Kekhalifahan Umayyah: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler VisualEditor
 
}}
'''Bani Umayyah''' ([[bahasa Arab]]: '''بنو أمية''', ''BaniBanu Umayyah'', '''Dinasti Umayyah''') atau '''Kekhalifahan Umayyah''', adalah [[Khalifah|kekhalifahan]] [[Islam]] pertama setelah masa [[Khulafaur Rasyidin]] yang memerintah dari [[661]] sampai [[750]] di [[Jazirah Arab]] dan sekitarnya (beribukota di [[Damaskus]]); serta dari [[756]] sampai [[1031]] di [[Kordoba, Spanyol|Cordoba]], [[Spanyol]] sebagai [[Kekhalifahan Kordoba|Kekhalifahan Cordoba]]. Nama dinasti ini dirujuk kepada [[Umayyah bin 'Abd asy-Syams]], kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu [[Muawiyah bin Abu Sufyan]] atau kadangkala disebut juga dengan Muawiyah I. Nadiya
 
== Genealogi ==
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman [[Al-Walid bin Abdul-Malik]]. Masa pemerintahan al-Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari [[Afrika Utara]] menuju wilayah barat daya, benua [[Eropa]], yaitu pada tahun 711 M. Setelah [[Aljazair]] dan [[Maroko]] dapat ditundukan, [[Tariq bin Ziyad]], pemimpin pasukan [[Islam]], dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara [[Maroko]] (magrib) dengan benua [[Eropa]], dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama [[Gibraltar]] (Jabal Thariq). Tentara [[Spanyol]] dapat dikalahkan. Dengan demikian, [[Spanyol]] menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota [[Spanyol]], [[Cordoba]], dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti [[Seville]], [[Elvira]] dan [[Toledo]] yang dijadikan ibu kota [[Spanyol]] yang baru setelah jatuhnya Cordoba. Pasukan [[Islam]] memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.
 
Di zaman [[Umar bin Abdul-Aziz]], serangan dilakukan ke [[PrancisPerancis]] melalui pegunungan [[Pirenia]]. Serangan ini dipimpin oleh [[Aburrahman bin Abdullah al-Ghafiqi]]. Ia mulai dengan menyerang [[Bordeaux]], [[Poitiers]]. Dari sana ia mencoba menyerang [[Tours]]. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota [[Tours]], al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke [[Spanyol]]. Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah ([[mediterania]]) juga jatuh ke tangan [[Islam]] pada zaman Bani Umayyah ini.
 
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi [[Spanyol]], [[Afrika Utara]], [[Syria]], [[Palestina]], [[Jazirah Arab]], [[Irak]], sebagian [[Asia Kecil]], [[Persia]], [[Afganistan]], daerah yang sekarang disebut [[Pakistan]], [[Turkmenistan]], [[Uzbekistan]], dan [[Kirgistan]] di [[Asia Tengah]].
Setelah itu, gerakan-gerakan lain yang dilancarkan oleh kelompok [[Khawarij]] dan [[Syi'ah]] juga dapat diredakan. Keberhasilan ini membuat orientasi pemerintahan Bani Umayyah mulai dapat diarahkan kepada pengamanan daerah-daerah kekuasaan di wilayah timur (meliputi kota-kota di sekitar [[Asia Tengah]]) dan wilayah [[Afrika]] bagian utara, bahkan membuka jalan untuk menaklukkan [[Spanyol]] ([[Al-Andalus]]). Selanjutnya hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada masa pemerintahan Khalifah [[Umar bin Abdul-Aziz]] (717-720 M), di mana sewaktu diangkat sebagai khalifah, menyatakan akan memperbaiki dan meningkatkan negeri-negeri yang berada dalam wilayah [[Islam]] agar menjadi lebih baik daripada menambah perluasannya, di mana pembangunan dalam negeri menjadi prioritas utamanya, meringankan zakat, kedudukan [[mawali]] disejajarkan dengan [[Arab]]. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, namun berhasil menyadarkan golongan [[Syi'ah]], serta memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.
 
