Agnostisisme: Perbedaan antara revisi

3.998 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Membalikkan revisi 14874509 oleh 223.255.231.147 (bicara))
Tag: Pembatalan
Tidak ada ringkasan suntingan
Agnostisisme adalah suatu pandangan bahwa ada atau tidaknya Tuhan, Ilahi, atau supranatural itu tidak diketahui atau tidak dapat diketahui.<ref name="Hepburn">{{cite encyclopedia |title=Agnosticism |first=Ronald W. |last=Hepburn |publisher=MacMillan Reference USA (Gale) |editor=Donald M. Borchert |origyear=1967 |year=2005 |edition=2nd |encyclopedia=[[Encyclopedia of Philosophy|The Encyclopedia of Philosophy]] |volume=1 |page=92 |isbn=0-02-865780-2 |quote=In the most general use of the term, agnosticism is the view that we do not know whether there is a God or not.}} (page 56 in 1967 edition)</ref><ref name="RoweRoutledge">{{cite encyclopedia |url=https://books.google.com/?id=VQ-GhVWTH84C&pg=PA122&dq=agnosticism+routledge |title=Agnosticism |first=William L. |last=Rowe |authorlink=William L. Rowe |encyclopedia=[[Routledge Encyclopedia of Philosophy]] |isbn=978-0-415-07310-3 |publisher=Taylor & Francis |year=1998 |editor=Edward Craig |quote=In the popular sense, an agnostic is someone who neitthoher believes nor disbelieves in God, whereas an atheist disbelieves in God. In the strict sense, however, agnosticism is the view that human reason is incapable of providing sufficient rational grounds to justify either the belief that God exists or the belief that God does not exist. In so far as one holds that our beliefs are rational only if they are sufficiently supported by human reason, the person who accepts the philosophical position of agnosticism will hold that neither the belief that God exists nor the belief that God does not exist is rational.}}</ref><ref>{{cite dictionary |dictionary=OED Online, 3rd ed. |entry=agnostic, agnosticism |publisher=Oxford University Press |date=September 2012 <!--|accessdate=July 22, 2013--> |quote='''agnostic'''. : '''A'''. n[oun]. :# A person who believes that nothing is known or can be known of immaterial things, especially of the existence or nature of God. :# In extended use: a person who is not persuaded by or committed to a particular point of view; a sceptic. Also: person of indeterminate ideology or conviction; an equivocator. : '''B.''' adj[ective]. :# Of or relating to the belief that the existence of anything beyond and behind material phenomena is unknown and (as far as can be judged) unknowable. Also: holding this belief. :# a. In extended use: not committed to or persuaded by a particular point of view; sceptical. Also: politically or ideologically unaligned; non-partisan, equivocal. '''agnosticism''' n. The doctrine or tenets of agnostics with regard to the existence of anything beyond and behind material phenomena or to knowledge of a First Cause or God.}}</ref>
'''Agnostisisme''' adalah suatu pandangan [[filsafat]] bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan [[teologi]], [[metafisika]], keberadaan Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas.<ref name=Hepburn>
{{Cite encyclopedia
| title=Agnosticism
| first=Ronald W. | last=Hepburn | authorlink=
| publisher=MacMillan Reference USA (Gale) | editor=Donald M. Borchert
| origyear=1967 | year=2005 | edition=2nd
| encyclopedia=[[Encyclopedia of Philosophy|The Encyclopedia of Philosophy]] | volume=Vol. 1 | page=92 | isbn=0-02-865780-2
| quote=Dalam penggunaan paling umum istilah ini, ''agnosticism'' adalah pandangan bahwa kita tidak tahu apakah ada Allah atau tidak.}}
(halaman 56 dalam edisi 1967)
</ref><ref>
{{cite dictionary
| dictionary=OED Online, 3rd ed.
| entry=agnostic, agnosticism
| publisher=Oxford University Press
| date=September 2012
| accessdate=2013-07-22
| quote='''agnostic'''.
'''A'''. kata benda.
* 1. Orang yang percaya bahwa tidak ada yang diketahui atau dapat diketahui dari hal-hal non-material, khususnya keberadaan atau hakikat Allah.
* 2. Dalam penggunaan lebih lanjut: orang yang tidak terbujuk atau berkomitmen terhadap suatu sudut pandang tertentu; seorang skeptik. Juga: orang yang mempunyai idelogi atau keyakinan tidak tentu (''indeterminate''); seorang ''equivocator''.
 
