Lamin Telihan, Kenohan, Kutai Kartanegara: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
|nama dati2 =Kutai Kartanegara
|kecamatan =Kenohan
|nama pemimpin= ImanuelAlbert Anthoni (Pj)
|luas =... km²
|penduduk =2000 jiwa, 565 KK
Etimologi.
 
Lamin Telihan berasal dari dua kata "Lamin" dan "Telihan". Lamin sendiri berarti Rumah Panjang khas Dayak. Sebenarnya Lamin sendiri dalam bahasa setempat adalah (Lu'ud). Sedangkan Telihan berasal dari nama Sungai yang mengairi tengah desa yaitu Sungai Telian't. Telihan (Telian't) juga dalam bahasa penduduk setempat adalah Kayu Ulin. Jadi Lamin Telihan bisa mengacu kepada Lamin (Lu'ud) yang terbuat dari Telihan (Telian't)/Kayu Ulin. Konon ceritanya, ada Lamin Telihan (Lu'ud) sebagai tempat menginapnya seluruh keluarga. Tetapi kini Lamin (Lu'ud) itu telah tiada oleh karena pada waktu itu adanya peristiwa pembakaran dan pembunuhan yang menyebabkan musnahnya Lamin tersebut. Hal yang unik lagi, nama desa ini ini terdiri atas dua sebutan sebenarnya, yaitu Lamin Telihan dan Berambai. Jadi tidak heran beberapa nama tempat lahir mereka yang berasal dari tempat ini berbeda, padahal satu desa. Nama Berambai sendiri berasal dari dua kata. Pertama, Berambai berasal dari nama Sungai yang mengairi, wilayah seberang desa Lamin Telihan. Jadi Sungai Berambai dan Sungai Telihan dipertemukan pada sebuah Muara pada awal masuk Desa Lamin Telihan.
 
Kedua, nama Berambai bisa berasal dari kata setempat, "brambai", jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti "berhantu". Kadang juga disebut "Lu'ud Mahara" yang bisa berarti "Lamin di Muara".
Pengguna anonim