Perpustakaan Aleksandria: Perbedaan revisi

5.766 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
Uskup Teofilos menoleransi sekolah Hipatia dan bahkan dua murid Hipatia juga menjadi uskup di bawah wewenang Teofilos.{{sfn|Watts|2008|page=196}} Hipatia sangat disukai oleh rakyat Aleksandria{{sfn|Watts|2008|pages=195–196}} dan merupakan sosok yang berpengaruh secara politik.{{sfn|Watts|2008|pages=195–196}} Teofilos menghormati struktur politik di Aleksandria dan tidak menolak hubungan erat Hipatia dengan para [[prefek]] Romawi.{{sfn|Watts|2008|page=196}} Namun, setelah Teofilos tidak lagi berkuasa, Hipatia terseret dalam percekcokan antara Prefek Romawi di Aleksandria, [[Orestes (prefek)|Orestes]], dengan Uskup [[Sirilus|Kirilos dari Aleksandria]].{{sfn|Novak|2010|page=240}}{{sfn|Cameron|Long|Sherry|1993|pages=58–61}} Muncul desas desus yang mengatakan bahwa Hipatia adalah orang yang membuat Orestes tidak bisa rukun dengan Kirilos.{{sfn|Novak|2010|page=240}}{{sfn|Cameron|Long|Sherry|1993|page=59}} Kemudian, pada Maret 415, Hipatia dibunuh oleh gerombolan Kristen yang dipimpin oleh seorang [[lektor]] yang bernama Petrus.{{sfn|Novak|2010|page=240}}{{sfn|Cameron|Long|Sherry|1993|pages=59–61}} Hipatia tidak memiliki penerus dan sekolahnya bubar setelah ia menjemput ajalnya.{{sfn|Watts|2017|page=117}}
 
=== Sekolah dan perpustakaan lain di Aleksandria ===
Walaupun nasib Hipatia berakhir tragis, ia bukanlah satu-satunya penganut paganisme di Aleksandria, dan ia juga bukan filsuf neoplatonisme yang terakhir.{{sfn|Booth|2017|pages=151–152}}{{sfn|Watts|2017|pages=154–155}} Neoplatonisme dan paganisme masih tetap ada di Aleksandria dan wilayah Mediterania Timur selama berabad-abad setelah ia menjemput ajalnya.{{sfn|Booth|2017|pages=151–152}}{{sfn|Watts|2017|pages=154–155}} Ahli [[Egiptologi]] [[Charlotte Booth]] memberikan catatan bahwa ada banyak balai ceramah akademik baru yang dibangun di Kom el-Dikka, Aleksandria, tak lama setelah kemangkatan Hipatia, sehingga filsafat kemungkinan masih diajarkan di sekolah-sekolah Aleksandria.{{sfn|Booth|2017|page=151}} Penulis dari akhir abad kelima, [[Zakarias Skolastikos]] dan [[Aeneas dari Gaza]] sama-sama membahas "Mouseion" sebagai sesuatu yang menempati ruang fisik.{{sfn|Watts|2008|page=150}} Arkeolog telah mengidentifikasi
balai-balai ceramah dari masa ini yang berada di dekat Mouseion dari zaman Ptolemaios, dan mungkin balai-balai inilah yang dimaksud dengan "Mouseion" oleh para penulis ini.{{sfn|Watts|2008|page=150}}
 
