Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  8 bulan yang lalu
k
Di Jawa berdiri juga kerajaan Buddha yaitu [[Syailendra|Kerajaan Syailendra]], tepatnya di [[Jawa Tengah]] sekarang, meskipun tidak sebesar Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini berdiri pada tahum [[775]]-[[850]], dan meninggalkan peninggalan berupa beberapa candi-candi Buddha yang masih berdiri hingga sekarang antara lain [[Candi Borobudur]], [[Candi Mendut]] dan [[Candi Pawon]]. Setelah itu pada tahun [[1292]] hingga [[1478]], berdiri [[Kerajaan Majapahit]] yang merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang ada di Indonesia. Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh [[Hayam Wuruk]] dan [[Maha Patih]]nya, [[Gajah Mada]]. Namun karena terjadi perpecahan internal dan juga tidak adanya penguasa pengganti yang menyamai kejayaan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, maka Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran. Setelah keruntuhan kerajaan Majapahit, maka kerajaan Hindu-Buddha mulai tergeser oleh kerajaan-kerajaan Islam.
 
Dari mula masuknya agama Buddha di Nusantara terutama pada masa Kerajaan Sriwijaya, mayoritas penduduk pada daerah tersebut merupakan pemeluk agama Buddha, terutama pada daerah Nusantara bagian Jawa dan SumateraSumatra. Namun, setelah berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, jumlah pemeluk agama Buddha semakin berkurang karena tergantikan oleh agama Islam baru yang dibawa masuk ke Nusantara oleh pedagang-pedagang yang bermukim di daerah pesisir. Jumlah umat Buddha di Indonesia juga tidak berkembang pada masa [[penjajahan Belanda]] maupun [[penjajahan Jepang]]. Bahkan pada masa [[Sejarah Nusantara (1509-1602)|penjajahan Portugis]], umat Buddha di Indonesia semakin berkurang karena bangsa Eropa juga membawa [[misionaris]] untuk menyebarkan agama [[Kristen]] di Nusantara.
 
=== Kerajaan Sriwijaya ===
[[Berkas:Srivijaya Empire id.svg|jmpl|250px|Wilayah kekuasaan [[Kerajaan Sriwijaya]] sekitar abad ke-8.]]
[[Berkas:Stupa Borobudur.jpg|jmpl|250px|[[Stupa]] Buddha di [[Candi Borobudur]] yang dibangun [[Dinasti Syailendra]].]]
Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan maritim yang berada di [[SumateraSumatra]], namun kekuasaannya mencapai [[Jawa]], [[Kalimantan]], [[Sulawesi]], [[Semenanjung Malaya]], [[Thailand]], [[Kamboja]] dan lainnya. Sriwijaya berasal dari [[bahasa Sanskerta]], ''sri'' adalah "bercahaya" dan ''vijaya'' adalah "kemenangan". Kerajaan Sriwijaya mula-mula berdiri sekitar tahun [[600]] dan bertahan hingga tahun [[1377]].
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang sempat terlupakan, yang kemudian dikenalkan kembali oleh sarjana Prancis, bernama [[George Cœdès]] pada tahun 1920-an<ref name="Kerajaan Sriwijaya">[http://melayuonline.com/ind/history/dig/330 Kerajaan Sriwijaya], diakses 8 April 2011 21.28 WIB</ref><ref name="TAYLOR_26">{{cite book|last=Taylor|first=Jean Gelman|title=Indonesia: Peoples and Histories|publisher=Yale University Press|year=2003|location= New Haven and London|url=|doi=|pages=8–9|isbn= 0-300-10518-5}}</ref>. George Cœdès memperkenalkan kembali sriwijaya berdasarkan penemuannya dari prasasti dan berita dari [[Tiongkok]]. Penemuan George Coedes kemudian dimuat dalam koran berbahasa Belanda dan Indonesia<ref name="TAYLOR_26"/>. Dan sejak saat itu kerajaan sriwijaya mulai dikenal kembali oleh masyarakat.
Hilangnya kabar mengenai keberadaan Sriwijaya diakibatkan oleh sedikitnya jumlah peninggalan yang ditinggalkan oleh kerajaan sriwijaya sebelum runtuh. Beberapa penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, yaitu:
[http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=2 Data Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia 1971-2000], diakses 18 Maret 2011 - 22.23 WIB</ref>. Berdasarkan data tersebut, kita dapat mengetahui rata-rata laju pertumbuhan penduduk tiap 10 tahun yaitu, 1.834%. Jadi, kita dapat memprediksi jumlah penduduk Indonesia pada tahun [[1100]] yang merupakan mayoritas penganut agama Buddha, yaitu sekitar 24.1 juta penduduk.
 
Menurut sensus nasional tahun [[1990]], lebih dari 1% dari total penduduk Indonesia beragama Buddha, sekitar 1,8 juta orang. Kebanyakan penganut agama Buddha berada di [[Jakarta]], walaupun ada juga di lain provinsi seperti [[Riau]], [[SumateraSumatra Utara]] dan [[Kalimantan Barat]]. Namun, jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sebenarnya karena pada saat itu [[Khonghucu|Agama Khonghucu]] dan [[Taoisme]] tidak dianggap sebagai agama resmi di Indonesia sehingga mereka disensuskan sebagai penganut agama Buddha.
Pada tahun [[2008]], jumlah penganut agama Buddha sekitar 1.3 juta penduduk dari 217,346,140 penduduk Indonesia atau sekitar 0.6%. Pada tahun [[2010]], jumlah penganut agama Buddha sekitar 961.086 penduduk dari 240,271,522 penduduk Indonesia atau sekitar 0.4%.<ref>[http://www.kemenag.go.id/file/dokumen/Data0801.pdf Tabel Populasi berdasarkan Agama 2005], diakses 18 Maret 2011 - 22.41 WIB</ref>
229.399

suntingan