Buka menu utama

Perubahan

15 bita ditambahkan ,  8 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
Di Damaskus, Mu'awiyah sendiri mangkat setelah hanya beberapa bulan berkuasa, tanpa meninggalkan keturunan ataupun menunjuk penerus. Hal ini menjadikan perpecahan di Syria dan sekitarnya yang menjadi pusat kekuatan Bani Umayyah. Beberapa gubernur di kawasan Syria kemudian menyatakan kesetiaan pada 'Abdullah bin Zubair yang berkuasa di Makkah,{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} di antaranya adalah Adh-Dhahhak bin Qais Al-Fihri, gubernur Damaskus sejak masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan pendukung lama Umayyah. Marwan sendiri hendak mengakui kekuasaan 'Abdullah bin Zubair. Namun pada pertemuan suku-suku 'Arab di Jabiyah, [[Ubaidillah bin Ziyad|'Ubaidillah bin Ziyad]] yang merupakan mantan gubernur Kufah membujuk Marwan agar mengajukan dirinya sebagai khalifah.{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Penggagas pertemuan tersebut, Hasan bin Malik bin Bahdal yang merupakan kepala Bani Kalb, sebenarnya mendukung adik Mua'wiyah bin Yazid, Khalid, sebagai khalifah berikutnya.{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Hasan bin Malik sendiri memiliki hubungan kekerabatan dengan Bani Umayyah lantaran bibinya, Maysun binti Bahdal, adalah istri Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan ibu Yazid. Namun usia Khalid yang masih belia menjadikan kepala suku lain lebih mendukung Marwan. Pada akhirnya pertemuan tersebut menyepakati Marwan untuk menjadi khalifah. Suku-suku pendukung Umayyah, disebut kelompok Yamani, meminta Marwan hak istimewa dalam militer sebagaimana yang mereka terima dari khalifah Bani Umayyah sebelumnya.{{sfn|Rihan|2014|p=103}}
 
Naiknya Marwan menjadikan tampuk kekhalifahan terlepas dari garis Sufyani (sebutan untuk keturunan [[Abu Sufyan]]). Marwan dan keturunannya kemudian dikenal dengan garis Marwani. Meski begitu, para sejarawan umumnya menyebut kekhalifahan pada masa kekuasaan kelompok Sufyani maupun Marwani sebagai [[Kekhalifahan Umayyah]]. Nama Umayyah sendiri diambil dari nama kakek Abu Sufyan dan Al-Hakam (ayah Marwan), [[Umayyah bin 'Abd asy-Syams|Umayyah bin 'Abdu-Syam]].
 
== Masa kekuasaan ==
 
Sebagian besar sumber Muslim menyatakan bahwa Marwan meninggal di Damaskus. Al-Mas'udi berpendapat bahwa Marwan meninggal di kediaman musim dinginnya di Ash-Shinnabra, dekat [[Danau Tiberias]].{{sfn|Bosworth|1991|p=622}}
 
== Marwani ==
Naiknya Marwan menjadikan tampuk kekhalifahan terlepas dari garis Sufyani (sebutan untuk keturunan [[Abu Sufyan]]). Marwan dan keturunannya kemudian dikenal dengan gariscabang Marwani. Meski begitu, para sejarawan umumnya menyebut kekhalifahan pada masa kekuasaan kelompok Sufyani maupun Marwani sebagai [[Kekhalifahan Umayyah]]. Nama Umayyah sendiri diambil dari nama kakek Abu Sufyan dan Al-Hakam (ayah Marwan), [[Umayyah bin 'Abd asy-Syams|Umayyah bin 'Abdu-Syam]].
 
== Keluarga ==