== KemunduranPenurunan ==
Sepeninggal [[Umar bin Abdul-Aziz]], kekuasaan Bani Umayyah dilanjutkan oleh [[Yazid bin Abdul-Malik]] (720- 724 M). Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian, pada masa itu berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis, masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid bin Abdul-Malik cendrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan khalifah berikutnya, [[Hisyam bin Abdul-Malik]] (724-743 M). Bahkan pada masa ini muncul satu kekuatan baru dikemudian hari menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan itu berasal dari kalangan [[Bani Hasyim]] yang didukung oleh golongan mawali. Walaupun sebenarnya Hisyam bin Abdul-Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Akan tetapi, karena gerakan oposisi ini semakin kuat, sehingga tidak berhasil dipadamkannya.
 
Dalam proses penaklukan ini dimulai dengan kemenangan pertama yang dicapai oleh [[Tariq bin Ziyad]] membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Kemudian pasukan Islam di bawah pimpinan [[Musa bin Nushair]] juga berhasil menaklukkan [[Sidonia]], [[Karmona]], [[Seville]], dan [[Merida]] serta mengalahkan penguasa kerajaan [[Goth]], [[Theodomir]] di [[Orihuela]], ia bergabung dengan Thariq di [[Toledo]]. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari [[Zaragoza]] sampai [[Navarre]].
 
Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah [[Umar bin Abdul-Aziz]] tahun 99 H/717 M, di mana sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan [[Pirenia]] dan [[PrancisPerancis Selatan]]. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada [[Al-Samah]], tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada [[Abdurrahman bin Abdullah al-Ghafiqi]]. Dengan pasukannya, ia menyerang kota [[Bordeaux]], [[Poitiers]] dan dari sini ia mencoba menyerang kota [[Tours]], di kota ini ia ditahan oleh [[Charles Martel]], yang kemudian dikenal dengan [[Pertempuran Tours]], al-Ghafiqi terbunuh sehingga penyerangan ke [[PrancisPerancis]] gagal dan tentara muslim mundur kembali ke [[Spanyol]].
 
Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang [[Islam]], kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Goth bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama [[Yahudi]] yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama [[Kristen]]. Yang tidak bersedia disiksa, dan dibunuh secara brutal.
* [[716]] M- Serangan ke [[Konstantinopel]].
* [[717]] M- [[Umar bin Abdul-Aziz]] menjadi khalifah. Reformasi besar-besaran dijalankan.
* [[725]] M- Tentara Islam merebut [[Nimes]] di [[PrancisPerancis]].
* [[749]] M- Kekalahan tentara Ummayyah di [[Kufah]], [[Iraq]] terhadap tentara [[Abbasiyyah]].
* [[750]] M- [[Damsyik]] direbut oleh tentara [[Abbasiyyah]]. Kejatuhan Kekhalifahan Bani Ummaiyyah.
# [[Muawiyah bin Yazid|Muawiyah II]] bin [[Yazid bin Muawiyah|Yazid]], 64-65 H / [[683]]-[[684]] M
# [[Marwan bin al-Hakam|Marwan I]] bin [[Hakam bin Abi al Ash|al-Hakam]], 65-66 H / [[684]]-[[685]] M
# [[Abdullah bin Zubair|Abdullah]] bin [[Zubair bin Awwam]], (peralihan pemerintahan, bukan Bani Umayyah).
# [[Abdul-Malik bin Marwan|Abdul-Malik]] bin [[Marwan bin al-Hakam|Marwan]], 66-86 H / [[685]]-[[705]] M
# [[Al-Walid bin Abdul-Malik|Al-Walid I]] bin [[Abdul-Malik bin Marwan|Abdul-Malik]], 86-97 H / [[705]]-[[715]] M
Pengguna anonim