Buka menu utama

Perubahan

3.686 bita ditambahkan ,  8 bulan yang lalu
←Membuat halaman berisi ''''Masjid Pulo Kambing''' atau '''Masjid Nurul Huda''' merupakan sebuah masjid tua di Aceh yang terletak di Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Masjid...'
'''Masjid Pulo Kambing''' atau '''Masjid Nurul Huda''' merupakan sebuah [[masjid]] tua di [[Aceh]] yang terletak di [[Nanggroe Aceh Darussalam]], [[Indonesia]]. Masjid ini sudah berusia kurang lebih enam ratus tahun.<ref>{{cite web |url=https://situsbudaya.id/masjid-tuo-pulo-kambing-aceh/ |title=Masjid Tuo Pulo Kambing Aceh |accessdate=20 Maret 2019}}</ref>

== Sejarah ==
Terdapat dua versi berbeda tentang sejarah dibangunnya masjid ini. Versi pertama, masjid ini didirikan oleh [[Teuku Ali Basyah]] semasa kepemimpinan Keujruen Kluet (setingkat [[Ulèëbalang|Ulee Balang]]) ke-11 yakni Teuku Meurah Adam, sekitar sembilan abad (900 tahun) lalu. Saat itu, wilayah kekuasaan Keujruen Kluet meliputi [[Kasik Putih]], [[Sama Dua, Aceh Selatan|Sama Dua]], hingga [[Trumon]], sebelum dibentuk kewedanaan.<ref name="Sejarah>{{cite web |url=https://daerah.sindonews.com/read/1219118/29/sejarah-dan-keunikan-masjid-tuo-pulo-kambing-1499593184 |title=Sejarah dan Keunikan Masjid Tuo Pulo Kambing |accessdate=20 Maret 2019}}</ref>

Sedangkan versi yang kedua, masjid ini dibangun pada tahun 1351. Pendiri bangunan masjid ini adalah seorang ulama asal Persia bernama Syekh Muhammad Husen Al Fanjuri bin Muhammad Al Fajri Kautsar. Tiang pertama masjid ini, kayunya diangkut sendirian dari hutan dengan tangan kosong oleh salah seorang murid Syekh Muhammad Husen Al Fanjuri yang bernama Syech Mutawali Alfanshuri. Awal pembangunan masjid ini tanpa menggunakan paku.<ref name="Sejarah/>

== Arsitektur ==
Masjid ini memiliki arsitektur yang unik. Hal ini bisa dilihat dari sebuah mustaka khas yang ditempatkan pada puncak atapnya. Kemudian pada bagian dasar masjid ini memiliki arsitektur khas masjid-masjid tua di Nusantara Indonesia. Terutama pada bagian atap yang berbentuk limas berussun tiga, namun pada bagian atap paling atas memiliki sedikit bentuk yang berbeda.<ref name="Arsitektur">{{cite web |url=https://www.anugerahkubah.com/masjid-tuo-pulo-kambing-aceh-selatan/ |title=Masjid Tuo Pulo Kambing – Aceh Selatan |accessdate=20 Maret 2019}}</ref>

Meskipun sudah berumur paling tak 600 tahun lamanya, namun masjid tua ini dibangun dengan 3 lantai. Pada bagian pondasinya dibuat dengan sangat kokoh, kemudian dindingnya terbuat dari kayu, dan pada bagian besi yang digunakan masih asli dari pertama kali dibangun.<ref name="Arsitektur"/>

=== Soko Guru ===
Masjid ini memiliki 4 soko guru persis seperti pada masjid-masjid tradisional Indonesia lainnya. Keempat soko guru tersebut memiliki diameter sekitar 1 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter ditambah dengan ukiran kaligrafi yang mengisahkan berbagai macam kisah-kisah kuno kerajaan Islam Aceh pada zaman dahulu.<ref name="Arsitektur"/>

Hal yang unik dapat ditemukan disini, di mana salah satu dari soko guru tersebut mengeluarkan air bening yang dingin hingga membasahi lantai masjid ini sejak masjid ini dibangun. Tetesan air ini memang terlihat sangat aneh, karena soko guru tersebut terbuat dari Kayu, sehingga jika air kemudian muncul dari tiang tersebut, maka hanya keajaiban alam yang diciptakan Tuhan yang dapat menjelaskannya.<ref name="Arsitektur"/>

Tetesan air tersebut kemudian dikumpulkan dan diambil oleh beberapa masyarakat sekitar dan dijadikan sebagai obat. Menurut beberapa pengakuan masyarakat, air tetesan soko guru tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit lahir dan batin. Namun, saat ini air yang keluar dari soko guru tersebut tidak sebanyak pada masa lalu sejak bagian bawahnya di semen dengan pondanis cor, kemudian lantainya dirubah menjadi keramik.<ref name="Arsitektur"/>

== Referensi ==
{{reflist}}

{{Masjid di Indonesia}}

[[Kategori:Masjid di Aceh]]
[[Kategori:Masjid di Indonesia]]
5.042

suntingan