Gelanggang Olahraga Bung Karno: Perbedaan revisi

Membatalkan suntingan berniat baik oleh Rifandisn (bicara): Bahasa tidak netral dan tidak sesuai WP:NPOV. (Twinkle ⛔)
(Membatalkan suntingan berniat baik oleh Rifandisn (bicara): Bahasa tidak netral dan tidak sesuai WP:NPOV. (Twinkle ⛔))
Tag: Pembatalan
 
Pemancangan tiang pertama dilakukan secara simbolis oleh Soekarno pada tanggal 8 Februari 1960. Pembangunan [[Istora Gelora Bung Karno|Istora]] selesai pada Mei 1961. [[Stadion Madya Gelora Bung Karno|Stadion sekunder]], Stadion Renang (Pusat Akuatik) dan Stadion Tenis selesai pada bulan Desember 1961. Stadion Utama selesai pada 21 Juli 1962, sebulan sebelum pertandingan.<ref>{{Cite book|title=Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno|last=Pour|first=Julius|publisher=Grasindo|year=2004|isbn=|location=|pages=}}</ref>
 
Penyelenggaraan Asian Games IV turut membuka pintu untuk pembangunan vital lainnya di ibukota yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat Indonesia dan terutama warga Jakarta. Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, Jakarta Bypass (Tanjung Priok-Cawang), Jembatan Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Thamrin-Sudirman (pelebaran), dan Televisi Republik Indonesia: semua sarana dan prasarana ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan mengandalkan momentum yang diberikan Asian Games IV. Tidaklah berlebihan untuk menyebut Asian Games IV sebagai titik bersejarah yang mentransformasi wajah kota Jakarta.<ref>{{Cite web|url=http://www.arsitekturindonesia.org/museum/asian-games-1962-rakyat-berpesta,-kota-berbenah|title=Asian Games 1962: Rakyat Berpesta, Kota Berbenah - Arsitektur Indonesia|website=www.arsitekturindonesia.org|access-date=2019-02-13}}</ref>
 
== Fase pembangunan ==