Empu Prapañca: Perbedaan revisi

1.490 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
menambah info
k (menambah info)
{{Infobox person
'''Empu Prapañca''' adalah seorang [[pujangga]] [[sastra Jawa]] yang hidup pada [[abad ke-14]] pada zaman [[Majapahit]] dan kemungkinan selain pujangga juga merupakan mpu yang paling ternama. Namanya dikenal oleh semua orang di [[Indonesia]]. Hal ini disebabkan karena Prapañca merupakan penulis [[kakawin Nagarakretagama|kakawin Nāgarakṛtâgama]] yang termasyhur tersebut.
|name = Prapañca
|image =
|caption =
|birth_name = Dhang Acarya Nadendra
|birth_date =
|birth_place = [[Berkas:Flag of the Majapahit Empire.svg|22x20px|tepi]] [[Majapahit]]
|death_date =
|death_place =
|othername =
|occupation = [[pujangga]], [[pendeta Buddha]], [[Dharmadyaksa Kasogatan]]
|yearsactive =
|nationality = [[Berkas:Flag of the Majapahit Empire.svg|22x20px|tepi]] [[Majapahit]]
|spouse =
}}
 
Empu '''Empu Prapañca''' adalah seorangnama samaran dari [[pujangga]] [[sastra Jawa]] yang hidup pada [[abad ke-14]] pada zaman [[Majapahit]] dan kemungkinan selain pujangga juga merupakan mpu yang paling ternama pada masanya. Namanya dikenal oleh semua orang di [[Indonesia]]. Halmodern ini disebabkan karena Prapañca merupakansebagai penulis [[kakawin Nagarakretagama|kakawin Nāgarakṛtâgama]] yang termasyhur tersebut.
Prapañca ketika menulis [[kakawin]] ini bekerja pada raja [[Rajasanagara|Rājasanagara]]. Konon menurutnya sendiri ia adalah seorang ''dharmādhyakṣa'' atau penghulu agama [[Buddha]]. Namun hal ini banyak ditentang banyak pakar [[Sastra Jawa Kuno]], seperti [[Th. Pigeaud]] dan [[P.J. Zoetmulder]].
 
Prapañca ketika menulis [[kakawin]] ini ketika bekerja pada raja [[Rajasanagara|Rājasanagara]]. Konon menurutnya sendiri ia adalah seorang mantan ''dharmādhyakṣa kasogatan'' atau penghulu agama [[Buddha]] kerajaan. NamunWalaupun hal ini banyak ditentang banyak pakar [[Sastra Jawa Kuno]], seperti [[Th. Pigeaud]] dan [[P.J. Zoetmulder]].
Nama ''prapañca'' kemungkinan merupakan nama pena dan artinya adalah "bingung". Prapanca bukan nama asli, melainkan nama samaran seorang mantan ''dharmadhyaksa kasogatan'' (pendeta kerajaan). Nama Prapanca mengisyaratkan bahwa nama asli si pengarang terdiri dari lima aksara, pancaksara. Setelah tidak menjabat, ia tinggal di desa Kamalasana di lereng sebuah gunung (Nagarakretagama pupuh 95/3), tempat ia menulis karyanya. Ada dugaan bahwa ayah Prapanca adalah Acarya Nada, penyusun prasasti Wuware tahun 1289, tapi tidak bisa dibuktikan.
 
==Nama samaran==
Sejarawan [[Slamet Muljana]] meyakini Prapanca adalah [[nama samaran]], berdasarkan kata ''maparab Prapañca'' dalam ''Nagarakrtagama''. Menurut sejarawan [[Hadi Sidomulyo]], nama asli Prapañca adalah '''Dhang Acarya Nadendra''', yang terdaftar sebagai ''dharmadyaksa ring kasogatan'' dalam [[Prasasti Canggu]] 1358 M masa [[Hayam Wuruk]], dan [[Prasasti Sekar]] yang dikeluarkan beberapa tahun kemudian. Ayahnya adalah Dhang Acarya Kanakamuni, dharmadyaksa yang menyerahkan jabatan kepada puteranya setelah mengabdi selama lebih dari 30 tahun. Nadendra sendiri mengganti namanya menjadi '''Winada''' setelah dipecat dari jabatannya, karena rasa malunya kehilangan jabatannya sebagai dharmadyaksa kerajaan.
 
Nama ''prapañca'' kemungkinan merupakan nama pena dan artinya adalah "bingung". Prapanca bukan nama asli, melainkan nama samaran seorang mantan ''dharmadhyaksa kasogatan'' (pendeta kerajaan). Nama Prapanca mengisyaratkan bahwa nama asli si pengarang terdiri dari lima aksara, pancaksara. Setelah tidak menjabat, ia tinggal di desa [[Kamalasana]] di lereng sebuah gunung (Nagarakretagama pupuh 95/3), tempat ia menulis karyanya. Ada dugaan juga bahwa ayah Prapanca adalah Acarya Nada, penyusun [[prasasti Wuware]] tahun 1289, tapi hal ini tidak bisa dibuktikan.
 
Siapa sesungguhnya Prapanca sampai sekarang tidak diketahui. Ia melukiskan dirinya sendiri dalam Negarakretagama Pupuh 96: Prapanca itu pra lima buah/ Cirinya: omongannya lucu/ Pipinya tembam, matanya ngeliyap/ Gelaknya ngakak. Terlalu kurangajar dia, tidak bisa ditiru/ Tolol, tidak mengikuti anjuran tutur/ Memerlukan pimpinan yang baik dalam tatwa/ Pantasnya ia dipukul pantatnya berulang kali.
 
Yang jelas Prapanca hidup pada zaman keemasan Majapahit, sebagai hasil perluasan wilayah keluar Jawa mengikuti haluan politik ekspansif [[Kertanegara]] yang dilancarkan oleh Mahapatih [[Gajah Mada]]. Ia menguraikan kebesaran Majapahit, kemakmurannya, hubungan antara pusat dan daerah, dan hubungan dengan luar negeri.
 
==Referensi==
*[https://historia.id/kuno/articles/nama-sebenarnya-penulis-nagarakrtagama-Dbex9?fbclid=IwAR095J7fyDqC3yqUGYX0mwC6TB8oS_cIJy9x47AtMh0gaAWYbAZj7HOwqcQ Nama Sebenarnya Penulis Nagarakrtagama - Majalah Historia], 3 Oktober 2018.
*''Tafsir Nagarakrtagama''. Slamet Muljana
*''Napak Tilas Perjalanan''. Hadi Sidomulyo
 
{{indo-bio-stub}}
 
[[Kategori:Sastra Jawa|Prapañca]]
[[Kategori:Pujangga Indonesia]]
[[Kategori:Filsuf]]
[[Kategori:Kerajaan Majapahit|Prapañca]]
7.552

suntingan