Seorang ahli Biologi Inggris, [[Thomas Henry Huxley]], yang mencetuskan istilah agnostik ini pada tahun 1869 mengatakan "Secara sederhana ini bermakna bahwa seseorang tidak sepatutnya mengatakan kalau dirinya tahu atau percaya pada sesuatu yang dirinya tidak memiliki dasar ilmiah untuk mengklaim tahu atau percaya (pada hal itu)." Beberapa pemikir awal telah menulis karya-karya yang isinya mendukung cara pandang agnostik ini, salah satunya Sanjaya Belatthaputta, seorang filsuf India dari abad ke 5 SM, yang menyatakan agnostisisme-nya tentang segala bentuk kehidupan setelah mati.<ref>{{cite web|url=http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.02.0.than.html |title=Samaññaphala Sutta: The Fruits of the Contemplative Life |others=a part of the Digha Nikaya translated in 1997 by Thanissaro Bhikkhu |quote=If you ask me if there exists another world (after death),&nbsp;... I don't think so. I don't think in that way. I don't think otherwise. I don't think not. I don't think not not. |archiveurl=https://www.webcitation.org/6NFylf86U?url=http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/dn/dn.02.0.than.html |archivedate=February 9, 2014 |deadurl=no |df=mdy }}</ref><ref name="Bhaskar 1972">Bhaskar (1972).</ref><ref name="Ridgeon2003">{{cite book |author=Lloyd Ridgeon |title=Major World Religions: From Their Origins To The Present |url=https://books.google.com/books?id=AubFD0B-a7AC&pg=PA63 |date=March 13, 2003 |publisher=Taylor & Francis |isbn=978-0-203-42313-4 |pages=63–}}</ref> Dan Protagoras, seorang filsuf Yunani yang menyatakan agnostisisme-nya tentang keberadaan "Dewa-Dewa".<ref name="Protagoras">{{cite encyclopedia|url=http://www.iep.utm.edu/protagor/ |title=The Internet Encyclopedia of Philosophy&nbsp;– Protagoras (c. 490&nbsp;– c. 420 BCE) |accessdate=July 22, 2013 |archiveurl=https://www.webcitation.org/6N5BAlO9r?url=http://www.iep.utm.edu/protagor/ |archivedate=February 2, 2014 |quote=While the pious might wish to look to the gods to provide absolute moral guidance in the relativistic universe of the Sophistic Enlightenment, that certainty also was cast into doubt by philosophic and sophistic thinkers, who pointed out the absurdity and immorality of the conventional epic accounts of the gods. Protagoras' prose treatise about the gods began "Concerning the gods, I have no means of knowing whether they exist or not or of what sort they may be. Many things prevent knowledge including the obscurity of the subject and the brevity of human life." |deadurl=no |df=mdy }}</ref> Dan Nasadiya Sukta dalam Rigveda yang agnostik terhadap awal mula alam semesta.<ref name="patri">{{cite web|url=http://www.positiveatheism.org/india/s1990a22.htm |title=Progress of Atheism in India: A Historical Perspective |publisher=Atheist Centre 1940–1990 Golden Jubilee |date=February 1990 |accessdate=June 29, 2014 |author=Patri, Umesh and Prativa Devi |archiveurl=https://www.webcitation.org/6Qh9396tk?url=http://www.positiveatheism.org/india/s1990a22.htm |archivedate=June 29, 2014 |deadurl=yes |df=mdy }}</ref><ref name="Treharne2012">{{cite book |author=Trevor Treharne |title=How to Prove God Does Not Exist: The Complete Guide to Validating Atheism |url=https://books.google.com/books?id=JtOzmf_5zLcC&pg=PA34 |year=2012 |publisher=Universal-Publishers |isbn=978-1-61233-118-8 |pages=34 ff.}}</ref><ref name="Schwab2012">{{cite book |author=Helmut Schwab |title=Essential Writings: A Journey Through Time: A Modern "De Rerum Natura" |url=https://books.google.com/books?id=8aIKEESkEqoC&pg=PT77 |date=December 10, 2012 |publisher=iUniverse |isbn=978-1-4759-6026-6 |pages=77 ff.}}</ref>
'''B.''' kata sifat.
* 1. Berkaitan dengan kepercayaan bahwa keberadaan segala sesuatu di luar atau di balik gejala material adalah tidak diketahui dan (sejauh dapat dipertimbangkan) tidak dapat diketahui. Juga: menganut kepercayaan ini.
2.
* a. Dalam penggunaan lebih lanjut: tidak berkomitmen atau terbujuk oleh suatu sudut pandang tertentu; skeptikal. Juga: secara politik atau ideologi tidak berpihak; non-partisan, ''equivocal''.
 
