Kesultanan Gowa: Perbedaan revisi

530 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
menambah penjelasan
(→‎Sejarah Awal: menambah penjelasan)
(menambah penjelasan)
{{Utama|Sejarah awal Gowa dan Talo}}
Pada awalnya di daerah [[Gowa]] terdapat sembilan [[komunitas]], yang dikenal dengan nama ''Bate Salapang'' (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Samata, Bissei, Sero dan Kalling. Melalui berbagai cara, baik damai maupun paksaan, komunitas lainnya bergabung untuk membentuk [[Kerajaan Gowa]]. Cerita dari para pendahulu di Gowa mengatakan bahwa Tumanurung merupakan pendiri Kerajaan Gowa pada awal abad ke-14. Tomanurung tersebut dikenal dengan nama Tomanurung Bainea karena sosoknya yang merupakan seorang perempuan
 
<br />
 
==== '''Tunatangka Lopi.''' ====
Tunatangka Lopi merupakan raja ke VI dari Kerajaan Gowa. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Gowa di bagi menjadi dua yakni Gowa dan Tallo. Untuk menghindari perseteruan antara kedua anaknya yakni antara Batara Gowa dan Karaeng Loe Ri Sero. Maka Raja Tunatangka Lopi membagi wilayah Gowa menjadi dua. Yaitu wilayah Gowa untuk Batara Gowa dan menjadi Raja ke delapan di Kerajaan Gowa sementara itu Karaeng Loe Ri Sero di berikan daerah di Tallo dan disana ia menjadi Raja pertama di Tallo.
 
=== Abad ke-16 ===
28

suntingan