Buka menu utama

Perubahan

517 bita dihapus ,  7 bulan yang lalu
Membatalkan suntingan berniat baik oleh Hanumg (bicara): Tanpa sumber. (Twinkle ⛔)
Untuk transportasi wilayah perkotaan terdapat moda angkutan mikrolet, taksi Using Transport serta ''van'' atau yang oleh masyarakat setempat disebut 'colt' yang melayani transportasi antar kecamatan dan minibus yang melayani trayek Banyuwangi dengan kota-kota kabupaten di sekitarnya.
 
[[Bandar Udara Blimbingsari]] di kecamatan [[Blimbingsari, Banyuwangi|Blimbingsari]] dalam pembangunannya sempat tersendat akibat kasus pembebasan lahan, dan memakan korban 2 bupati yang menjabat dalam masa pembangunannya yaitu Bupati [[Samsul Hadi]] (2000–2005) dan Bupati [[Ratna Ani Lestari]] (2005–2010). Dan pada tanggal 28 Desember 2010, Bandar Udara Blimbingsari telah dibuka untuk penerbangan komersial Banyuwangi (BWX) – Jakarta (CGK) – Banyuwangi (BWX) dan Banyuwangi (BWX) – Surabaya (SUB) – Banyuwangi (BWX). Saat ini, bandara ini telah berubah menjadi Bandar Udara Internasional dan telah menambah rute penerbangan domestik yaitu sejumlah 42 penerbangan per minggu dari dan menuju Jakarta dan 28 penerbangan per minggu dari dan menuju Surabaya, serta 3 penerbangan ke [[Kuala Lumpur|kuala Lumpur]], [[Malaysia]]. Bandar Udara Blimbingsari juga telah berubah wajah menjadi salah satu Bandar Udara yang mengusung konsep <nowiki>''Green Building''</nowiki> sehingga terlihat asri tanpa memerlukan pemasangan [[Penyejuk udara]].
 
Selain itu terdapat Pelabuhan Tanjung Wangi di Ketapang, Kecamatan Kalipuro selain sebagai pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas, juga melayani pelayaran ke kepulauan di bagian timur Madura, seperti Kep. Sapeken, Kep. Kangean, dan Kep. Sapudi.