Inseminasi buatan: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
selesai
(implikasi sosial edit)
(selesai)
{{see also|Tanggapan keagamaan terhadap teknologi reproduksi berbantuan}}
 
Seorang penulis [[Anglikan]] mengatakan bahwa, "Memperoleh persatuan tetapi tanpa anak-anak dengan cara menggunakan kontrasepsi, dan memperoleh anak-anak tetapi tanpa persatuan, keduanya sama-sama salah."<ref>{{en}} {{cite book |title=Morals and Medicine: The Moral Problems of the Patient's Right to Know the Truth, Contraception, Artificial Insemination, Sterilization, Euthanasia |author=Joseph F. Fletcher |publisher=Princeton University Press |year=2015 |isbn=9781400868377 |page=101}}</ref> Persetubuhan heteroseksual dipandang oleh [[Gereja Katolik]] sebagai suatu tindakan [[Sakramen (Katolik)|sakramental]] yang dimaksudkan untuk hanya dialami oleh para pasangan yang telah menikah; persetubuhan dipandang sebagai suatu representasi fisik dari persatuan spiritual dalam perkawinan antara seorang suami dan seorang istri. Menurut ''[[Katekismus Gereja Katolik]]'', inseminasi buatan "memisahkan tindakan seksual dari tindakan prokreatif. Tindakan yang membawa anak ke dalam keberadaannya bukan lagi suatu tindakan yang dilakukan oleh dua orang yang saling memberikan diri kepada yang lainnya. Tetapi tindakan itu dilakukan oleh orang yang 'memercayakan kehidupan dan identitas sang embrio ke dalam kuasa para dokter dan biolog serta menciptakan penguasaan teknologi atas asal mula dan tujuan dari pribadi manusia. Suatu relasi dari penguasaan semacam itu, dengan sendirinya, bertentangan dengan martabat dan kesetaraan yang perlu dimiliki bersama antara orang tua dan anak-anak{{'"}}.<ref>{{KGK|pp=2377|long=yes}}</ref>
 
== Pada ternak dan hewan peliharaan ==
[[Vivipar]] pertama yang dibuahi secara artifisial adalah seekor anjing. Eksperimen tersebut dilakukan dengan sukses oleh seorang Italia bernama [[Lazzaro Spallanzani]] pada tahun 1780. Pelopor penting lainnya dalam inseminasi buatan adalah seorang Rusia bernama [[Ilya Ivanovich Ivanov]] sejak tahun 1899. Pada tahun 1935, semen domba [[Suffolk]] yang dicairkan dikirimkan dari Cambridge dengan pesawat menuju Krakoiv, Polandia, dan kepada gabungan peneliti internasional (Prawochenki dari Polandia, Milovanoff dari Uni Soviet, Hammond dari Cambridge, Walton dari Skotlandia, dan Thomasset dari Uruguay).
 
Inseminasi buatan digunakan pada banyak hewan, bukan manusia, seperti [[domba]], [[peternakan kuda|kuda]], [[sapi]], [[babi]], [[reproduksi anjing|anjing]], hewan-hewan [[registrasi pembiakan|bersilsilah]] pada umumnya, hewan-hewan pada [[kebun binatang]], [[kalkun domestik|kalkun]], dan bahkan [[lebah madu barat|lebah madu]]. AI dapat digunakan untuk berbagai alasan, misalnya untuk memungkinkan seekor jantan menginseminasi betina dalam jumlah yang jauh lebih banyak, untuk memungkinkan penggunaan materi genetik dari pejantan yang terpisah oleh jarak ataupunatau pun waktu,. Guna untuk mengatasi kesulitan pemuliaan fisik, untuk mengatur garis keayahan dari keturunan, untuk menyinkronkan kelahiran-kelahiran, untuk menghindari cedera yang mungkin terjadi saat perkawinan alami, dan untuk menghindari perlunya memelihara seekor pejantan sekalipun (seperti untuk sejumlah kecil betina atau pada spesies yang pejantan fertilnya mungkin sulit dikelola).
 
== Lihat pula ==