Buka menu utama

Perubahan

10 bita dihapus ,  6 bulan yang lalu
k
|successor = [[Soesilo Soedarman]]
|birth_date = {{Birth date|1924|6|27}}
|birth_place = {{negara|Belanda}} [[Kisaran]], [[SumateraSumatra Utara]], [[Hindia Belanda]]
|death_date = {{Death date and age|2002|8|17|1924|6|27}}
|death_place = {{negara|Indonesia}} Rumah Sakit Medistra, [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]], [[Indonesia]]
|footnotes =
}}
'''[[Jenderal]] ([[Purnawirawan|Purn.]]) [[TNI]] Achmad Tahir''' ({{lahirmati|[[Kisaran]], [[SumateraSumatra Utara]]|27|6|1924|[[Jakarta]]|17|8|2002}}) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan tokoh militer [[Indonesia]]. Dia pernah mengemban tugas sebagai Panglima Divisi IV/[[TKR]] pada zaman revolusi kemerdekaan Indonesia.
 
Pada masa [[Orde Baru]], dia dipercaya menjadi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi dalam [[Kabinet Pembangunan IV]] periode [[1982]]-[[1987]] dan [[Kabinet Pembangunan V]] periode 1987-[[1992]] di bawah pemerintahan Presiden [[Soeharto]]. Setelah tidak lagi menjadi menteri, dia ditugaskan sebagai Dubes Keliling [[Gerakan Nonblok]] untuk wilayah [[Eropa]] kemudian menjadi Ketua Umum [[Legiun Veteran Republik Indonesia]] (LVRI).<ref>http://www.tokohindonesia.com [http://www.tokohindonesia.com/tokoh/article/282-ensiklopedi/535-achmad-tahir Prajurit Pejuang Sampai Akhir]</ref>
 
Ia adalah Sesepuh Puak [[Melayu]] SumateraSumatra Utara, yang telah diberi gelar Tengku Pangeran oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABMI) di [[Kesultanan Deli]].
 
== Keluarga ==
Ahmad terlahir sebagai anak ketiga dari sepuluh bersaudara. Ayahnya berasal dari [[Salatiga]], [[Jawa Tengah]] sementara ibunya merupakan seorang [[Suku Melayu|Melayu]] dari [[Serdang]], SumateraSumatra Utara. Ia menikah pada tahun [[1946]] dengan [[Rooslila Tahir|Rooslila]], seorang wanita berdarah [[Suku Batak|Batak]]-[[Suku Minangkabau|Minangkabau]] yang berkarier sebagai penyiar Radio [[Jepang]] dan wartawati [[SumateraSumatra]] Shinbun saat itu, dan dikemudian harinya menjadi anggota [[DPR]] [[RI]] periode [[1982]]-[[1987]].
 
Pernikahan mereka dikaruniai [[6]] orang anak, yaitu Gelora Surya Dharma, Hari Indra Utama, Yulia Saprita, [[Linda Amalia Sari|Linda Agum Gumelar]], [[Adi Putra Darmawan Tahir]], dan Chaerul Permata Cita. Achmad Tahir meninggal pada tanggal [[17 Agustus]] [[2002]] di RS. Medistra, Jakarta pada usia [[78]] tahun dan dimakamkan di [[Taman Makam Pahlawan Kalibata]].
 
* Panglima Divisi IV/TKR ([[1945]])
* Komandan Polisi Tentara [[Pulau SumateraSumatra|SumateraSumatra]] ([[1946]]-[[1947]])
* Kastaf KDO SumateraSumatra (1948-[[1949]])
* Kabag Umum Dinas Personalia [[AD]] ([[1950]]-1952)
* Asisten Ajudan Jenderal (1952-[[1953]])
* Kastaf Gubernur Militer Indonesia Bagian Timur (1962-1963)
* Gubernur Akabri Umum Darat ([[1966]]-[[1968]])
* Pangkowilhan I SumateraSumatra ([[1969]]-[[1973]])
* Dubes [[RI]] di [[Prancis]] (1973-[[1976]])
* Dubes RI di [[Spanyol]] (1973-[[1975]])
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh militer Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh SumateraSumatra Utara]]
[[Kategori:Tokoh Melayu Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh Jawa]]
229.399

suntingan