Leonardus Benyamin Moerdani: Perbedaan revisi

k
(Kecabangan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Dalam upaya untuk menghadapi ancaman dari [[Darul Islam]], [[Kolonel]] [[Alex Evert Kawilarang]], Panglima TT/III Siliwangi membentuk Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (KESKO TT III). Keberhasilan mereka menarik Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta untuk mendukung pembentukan Satuan [[Pasukan Khusus]]. Dengan demikian, pada tahun 1954, Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) dibentuk. Moerdani ditugaskan sebagai pelatih bagi para prajurit yang ingin bergabung dengan KKAD dan diangkat sebagai Kepala Biro Pengajaran. Pada tahun 1956, KKAD mengalami perubahan nama menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Tidak lama setelah itu, Moerdani diangkat menjadi Komandan Kompi.{{sfn|Pour|2007|p=42}}
 
Sebagai anggota RPKAD, Moerdani menjadi bagian dari pertempuran untuk menekan [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI), kelompok separatis yang berbasis di SumateraSumatra. Pada bulan Maret 1958, Moerdani diterjunkan ke bawah di belakang garis musuh di [[Pekanbaru]] dan [[Medan]] untuk mempersiapkan dasar bagi ABRI untuk mengambil alih dua kota. Sebulan kemudian, pada tanggal 17 April 1958, Moerdani mengambil bagian dalam Operasi 17 Agustus, sebuah operasi yang memukul para pemberontak PRRI.{{sfn|Pour|2007|p=60–69}} Tugas Moerdani berikutnya adalah untuk mengurus Piagam Perjuangan Semesta ([[Permesta]]), kelompok separatis lain di Sulawesi. Mirip dengan apa yang dia lakukan di SumateraSumatra, Moerdani dan pasukannya meletakkan dasar bagi semua serangan terhadap Permesta yang kemudian menyerah pada bulan Juni 1958.
 
Setelah penyerahan diri PRRI dan Permesta, Moerdani, ditempatkan di [[Aceh]]. Pada awal 1960, ia mempertimbangkan untuk menjadi pilot pesawat Angkatan Darat tetapi dibujuk oleh [[Ahmad Yani]] yang mengirimnya ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Sekolah Infanteri Angkatan Darat Amerika Serikat di [[Fort Benning]]. Di sana, Moerdani mengambil bagian dalam Kursus Lanjutan Perwira Infanteri dan berlatih dengan 101st Airborne Division.
 
=== Kostrad ===
Langkah Moerdani dari RPKAD ke Kostrad adalah hal yang tiba-tiba dan belum ada posisi yang disiapkan untuknya. Posisi pertamanya adalah sebagai seorang perwira Operasi dan Biro Pelatihan. Peruntungannya berubah ketika [[Letnan Kolonel]] [[Ali Moertopo]] mengetahui bahwa ia adalah bagian dari Kostrad. Setelah berkenalan dengan Moerdani selama operasi di Irian Barat, Ali mengakui potensi Moerdani dan ingin lebih mengembangkan hal itu. Kebetulan, Ali pada saat itu adalah Asisten Intelijen Komando Tempur 1, salah satu unit Kostrad yang ditempatkan di SumateraSumatra dalam persiapan untuk meng[[invasi]] Malaysia. Ali merekrut Moerdani menjadi Wakil Asisten Intelijen dan memberinya pengalaman pertama kerja [[intelijen]].
 
Selain menjadi Wakil Asisten Intelijen, Moerdani juga menjadi bagian dari tim intelijen Operasi Khusus (Opsus). Tugasnya adalah untuk mengumpulkan informasi intelijen di [[Malaysia]] dari [[Bangkok]] ia menyamar menjadi penjual tiket [[Garuda Indonesia]].{{sfn|Pour|2007|p=141–142}}
232.686

suntingan