Buka menu utama

Perubahan

4 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
k
←Suntingan Kezia M (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Albertus Andhika
=== 1960an ===
 
Pada tahun 1961, Freeport memasuki bisnis [[kaolin]]. Pada tahun 1964, Freeport juga mendirikan cabangnya di [[Australia]] untuk mengejar kemungkinan penambangan disana, termasuk juga di negara-negara di sekitaran [[Samudera Pasifik]]. Pada tahun 1960, geolog Freeport juga mengonfirmasi penemuan [[Belanda]] atas [[Tambang Grasberg|Tambang Ertsberg]], yang menyimpan cadangan [[tembaga]] dan [[emas]] yang sangat melimpah, sertayang terletak di pedalaman [[Pegunungan Jayawijaya]]. Pada tahun 1966, Freeport mendirikan Freeport Indonesia, Inc. untuk menegosiasikan kontrak karya dengan pemerintah Indonesia, untuk mengelola tambang tersebut. Dalam studi kelayakan yang mereka lakukan, geolog Freeport memperkirakan bahwa di Ertsberg terdapat 33 juta ton bijih dengan 2,5% kandungan tembaga. Ertsberg pun menjadi tambang dengan cadangan tembaga terbesar yang pernah ditemukan oleh manusia, pada saat itu.<ref name="OPENING THE ERTSBERG DISTRICT">[http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1997/06/16/0007.html OPENING THE ERTSBERG DISTRICT]</ref>
 
Freeport pun mulai mendirikan tambang di Ertsberg pada bulan Mei 1970 dan pada pertengahan tahun 1973, tambang tersebut dinyatakan resmi beroperasi. Petinggi dari [[Bechtel]], yang merupakan kontraktor utama dalam pembangunan tambang tersebut, menyatakan bahwa pembangunan tambang Ertsberg ini merupakan "proyek teknik paling sulit yang pernah mereka ambil". Tantangan ini meliputi pembangunan {{convert|101|km}} jalan akses (yang memerlukan pembangunan dua terowongan untuk menembus dua gunung) dan juga pembangunan jalur trem dengan bentang tunggal terpanjang di dunia. Trem ini sangat penting untuk pengangkutan manusia, barang, maupun hasil tambang, karena terdapat sebuah tebing setinggi {{convert|2000|ft}} yang memisahkan tambang Ertsberg (di ketinggian {{convert|12000|ft|m}}) dengan pabrik pengolah (di ketinggian {{convert|10000|ft|m}}). Untuk mengangkut konsentrat tembaga dari pabrik tersebut ke pelabuhan juga membutuhkan pemasangan jaringan pipa sepanjang {{convert|109|km}}, yang merupakan terpanjang di dunia.