Affandi: Perbedaan revisi

99 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Perancis +Prancis))
* Gelar Grand Maestro di Florence, Italia.
}}
'''Affandi Koesoema''' ([[Cirebon]], [[Jawa Barat]], [[1907]] - [[23 Mei]] [[1990]]) adalah seorang [[pelukis]] yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis [[Indonesia]],. Affandi mungkin merupakan pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya [[ekspresionisme|ekspresionisnyaekspresionis]] dan romantismeromantismenya yang khas. Pada tahun 1950-an iadia banyak mengadakan pameran tunggal di [[India]], [[Inggris]], [[Eropa]], dan [[Amerika Serikat]]. PelukisAffandi tergolong sebagai pelukis yang produktif, Affandikarena telah melukis lebih dari dua ribu2.000 lukisan.
 
== Biografi ==
Affandi dilahirkan di [[Cirebon]] pada tahun [[1907]], putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik [[gula]] di [[Ciledug, Cirebon]]. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan [[HIS]], [[MULO]], dan selanjutnya tamat dari [[AMS]], termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri.
 
Namun, bakatBakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya,. danSeni lukis memang telah menjadikan namanya tenar samadan sejajar dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.
 
Pada umur 26 tahun, pada tahun [[1933]], Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran [[Bogor]]. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu [[Kartika Affandi]].
Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Suatu saat, dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di [[Santiniketan]], [[India]], suatu akademi yang didirikan oleh [[Rabindranath Tagore]]. Ketika telah tiba di India, dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.
 
Sepulang dari [[India]], [[Eropa]], pada tahun lima puluhan, Affandi dicalonkan oleh [[PKI]] untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan [[Konstituante]]. Dan terpilihlah dia, seperti Prof. Ir. [[Saloekoe Poerbodiningrat]] dsb, untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Dalam sidang konstituante, menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga, biasanya katanya Affandi cuma diam, kadang-kadang tidur. Tapi ketika sidang komisi, Affandi angkat bicara. Dia masuk komisike dalam Komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana, teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi.
 
Topik yang diangkat Affandi adalah tentang perikebinatangan, bukan perikemanusiaan dan dianggap sebagai lelucon pada waktu itu. Affandi merupakan seorang pelukis rendah hati yang masih dekat dengan [[flora]], [[fauna]], dan lingkungan walau hidup di era teknologi. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah.
Namun, Affandi memilih Sokrasana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Meskipun begitu, Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan ''self-portrait'' Affandi tahun 1974, saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta.
 
== Affandi dan melukisMelukis ==
[[Berkas:Affandi 1997 Indonesia stamp.jpg|jmpl|kiri|280px|Potret diri Affandi diabadikan dalam perangko Indonesia seri Seniman Indonesia tahun 1997.]]
 
Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun [[1997]], saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru [[Kartika Affandi]] yang dibuat pada tahun 1999. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99), "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99), "Tidak Adil" (Juni 99), "Kembali Pada Realita Kehidupan, Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99), dan lain-lain. Ada pula lukisan Maryati, Rukmini Yusuf, serta Juki Affandi.
 
== Affandi di mataMata duniaDunia ==
 
Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti [[Raden Saleh]], [[Basuki Abdullah]] dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya, para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Adalah Koran International [[Herald Tribune]] yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia, sementara di [[Florence, Italia|Florence]], [[Italia]] dia telah diberi gelar Grand Maestro.
 
== Pameran ==
# Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brasil, 1966).
# East-West Center (Honolulu, Hawaii, 1988).
# Festival of Indonesia (ASAmerika Serikat, 1990-1992).
# Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993).
# Singapore Art Museum (1994).
# Centre for Strategic and International Studies (Jakarta, Indonesia, 1996).
# Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997).
# ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998).
# Pameran keliling di berbagai kota di India.
# Pameran di Eropa alantara lain: London, Amsterdam, Brussels, Paris, Roma.
# Pameran di benua Amerika alantara lain: Brasilia, Venezia, São Paulo, Amerika Serikat.
# Pameran di Australia.
# Affandi Alive di Museum Lippo Plaza Jogja.
 
=== Buku tentang Affandi ===
# ''Buku kenangKenang-kenanganKenangan tentangTentang Affandi'', Prix International Dag Hammarskjöld, [[1976]], 189 halaman. Ditulis dalam empat bahasa, yaitu: Bahasa [[Inggris]], [[Belanda]], [[Prancis]], dan Indonesia.
# [[Nugraha Sumaatmadja]], buku''Buku tentangTentang Affandi'', PenerbitanPenerbit Yayasan Kanisius, [[1975]].
# [[Ajip Rosidi]], [[Zaini]], [[Sudarmadji]], ''Affandi 70 Tahun'', [[Dewan Kesenian Jakarta]], [[1978]]. Diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun ketujuh puluh.
# [[Raka Sumichan]] dan [[Umar Kayam]], buku''Buku tentangTentang Affandi'', Yayasan Bina Lestari Budaya Jakarta, [[1987]], 222 halaman. Diterbitkan dalam rangka memperingati 80 tahun Affandi, dalam dua bahasa, yakniyaitu: Bahasa Inggris dan Indonesia.
 
== Lihat pula ==