dan hal ini memberikan pemasukan bagi perpustakaan ini.<ref name="Kennedy1999">Kennedy, George. ''The Cambridge History of Literary Criticism: Classical Criticism,'' New York: University of Cambridge Press, 1999.</ref>
 
== CatatanTinggalan kakisejarah ==
[[File:Maqamat hariri.jpg|thumb|upright=1.3|Gambaran para cendekiawan Arab di sebuah perpustakaan di [[Baghdad]], [[Kekhalifahan Abbasiyah]]. Ilustrasi karya Yahyá al-Wasiti dari tahun 1237.]]
 
=== Zaman kuno ===
Perpustakaan Aleksandria adalah salah satu perpustakaan terbesar dan paling bergengsi pada zaman kuno, tetapi perpustakaan ini bukanlah satu-satunya perpustakaan di dunia.{{sfn|Garland|2008|page=60}}{{sfn|MacLeod|2000|pages=3, 10–11}}{{sfn|Casson|2001|page=48}} Pada akhir zaman Helenistik, hampir semua kota besar di kawasan Mediterania Timur memiliki perpustakaan umum, dan banyak kota berukuran sedang yang juga memiliki perpustakaan.{{sfn|Garland|2008|page=60}}{{sfn|MacLeod|2000|page=3}} Pada zaman Romawi, jumlah perpustakaan terus bertambah.{{sfn|Nelles|2010|page=533}} Pada abad keempat Masehi, terdapat paling tidak dua lusin perpustakaan umum di kota [[Roma]].{{sfn|Nelles|2010|page=533}}
 
Pada akhir zaman kuno, ketika agama Kristen menyebar di Kekaisaran Romawi, perpustakaan-perpustakaan Kristen dibangun dengan mengikuti model Perpustakaan Aleksandria di wilayah kekaisaran yang berbahasa Yunani.{{sfn|Nelles|2010|page=533}} Contohnya adalah [[Perpustakaan Teologi Kaisarea Maritima]], Perpustakaan Yerusalem, dan perpustakaan Kristen di Aleksandria.{{sfn|Nelles|2010|page=533}} Perpustakaan-perpustakaan ini menyimpan tulisan pagan dan Kristen,{{sfn|Nelles|2010|page=533}} dan para cendekiawan Kristen yang sedang mengkaji [[Alkitab]] menggunakan teknik [[filologi]] yang sama dengan teknik cendekiawan-cendekiawan di Perpustakaan Aleksandria dalam mengkaji teks-teks klasik Yunani.{{sfn|Nelles|2010|page=533}} Walaupun begitu, kajian Alkitab tetap diutamakan oleh mereka hingga masa [[Renaisans]].{{sfn|Nelles|2010|page=533}}
 
Namun, naskah-naskah kuno terus diturunkan hingga zaman modern bukan berkat keberadaan perpustakaan-perpustakaan besar, tetapi justru karena naskah-naskah tersebut terus disalin, pada mulanya oleh juru tulis profesional pada zaman Romawi dengan menggunakan papirus dan kemudian oleh para biarawan pada [[Abad Pertengahan]] dengan menggunakan perkamen.{{sfn|Garland|2008|page=61}}{{sfn|Nelles|2010|pages=533–534}}
 
== Rujukan ==
{{reflist}}