Tanjung Raja, Ogan Ilir: Perbedaan revisi

k
k (Bot: Perubahan kosmetika)
|nama camat=Benhur Sayuti, S.Sos, M.Si
|kepadatan=598 jiwa/km²
|provinsi=SumateraSumatra Selatan
}}
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een bankje in het v.Limburg Stirum Park langs de weg van Tandjoengradja naar Palembang, augustus 1926, TMnr 60014503.jpg|jmpl|300px|Dua orang Belanda dalam taman Van Limburg Stirum di jalan dari Tanjung Raja ke Palembang (1926)]]
'''Tanjung Raja''' adalah sebuah [[kecamatan]] tertua di [[Kabupaten Ogan Ilir]], [[SumateraSumatra Selatan]], [[Indonesia]].
 
Awal mulanya kecamatan ini meliputi Kecamatan Rantau Alai, Rantau Panjang, Sungai Pinang, dan beberapa desa yang sekarang menjadi wilayah Kecamatan Indralaya Selatan. Letak kota kecil ini strategis terletak di jalur perlintasan timur SumateraSumatra menjadikan wilayahnya sebagai Kota Transit. Salah satu yang menjadikan ''icon'' kecil kota ini adalah ''Pindang Tulang Pegagan''-nya yang terkenal lezat dan sedap. Penduduk kecamatan Tanjung Raja mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecil sebagai PNS serta penduduk di wilayah ini bersuku bangsa Pegagan, Kayuagung, dan jawa, sedangkan bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Palembang, Bahasa Pegagan, dan Kayuagung.
 
Kecamatan Tanjung Raja merupakan salah satu kota terbesar selain Indralaya dari segi aspek sosial, budaya, perekonomian, penduduk, dan kota kecil yang mandiri, maju, dan sejahtera masyarakatnya. Dan apabila nantinya Indralaya menjadi Kota Madya di lingkungan Provinsi SumateraSumatra Selatan, Tanjung Raja mungkin akan sebagai ibukota penggantinya.
 
== Penduduk ==
232.686

suntingan