Menurut filsuf William L. Rowe, "agnostisisme adalah pandangan bahwa akal manusia tidak mampu untuk memberikan dasar rasional yang cukup untuk membenarkan keyakinan bahwa Tuhan itu ada ''maupun'' keyakinan bahwa Tuhan itu tidak ada"<ref name="RoweRoutledge"/>{{br}}Agnostisisme adalah kepercayaan atau prinsip dari agnostik mengenai eksistensi dari segala hal yang diluar atau dibalik dari fenomena material atau pengetahuan tentang Sebab Pertama atau Tuhan, dan bukanlah suatu agama.
'''agnosticism''', n. Doktrin atau tenet orang agnostik terkait keberadaan segala sesuatu di luar atau di balik gejalan material atau pengetahuan Sebab Pertama atau Allah.}}
 
</ref> Seorang '''agnostik''' mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi dasar yang dapat diverifikasi secara rasional. Filsuf William L. Rowe menyatakan bahwa dalam arti sempit, bagaimanapun agnostisisme adalah pandangan bahwa manusia saat ini tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan dan/atau alasan untuk memberikan landasan secara rasional yang cukup untuk membenarkan keyakinan bahwa dewa/tuhan baik melakukan atau tidak ada.<ref name=RoweRoutledge>
{{TOC limit|4}}
{{cite encyclopedia
| url=http://books.google.ca/books?id=VQ-GhVWTH84C&pg=PA122&dq=agnosticism+routledge&hl=en&ei=huJITffyII6CsQOZ2eCkCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCgQ6AEwAA
| title=Agnosticism
| first=William L. | last=Rowe | authorlink=William L. Rowe
| encyclopedia=[[Routledge Encyclopedia of Philosophy]] | isbn=978-0-415-07310-3 | publisher=Taylor & Francis | year=1998
| editor=Edward Craig
| quote=Dalam makna populer, seorang ''agnostic'' adalah orang yang percaya maupun tidak percaya akan Allah, sedangkan seorang [[ateis]] tidak percaya akan Allah. Namun, dalam makna sempit, ''agnosticism'' adalah pandangan bahwa akal manusia tidak mampu memberikan alasan rasional yang memadai untuk memutuskan kepercayaan apakah Allah ada atau kepercayaan apakah Allah tidak ad. Sejauh ini orang memegang bahwa kepercayaan kami adalah rasional hanya jika mereka cukup didukung oleh akan manusia, orang yang menerima posisi filsafat ''agnosticism'' tidak akan memegang kepercayaan bahwa Allah ada atau kepercayaan bahwa Allah tidak ada itu sesuatu yang rasional.}}
</ref> Dalam kedua hal ini maka agnostikisme mengandung unsur skeptisisme.{{br}}
 
== Etimologi ==
Agnostisisme berasal dari perkataanbahasa Yunani kuno ''gnostein'' (artinya "tahu; mengetahui") dan ''a'' (artinya "tidak").
Arti [[harafiah|harfiahnya]] "seseorang yang tidak mengetahui".{{br}}
Agnostisisme bukan [[sinonim]] dari [[ateisme]].
 
== Definisi agnostitisme ==
Menurut filsuf William L. Rowe, dalam arti populer seorang "agnostik" adalah seseorang yang tidak percaya atau mendustakan keberadaan dewa atau dewi, sedangkan teis dan ateis masing-masing adalah orang percaya dan tidak percaya akan keberadaan sosok [[Tuhan]], tetapi bahwa dalam agnostisisme arti sempit adalah pandangan bahwa akal manusia tidak mampu secara rasional membenarkan keyakinan tentang apa yang dilakukan [[Tuhan]] atau juga apakah [[Tuhan]] itu ada atau tidak.<ref name="RoweRoutledge/">
{{cite encyclopedia|url=http://books.google.ca/books?id=VQ-GhVWTH84C&pg=PA122&dq=agnosticism+routledge&hl=en&ei=huJITffyII6CsQOZ2eCkCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCgQ6AEwAA|title=Agnosticism|first=William L.|last=Rowe|authorlink=William L. Rowe|encyclopedia=[[Routledge Encyclopedia of Philosophy]]|isbn=978-0-415-07310-3|publisher=Taylor & Francis|year=1998|editor=Edward Craig|quote=Dalam makna populer, seorang ''agnostic'' adalah orang yang percaya maupun tidak percaya akan Allah, sedangkan seorang [[ateis]] tidak percaya akan Allah. Namun, dalam makna sempit, ''agnosticism'' adalah pandangan bahwa akal manusia tidak mampu memberikan alasan rasional yang memadai untuk memutuskan kepercayaan apakah Allah ada atau kepercayaan apakah Allah tidak ad. Sejauh ini orang memegang bahwa kepercayaan kami adalah rasional hanya jika mereka cukup didukung oleh akan manusia, orang yang menerima posisi filsafat ''agnosticism'' tidak akan memegang kepercayaan bahwa Allah ada atau kepercayaan bahwa Allah tidak ada itu sesuatu yang rasional.}}
</ref><ref>
 
Thomas Henry Huxley mengatakan:
3

suntingan