Buka menu utama

Perubahan

4 bita dihapus, 5 bulan yang lalu
mengganti dan menambahkan diksi
{{utama|Bahasa Minangkabau}}
 
Bahasa Minangkabau termasuk salah satu anak cabang [[rumpun bahasa Austronesia]]. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan [[bahasa Melayu]], ada yang menganggap bahwa bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu, karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya, sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa Proto-Melayu.<ref>{{cite book|last=Simanjuntak|first=Mengantar|title=Aspek Bahasa dan Pengajaran|publisher=Sarjana Enterprise|year=1982|ref=Simanjuntak}}</ref><ref>{{cite book|last=Garry|first=J.|last2=R.|first2=Carl|last3=Rubino|first3=G.|title=Facts About the World's Languages: An Encyclopedia of the World's Major Languages, Past and Present|publisher=H.W. Wilson|year=2001|ISBN=0-8242-0970-2|ref=Garry}}</ref> Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing.<ref>{{cite book|last=Medan|first=Tamsin|title=Bahasa Minangkabau Dialek Kubuang Tigo Baleh|publisher=Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan|year=1985|ref=Medan}}</ref><ref>{{cite book|last=Nadra|first=|title=Rekonstruksi Bahasa Minangkabau|publisher=Andalas University Press|year=2006|ISBN=979-3364-55-6|ref=Nadra}}</ref>
 
Pengaruh bahasa lain yang diserap ke dalam [[bahasa Minang]] umumnya dari [[Bahasa Sanskerta|Sanskerta]], [[Bahasa Arab|Arab]], [[Bahasa Tamil|Tamil]], dan [[Bahasa Persia|Persia]]. Kemudian kosakata Sanskerta dan Tamil yang dijumpai pada beberapa [[prasasti]] di Minangkabau telah ditulis menggunakan bermacamberbagai aksara di antaranya [[Aksara Dewanagari|Dewanagari]], [[Aksara Pallawa|Pallawa]], dan [[Aksara Kawi|Kawi]]. Menguatnya [[Islam]] yang diterima secara luas juga mendorong masyarakatnya untuk menggunakan [[Abjad Jawi]] dalam penulisan sebelum berganti dengan [[Alfabet Latin]].
 
Meskipun memiliki bahasa sendiri, orang Minang juga menggunakan [[bahasa Melayu]] dan kemudian [[bahasa Indonesia]] secara meluas. Historiografi tradisional orang Minang, [[Tambo Minangkabau]], ditulis dalam bahasa Melayu dan merupakan bagian [[sastra Melayu]] atau [[sastra Indonesia]] lama.<ref name="Djamaris"/> Suku Minangkabau menolak penggunaan bahasa Minangkabau untuk keperluan pengajaran di sekolah-sekolah.<ref name="Anwar">{{cite journal|title=Minangkabau, Background of the Main Pioneers of Modern Standard Malay in Indonesia|author=Khaidir Anwar|journal=Archipel|volume=12|pages=77-93|year=1976}}</ref> Bahasa Melayu yang dipengaruhi baik secara tata bahasa maupun kosakata oleh [[bahasa Arab]] telah digunakan untuk pengajaran agama Islam. Pidato di sekolah agama juga menggunakan bahasa Melayu. Pada awal abad ke-20 sekolah Melayu yang didirikan pemerintah [[Hindia Belanda]] di wilayah Minangkabau mengajarkan ragam bahasa Melayu Riau, yang dianggap sebagai bahasa standar dan juga digunakan di wilayah Johor, Malaysia. Namun kenyataannya bahasa yang digunakan oleh sekolah-sekolah Belanda ini adalah ragam yang terpengaruh oleh bahasa Minangkabau.<ref name="Anwar"/>
49

suntingan