Papua (wilayah Indonesia): Perbedaan revisi

84 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
→‎Penguasaan Hindia Belanda: Perbaikan kesalahan pengetikan dan tata bahasa
k (Bot: Perubahan kosmetika)
(→‎Penguasaan Hindia Belanda: Perbaikan kesalahan pengetikan dan tata bahasa)
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
{{utama|Hindia Belanda}}
[[Berkas:Hindia Belanda 1930.gif]]
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Studioportret van C. Lulofs de eerste resident in Nieuw-Guinea en de vader van schrijfster Madelon H. Székely-Lulofs TMnr 10018752.jpg|jmpl|300px|kiri|C. Lulofs, [[residen]] Nieuw-Guinea pertama pada masa [[Hindia Belanda]] (1910-19381910–1938)]]
[[Berkas:NNG afdelingen.png|250px|jmpl|kiri|Ke-6Keenam ''afdelingen'' (wilayah) Nieuw-Guinea Belanda di bawah penguasa Belanda di Maluku]]
 
TahunPada tahun 1826, Pieter Merkus, gubernur Belanda untuk Maluku, mendengar kabar angin bahwa Inggris mulai masuk pantai Irian di sebelah timur [[Kepulauan Aru]]. Dia mengutuskanmengutus rombongan untuk menjajagimengawasi dari pantai tersebut sampai [[Pulau Dolak]]<ref>Moore, Clive, ''New Guinea''</ref>. Dua tahun kemudian, Belanda membangun [[Fort Du Bus]], yang sekarang menjadi kota [[Lobo]], dengan tujuan utama menghadang kekuatan Eropa lain untuk mendarat di Irian baratBarat. Fort Du Bus ditinggalkan pada tahun 1836.
 
TahunPada tahun 1872, Tidore mengakui kekuasaan [[Kerajaan Belanda]] atasnya.
 
Belanda baru kembali ke Irian pada tahun 1898. Irian dibagi antara Belanda, Jerman (bagian utara Irian timurTimur), dan Inggris (bagian selatan Irian timurTimur). Garis busur 141 derajat diakui sebagai batas timur Irian baratBarat.
Pada tahun [[1898]] - [[1949]], Papua bagian barat dikenal sebagai ''Nugini Belanda'' (''Nederlands Nieuw-Guinea'' atau ''Dutch New Guinea'') yang merupakan bagian dari [[Hindia Belanda]].
 
=== Perebutan antara Indonesia dan Belanda ===
Pada tanggal [[17 Agustus]] [[1945]], Hindia Belanda memproklamasikan kemerdekaannya menjadi negara Indonesia. Indonesia pun menuntut semua wilayah bekas Hindia Belanda sebagai wilayahnya. Akan tetapi, Belanda ingin menjadikan Irian Barat sebagai negara terpisah karena adanya perbedaan etnis. Status Irian Barat tidak terselesaikan dalam [[Konferensi Meja Bundar]] di [[Den Haag]] dan diputuskan untuk ditunda pembahasannya selama 1 tahunsetahun. Penyelesaian status Irian Barat menjadi berlarut-larut dan tidak selesai juga hingga tahun [[1961]], sampai terjadilah [[Operasi Trikora|pertikaian bersenjata]] antara Indonesia dan Belanda pada Desember [[1961]] dan awal [[1962]] untuk memperebutkan wilayah ini. Melalui [[Perjanjian New York]], akhirnya disetujui untukbahwa Belanda menyerahkan sementara Irian Barat kepada [[PBB]] melalui [[United Nations Temporary Executive Authority]] (UNTEA) sebelum diberikan sepenuhnya kepada Indonesia pada [[1 Mei]] [[1963]]. Kedudukan Irian Barat menjadi lebih pasti setelah diadakan sebuah [[Penentuan Pendapat Rakyat|referendum]] ''act of free choice'' pada tahun [[1969]], didengan manahasil rakyat Irian Barat memilih untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia.
 
=== Penguasaan Indonesia ===
Zainal Abidin Syah, [[Sultan Tidore]], diangkat pemerintah RI menjadi gubernur pertama Papua tahun 1956-19611956–1961 yang saat itu beribukota di [[Soasiu]], [[pulauPulau Tidore]]. Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia sepenuhnya, dibentukalah provinsi Irian Barat sejak tahun [[1969]] hingga [[1973]]. Namanya kemudian diganti menjadi ''Irian Jaya'' oleh [[Soeharto]] pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas [[Freeport]], dan nama yangitu tetap digunakan secara resmi hingga tahun [[2002]]. Nama provinsi ini diganti menjadi ''Papua'' sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang [[Otonomi Khusus Papua]]. Pada tahun 2004, dengan disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama ''Papua'' sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi ''Irian Jaya Barat'' (sekarang ''Papua Barat'').
 
==== Gerakan separatis ====
{{utama|Konflik Papua}}
Penduduk asli Papua merasa bahwa mereka tidak memiliki hubungan sejarah dengan bagian Indonesia yang lain maupun negara-negara [[Asia]] lainnya. Penyatuan wilayah ini ke dalam Indonesia sejak tahun 1969 merupakan buah perjanjian antara Belanda dengan Indonesia diyang memuat manabahwa pihak Belanda menyerahkan wilayah tersebut yang selama ini dikuasainya kepada bekas jajahannya yang merdeka, yaitu Indonesia. Perjanjian tersebut oleh sebagian masyarakat Papua tidak diakui dan dianggap sebagai penyerahan dari tangan satu penjajah kepada yang lain. Pada tahun [[1965]], beberapa nasionalis Papua membentuk [[Organisasi Papua Merdeka]] (OPM) sebagai sarana perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.
 
== Gubernur Papua masa Belanda ==
624

suntingan