Buka menu utama

Perubahan

Menolak 2 perubahan teks terakhir (oleh Azharul Husna dan AABot) dan mengembalikan revisi 14646669 oleh Kim Dong Kyu: Riset asli tanpa sumber.
 
== Latar belakang ==
Secara luas di Aceh, agama [[Islam]] yang sangat konservatif lebih dipraktikkan. Hal ini berbeda dengan penerapan Islam yang moderat di sebagian besar wilayah Indonesia lain. Perbedaan budaya dan penerapan agama Islam antara Aceh dan banyak daerah lain di Indonesia ini menjadi gambaran sebab konflik yang paling jelas. Selain itu, kebijakan-kebijakan [[sekuler]] dalam administrasi [[Orde Baru]] Presiden [[Soeharto]] (1965-1998) sangat tidak populer di Aceh, di mana banyak tokoh Aceh membenci kebijakan pemerintahan Orde Baru pusat yang mempromosikan satu 'budaya Indonesia'. Selanjutnya, lokasi provinsi Aceh di ujung Barat Indonesia menimbulkan sentimen yang meluas di provinsi Aceh bahwa para pemimpin di [[Jakarta]] yang jauh tidak mengerti masalah yang dimiliki Aceh dan tidak bersimpati pada kebutuhan masyarakat Aceh dan adat istiadat di Aceh yang berbeda.
 
Pada dasarnya asal mula konflik antara Aceh dan Indonesia disebabkan oleh ketidakadilan yang diterima oleh Aceh. Sebagai daerah yang banyak sekali menyumbang terhadap negara. Aceh tidak diberikan porsi adil atas kekayaan alam berupa minyak dan gas. Perusahaan besar dan trans nasional seperti PT. Arun LNG, PIM, ASEAN, KKA beroperasi namun keuntungan untuk pembangunan Aceh sangat kecil sekali.
 
Selanjutnya, lokasi provinsi Aceh di ujung Barat Indonesia menimbulkan sentimen yang meluas di provinsi Aceh bahwa para pemimpin di [[Jakarta]] yang jauh tidak mengerti masalah yang dimiliki Aceh dan tidak bersimpati pada kebutuhan masyarakat Aceh dan adat istiadat di Aceh yang berbeda.
 
== Garis waktu ==