Pada tahun 642, Aleksandria [[penaklukan Mesir oleh Muslim|direbut oleh pasukan Muslim]] yang dipimpin oleh [[Amru bin Ash]]. Beberapa sumber sejarah ber[[bahasa Arab]] menjelaskan tentang kehancuran perpustakaan ini atas perintah dari [[Khalifah]] [[Umar bin Khattab]].<ref>De Sacy, ''Relation de l’Egypte par Abd al-Latif'', Paris, 1810: "Above the column of the pillars is a dome supported by this column. I think this building was the portico where Aristotle taught, and after him his disciples; and that this was the academy that Alexander built when he built this city, and where was placed the library which Amr ibn-Alas burned, with the permission of Omar." Google books here [https://books.google.com/books?id=NGrRAAAAMAAJ]. Terjemahan De Sacy dari sini [http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4926] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20110511081440/http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4926 |date=11 Mei 2011 }}. Versi lain bisa dilihat di sini [http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4936] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100915061814/http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4936 |date=15 September 2010 }}.</ref><ref>Samir Khalil, «L’utilisation d’al-Qifṭī par la Chronique arabe d’Ibn al-‘Ibrī († 1286)», dalam Samir Khalil Samir (Éd.), Actes du IIe symposium syro-arabicum (Sayyidat al-Bīr, septembre 1998). Études arabes chrétiennes, = Parole de l'Orient 28 (2003) 551–598. An English translation of the passage in Al-Qifti by Emily Cottrell of Leiden University is at the Roger Pearse blog here [http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=5004] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20110511081446/http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=5004 |date=11 May 2011 }}</ref> [[Bar-Hebraeus]] menulis pada abad ketigabelas bahwa Umar pernah berkata kepada [[Ioannes Filoponos|Yaḥyā al-Naḥwī]]: "Jika buku-buku tersebut sesuai dengan Quran, kami tidak membutuhkannya; dan jika bertentangan dengan Quran, hancurkanlah."<ref>Ed. Pococke, hlm.181, terjemahan hlm.114. Naskah daring dapat dilihat di sini: [http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4936] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100915061814/http://www.roger-pearse.com/weblog/?p=4936 |date=15 September 2010 }}. Latin: “Quod ad libros quorum mentionem fecisti: si in illis contineatur, quod cum libro Dei conveniat, in libro Dei [est] quod sufficiat absque illo; quod si in illis fuerit quod libro Dei repugnet, neutiquam est eo [nobis] opus, jube igitur e medio tolli.” Jussit ergo Amrus Ebno’lAs dispergi eos per balnea Alexandriae, atque illis calefaciendis comburi; ita spatio semestri consumpti sunt. Audi quid factum fuerit et mirare."</ref> Para pakar dari zaman berikutnya (termasuk Romo [[Eusèbe Renaudot]] pada tahun 1793), meragukan kebenaran kisah ini akibat rentang waktu antara kejadiannya dengan masa ketika kisah tersebut ditulis, sehingga terdapat kemungkinan bahwa penulis yang membuat kutipan tersebut dengan motif politik.<ref>E. Gibbon, ''Decline and Fall'', chapter 51: "It would be endless to enumerate the moderns who have wondered and believed, but I may distinguish with honour the rational scepticism of Renaudot, (Hist. Alex. Patriarch, p. 170: ) historia ... habet aliquid ut απιστον ut Arabibus familiare est." However Butler says: "Renaudot thinks the story has an element of untrustworthiness: Gibbon discusses it rather briefly and disbelieves it." (ch.25, p.401)</ref><ref>''The civilisation of Arabs'', Book no III, 1884, reedition of 1980, hlm. 468</ref><ref>{{cite web|url=http://www.nybooks.com/articles/3517|title=The Vanished Library by Bernard Lewis|work=nybooks.com|access-date=26 November 2006|archive-url=https://web.archive.org/web/20061116003731/http://www.nybooks.com/articles/3517|archive-date=16 November 2006|dead-url=no|df=dmy-all}}</ref>{{sfn|Trumble|MacIntyre Marshall|2003|p=51|ps=.&nbsp;"Today most scholars have discredited the story of the destruction of the Library by the Muslims."}}{{sfn|MacLeod|2000|p=71|ps=.&nbsp;"The story first appears 500 years after the Arab conquest of Alexandria. John the Grammarian appears to be John Philoponus, who must have been dead by the time of the conquest. It seems, as shown above, that both of the Alexandrian libraries were destroyed by the end of the fourth century, and there is no mention of any library surviving at Alexandria in the Christian literature of the centuries following that date. It is also suspicious that Omar is recorded to have made the same remark about books found by the Arab during their conquest of Iran."}}
 
== Catatan kaki ==