Isu: Perbedaan revisi

9 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
Perbaikan kesalahan pengetikan
(→‎Proses Manajemen Isu: Perbaikan kesalahan pengetikan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Perbaikan kesalahan pengetikan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
== Proses Pengendalian dan Pengelolaan Isu ==
* Fase Kesadaran Diri
Organisasi harus mempelajari untuk isu untuk melakukan penelitian secara terstruktur.
* Fase Eksplorasi
Dalam fase ini telah adanya kepentingan yang meningkat mengenai isu. Tanggung jawab khusus telah dibagikan dan pembentukan opini telah dimulai.
Organisasi telah melibatkan ''top management'' untuk mempertimbangkan tindakan dan memutuskan secara tepat alternatif yang telah didapat.
* Fase Implementasi
Fase dimana pengambilan keputusan telah dibuat dan telah dianggap tepat yang dimana selanjutnya adalah melaksanakannya sesegera mungkin.
* Fase Modifikasi
Evaluasi terhadap program yang tengah dilaksanakan untuk kemudiakemudian menyiapkan program cadangan sebagai penyesuaian terhadap keadaan yang akan terjadi
* Fase Penyelesaian
Fase relaksasi bagi organisasi dimana adanya anggapan bahwa isu telah mereda dan dapat menjadi positif jika perencanaan telah dilaksanakan dengan baik.
 
== Isu Ajinomoto ==
Ketika [[Ajinomoto]] dikenal dan telah dipakai oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, Ajinomoto tersandung kasus mengenai isu keharaman bahan baku Ajinomoto. Isu muncul berawal dari masa berlaku label halal Ajinomoto. Saat itulah MUI melakukan uji ulang kehalalan produk. Uji ulang tersebut dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-Obatan dan Kosmetik (LPPOM), MUI dan IPB. Yang mengejutkan adalah ditemukannya fakta bahwa Ajinomoto menggunakan Procine (enzim dari pankreas babi) untuk bahan katalisator guna menghidrolis protein kedelai menjadi Bactosoytone. Kehalalan Ajinomoto pun dipersoalkan MUI pada akhir Desember 2000 setelah ditemukan bahwa pengembangan bakteri untuk proses fermentasi tetes tebu tersebut mengandung zat yang tidak halal. Ajinomoto diduga telah mengubah nutrisi itu pada produksi sejak bulan Juni 2000. Setelah kejadian tersebut, MUI mengeluarkan Fatwa yang menyebutkan bahwa merk Ajinomoto haram untuk dikonsumsi umat Muslim dalam suratnya bernomor U-558/MUI/XII/2000 tanggal 19 Desember 2000. Surat tersebut ditandatangai oleh Prof. Dr. Umar Shihab dan Sekretaris Umum MUI Dr. Din Syamsudin dan meminta agar Ajinomoto yang diproduksi dan diedarkan sebelum 23 November 2000 ditarik dari peredarannya.
568

suntingan